
Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah
Terima kasih:)
Lanjut.
"Ya gue pengen liat liat aja,tuh liat perlengkapannya lucu lucu banget"ucap Luna terlihat tak sabar ingin melihat lihat perlengkapan bayi yang ada di toko tersebut.
"Ya udah ayo"ucap Mela yang berjalan lebih awal daripada Luna.
Luna pun berjalan mengekor Mela sesampainya di toko perlengkapan bayi tersebut nampak Luna terlihat senang ketika melihat pakaian bayi untuk perempuan yang rata rata berwarna merah muda itu.
"Mel coba liat ini bagus yah"ucap Luna sambil memperlihatkan sebuah gaun untuk bayi perempuan berwarna putih dan pink kepada Mela.
"Wah iya Lun lucu banget andai aja gue sama mas Gani cepet punya bayi"ucap Mela sambil membayangkan bagaimana ia dan Gani ketika memiliki seorang putri.
"Heh,, Lo ngaur nikah dulu makannya"ucap Luna sambil menjitak kening Mela.
"AW sakit Lun"ucap Mela tersadar dari lamunannya.
Setelah cukup lama melihat lihat perlengkapan bayi akhirnya Mela pun keluar dari toko tersebut namun Luna malah berjalan menuju kasir toko tersebut dengan membawa beberapa perlengkapan bayi seperti sepatu dan pakaian untuk bayi perempuan entah kenapa ia sangat ingin membeli perlengkapan tersebut walaupun ia tak mempunyai bayi.
"Ya udah yuk Lun kita pulang gue udah cape nih"ucap Mela sambil berjalan keluar dari toko tersebut.
Namun ketika ia melihat kebelakang ia malah melihat Luna berjalan menuju kasir dengan membawa beberapa pakaian dan sepatu untuk bayi perempuan.
"Ya ampun Luna Lo apa apaan sih belum punya bayi juga pake segala beli perlengkapan buat baby"oceh Mela sambil melihat Luna yang sedang berada di depan kasir toko tersebut.
"Mbak tolong bungkus ini pake kotak yah"ucap Luna kepada kasih wanita di toko tersebut.
"Baik nona tolong tunggu sebentar yah"ucap kasir wanita tersebut dengan ramah.
Tak lama kemudian kasir itu pun kembali dengan membawa kotak cantik berisi barang yang Luna beli di toko tersebut.
__ADS_1
"Ini nona total nya jadi tiga ratus lima puluh ribu"ucap kasir wanita tersebut.
Luna pun memberikan black chart kepada kasir toko tersebut nampak kasir wanita itu terkejut melihat black chart yang di miliki Luna karena kartu tersebut di miliki oleh orang orang yang benar benar kaya.
"Eh,,mbak kenapa"ucap Luna ketika melihat kasir wanita tersebut ternganga ketika menerima black chart milik Luna.
"Eh ya ampun saya jadi bengong gara gara liat kartu ini,,soalnya ini pertama kalinya di toko kami ada yang bayar pake black chart kaya gini,,wah pasti nona bukan orang sembarangan yah"ucap kasir wanita itu sambil tersenyum kepada Luna.
Luna hanya tersenyum menanggapi kasir tersebut"Silahkan nona ini barangnya dan ini kartunya"ucap kasir itu sambil memberikan barang yang Luna beli tadi dan kartu milik Luna.
"Makasih yah mbak"ucap Luna sambil tersenyum kepada kasir toko tersebut kemudian berjalan keluar dari toko tersebut.
"Ya ampun Luna Lo ngapain sih pake beli barang yang gak penting itu,Lo kan gak punya bayi"oceh Mela kesal menunggu lama Luna yang berada di dalam toko perlengkapan bayi tadi.
"Ya gapapa lah Mel gue cuman pengen beli aja siapa tau nanti Lo hamil kan ini nanti gue kasihin ke Elo"ucap Luna sambil menunjukkan tas belanjanya kepada Mela.
