
Jangan lupa like komen dan vote nya yah
LANJUT
_
Tak lama setelah itu mobil yang di tumpangi Dewa dan keluarganya sampai di parkiran bawah tanah sebuah mall nampak Karla dan Adit terlihat asing dengan suasana Mall yang ramai.
Dewa langsung membawa kedua anaknya itu ke sebuah toko yang menjual pakaian untuk anak anak"Sayang coba kamu pilihin baju yang cocok buat Karla sama Adit"ucap Dewa kepada Luna yang sedang melihat lihat pakaian anak yang begitu menarik perhatian nya,tanpa menolak Luna langsung mengambil pakaian yang pantas untuk kedua bocah yang sedang takjub melihat semua barang barang mewah di toko itu.
"Wah..kak bajunya bagus bagus yah, apalagi yang ini kaya princess princess yang ada di YouTube"ucap Karla berdecak kagum melihat gaun gaun yang berjejer di toko itu
"Karla mau yang ini?"tanya Dewa.
"Iya yah"ucap nya dengan penuh semangat.
"Ya udah kalo Karla mau nih buat Karla"ucap Dewa sambil mengambil gaun berwarna merah muda selutut itu
"Wah.. makasih Yahh"ucap Karla dengan ekspresi kaget.
"Iya sama sama sayang"ucap nya sambil mengecup kening sang putri.
"Adit mau yang mana?"tanya Dewa ketika melihat wajah anak laki laki yang sedang berdiri sambil tersenyum melihat putrinya.
"Adit mau yang ini om"ucapnya dengan malu.
"Ya udah om beliin yang ini yah"ucap Dewa sambil tersenyum kepada anak laki laki itu.
"Yang bener Om?"ucap abit nampak senang.
"Iya"ucap Dewa kembali tersenyum
"Makasih om"ucap Adit langsung memeluk erat tubuh Dewa.
__ADS_1
"Ayah gaunnya boleh di pake sekarang gak?"tanya Karla
"Boleh sayang Karla mau pake baju ini sekarang?"
"Adit juga?"ucap Dewa
Kedua bocah itu menganggukkan kepalanya dengan tangan memegang pakaian yang di pilih mereka sendiri mereka nampak sudah tak sabar untuk memakai pakaian tersebut.
"Bun Bunda anak anak pengen ganti baju katanya!"teriak Dewa memanggil Luna dengan sebutan Bunda.
Luna yang mendengar panggilan itu nampak sedikit risih sementara Gani hanya tertawa kecil melihat ekspresi Luna kala itu.
"Iya sebentar Mas"ucapnya sambil mengambil Dewa.
"Ayo sayang kita ganti baju yah"
"Mas itu di kasir aku udah taro baju anak anak kamu bayar yah"ucapnya sambil berlalu pergi bersama kedua bocah tersebut.
"Wah selera bini Lo dari dulu emang gak pernah berubah"ucap Gani ketika melihat harga di setiap pakaian yang Luna pilih.
Dewa hanya tersenyum menanggapi hal itu,ia justru senang karena sifat Luna tidak berubah itu artinya ia akan lebih mudah mengerti hati Luna.
"gue seneng dengan semua ini walau gue gak bisa mendampingi dia pas dia lagi lahiran gue gak bisa adzan nin anak gue tapi setidaknya hari ini dan seterusnya gue bisa bahagiain mereka berdua"ucap Dewa.
"Gue ikut seneng bro anak sama istri Lo udah kembali ke pelukan Lo lagi dan gak ada yang bisa ganggu kalian bertiga lagi"ucap Gani menepuk pundak Dewa seraya tersenyum.
"Thanks Bro berkat Lo juga gue bisa ketemu keluarga gue lagi"ucap Dewa berterima kasih kepada Gani karena berkat Gani yang terus memaksa dirinya untuk ikut mengontrol proyek pembangunan membuat Dewa akhirnya bertemu dengan Luna dan putrinya.