"Ah,,ya udah lah terserah Lo"ucap Mela sambil berjalan pergi meninggalkan Luna.
Skiip.
Sesampainya di apartemen milik Dewa mereka berdua pun langsung berbaring di atas ranjang milik Luna dan membiarkan barang belanjaan mereka berserakan di lantai.
"Lun,,Lo masih inget gak sama Om Daniel"ucap Mela sambil menoleh kearah Luna.
"Iya inget Om Daniel yang ambil keperawanan Lo bukan"ucap Luna dengan mata tertutup.
"Iya si brengsek itu"ucap Mela.
"Emang kenapa sama si brengsek itu,bukannya Lo gak mau sebut sebut nama dia lagi"ucap Luna sambil menoleh kearah wajah Mela.
"Dia itu suaminya mbak Risa Lun"ucap Mela.
Mendengar hal itu seketika Luna bangkit dari berbaringnya"Hah,, suaminya?bukannya nama suaminya itu Dewa sama kaya pacar gue mas Dewa"ucap Luna terkejut dengan ucapan Mela.
__ADS_1
"Nah itu gue juga aneh kenapa Mbak Risa sebut sebut nama Dewa sedangkan suaminya itu Om Daniel si brengsek itu"ucap Mela sambil bangkit dari berbaringnya.
"Emang Lo tau dia suaminya mbak Risa dari mana?"ucap Luna bertanya-tanya.
"Pas gue lagi liburan ke Bali kemarin gue ketemu mbak Risa sama si brengsek itu liburan bareng,kalo bukan suami istri terus
hubungan mereka berdua itu apa"ucap Mela.
"Hah,,apa mungkin mbak Risa itu selingkuh sama Om Daniel"ucap Luna tak percaya dengan apa yang dia pikirkan.
"Ah,,mana mungkin mbak Risa itu kaya orang baik baik mana mungkin dia selingkuh"ucap Mela tak percaya.
"Terus yang namanya Dewa itu siapa?"ucap Luna masih gelisah takut Dewa yang selama ini bersamanya adalah suami dari Risa itulah yang ada di pikiran Luna sskarang.
"Apa mungkin Om Daniel itu udah bohongi kita dengan ngaku ngaku sebagai Daniel padahal nama aslinya itu Dewa"ucap Mela.
"Eh,,iya juga yah,,huhh kalo emang om Daniel udah bohongi kita berarti dugaan gue selama ini salah"ucap Luna sambil mengusap dada.
"Hm?"ucap Mela tak mengerti.
"Setelah mbak Risa ngomong kalo suaminya itu namanya Dewa gue jadi kepikiran kalo mas Dewa itu udah punya istri soalnya mas Dewa juga kan CEO trus suaminya mbak Risa juga CEO"ucap Luna mengungkapkan kegelisahan nya setelah mendengar kesamaan dari Dewa pacarannya dan Dewa suami dari Risa.
"Hahaha,,ya ampun Luna segitu takutnya Lo sama si Dewa,ya gak mungkin lah,lagian yang namanya Dewa yang jadi CEO itu banyak Luna, Lo tenang aja gak mungkin pacar Lo itu suaminya mbak Risa"ucap Mela sambil tertawa melihat Luna.
"Iya juga yah tapi gue masih agak aneh sama ini semua"ucap Luna terlihat masih gelisah.
"Udah lah Lun jangan mikirin yang enggak enggak, mendingan kita beresin belanjaan kita"ucap Mela sambil turun dari ranjang tersebut dan langsung memungkinkan barang belanjaan nya.
Pikiran Luna masih terbayang bayang dengan kesamaan dari Dewa kekasihnya dan Dewa suami dari Risa,ia terus berpikiran bahwa Dewa kekasihnya itu sudah beristri namun ucapan Mela juga ada benarnya mungkin saja Dewa itu adalah Daniel yang mereka kenal.
~
Salam Author;)
__ADS_1