Tak lama setelah itu Luna dan kedua bocah itu keluar dari ruang ganti wajah ceria dari kedua bocah itu terlihat sangat jelas hal itu membuat Luna Dewa dan Gani sangat bahagia.
_
Setelah seharian penuh Dewa mengajak keluarganya berkeliling di dalam mall dari mulai berbelanja pakaian hingga membawa keluarga nya ke salon kecantikan membuat kedua bocah itu merengek kelaparan begitupun dengan ketiga orang Dewasa itu mereka pun sama lapar nya seperti kedua bocah itu.
__ADS_1
"Gan kita mampir dulu ke restoran tempat kita semalem makan"ucap Dewa kepada Gani yang sedang menyetir.
"Siap"ucap Gani langsung membelokan mobilnya ke arah tempat Restoran itu berada.
Sikap Luna yang tenang membuat Dewa leluasa untuk melepas rindu nya kepada sang istri yang telah lama ia cari,Luna sama sekali tidak berontak atau menghindar dengan Dewa ya MB g terus menempel dengannya seperti tidak terjadi apa apa diantara mereka berdua sikap Luna kepada Dewa seperti layaknya lima tahun yang lalu.
Mungkin karena rasa cinta Luna kepada Dewa masih ada membuat Luna tidak mempermasalahkan jika Dewa menyentuh lagian dia juga masih berstatus sebagai istri nya Dewa kan.
"Ayah kita mau kemana lagi sih kita pulang yah Karla laper"rengek anak itu nampak sudah bosan dan kesal.
"Sebentar lagi yah sayang kita makan makanan terenak yang pernah Karla makan"ucap Dewa dengan tangan memeluk erat tangan Luna.
"Beneran yah?"ucap bocah itu nampak senang.
"Iya sayang tuh bentar lagi kita nyampe"ucap Dewa dengan telunjuk mengarah ke arah satu restoran mewah.
"Wah..bagus banget om!kita mau makan di sana om?"Tanya Adit seraya melihat dari jendela mobil bocah laki laki itu terlihat takjub melihat suasana restoran yang begitu mewah karena selama ini ia belum pernah melihat tempat tempat yang seharian ini ia kunjungi begitupun dengan Karla putri semata wayang Dewa dan Luna pun untuk kali pertama nya ia mengunjungi tempat tempat seperti itu.
Mereka pun masuk ke dalam restoran lagi lagi kedua bocah itu asing dengan suasana dalam restoran yang bernuansa romawi kuno itu pandangan bocah bocah itu tak henti hentinya tertuju kepada pengunjung restoran yang sedang menyantap daging steak dengan lahap,hal itu membuat Adit dan Karla sangat tergiur karena mereka belum pernah merasakan rasa dari makanan yang hanya bisa mereka lihat di iklan atau di gambar saja.
"Kak Adit ini kaya yang ada di iklan iklan yah"ucap Karla dengan polosnya sambil memegang tangan Luna ia tak henti hentinya melihat seluruh penjuru ruangan.
Melihat hal itu Dewa merasa kasian sekaligus merasa bersalah ketika melihat putrinya yang begitu tidak terbiasa dengan semua hal yang di lakukan seharian ini,andai saja kejadian di malam tasyakuran itu tak terjadi mungkin sekarang putrinya sudah terbiasa dengan hal seperti ini.
"Iya"ucap Adit tampak senang.
"Karla seneng dateng kesini sayang?"tanya Luna tersenyum melihat putrinya.
"Iya Bun Bunda juga seneng kan Dateng kesini?"ucap Gadis kecil itu sambil menoleh ke atas melihat ekspresi wajah Luna.
Luna hanya mengangguk sambil tersenyum kepada putrinya itu"Adit juga seneng kan sayang?"tanya nya kepada Adit.
"Iya Tan Adit seneng tapi gak ada ibu sama nenek di sini pasti kalo mereka ada di sini mereka juga seneng kaya Adit"ucap anak itu seketika terlihat murung.
__ADS_1