Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 32


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Votenya Yah


Terima kasih:)


Lanjut


Mela yang terkejut dengan tangan yang memegang pundaknya tersebut seketika langsung menoleh kearah orang yang memegang pundaknya itu dan betapa terkejutnya ia ketika melihat pria yang sangat ia kenal berada di samping wanita tersebut, begitu pun dengan pria tersebut ia sama terkejutnya dengan Mela.


"Eh..Mbak yang tadi yah.."ucap Mela dengan canggung.


"Oh iya kita belum sempet kenalan,,kenalin nama saya Risa"ucap wanita tersebut sambil menjabat tangan Mela.


"Mela"ucap Mela dengan canggung.


"Oh dan ini pacar saya,,mas kenalin ini Mela perempuan yang aku ceritain tadi ke kamu"ucap Risa kepada pria yang dududk disampingnya.


"Oh jadi ini sayang perempuan yang kamu ceritain sama aku tadi,,wah senang sekali bisa bertemu dengan anda disini,,nama saya Daniel"ucap pria tersebut sambil menjabat tangan Mela.


"Mela"ucap Mela dengan tangan gemetar.


"Huh.. untuklah mas Daniel kayanya udah gak ngenalin gue lagi deh"ucap batin Mela.


"MELLA,,anda pasti tidak akan melupakan nama saya ini bukan"ucap Daniel dengan tatapan mata penuh arti kepada Mela.


"Ma a aksud anda"ucap Mela terkejut ketika mendengar ucapan Daniel.


"Whatt ternyata si brengsek ini masih inget sama gue"ucap batin Mela.


"Ah..mungkin maksud mas Daniel,,setelah ini pasti mbak Mela gak bakal lupa sama namanya"ucap Risa sambil tersenyum kepada Mela.


"Iya kan mas"sambung Risa sambil memegang tangan kekasihnya itu.


Daniel hanya mengangguk"Oh gitu yah"ucap Mela yang masih terkejut itu.


"Eh.. ngomong ngomong suami mbak Mela kemana yah?saya penasaran laki laki kaya gimana sih suami mbak Mela itu,pasti dia itu laki laki tampan bukan"ucap Risa terlihat sangat penasaran.


"Mmm...pasti dia laki laki paling beruntung karena dapat istri secantik mbak Mela ini"ucap Risa sambil tersenyum kepada Mela.


"Ah..Mbak Risa bisa aja"ucap Mela nampak malu denfan ucapan Risa.


"Kamu jangan terlalu memuji orang seperti itu,,belum tentukan suaminya itu tampan seperti yang kamu bilang"ucap Daniel dengan dingin sambil menatap layar ponselnya.


"Eh..mas kok ngomongnya gitu sih,,maafin ucapan mas Daniel yah mbak Mela"ucap Risa meminta maaf kepada Mela.

__ADS_1


"Gapapa kok Mbak Risa lagian suami saya masih muda kok ganteng lagi,,kalo mbak Risa mau liat sebentar lagi dia dateng kok"ucap Mela memanas-manasi Daniel.


"Wah saya penasaran banget mbak..emang lagi kemana suaminya"tanya Risa penasaran.


"Dia lagi ke toilet mbak paling sebentar lagi dateng"ucap Mela dengan angkuh membuat Daniel hanya memutar bola matanya.


"Sayang supir aku barusan ngirim pesan katanya dia udah ada di depan"ucap Daniel kepada Risa.


"Oh udah ada yah"ucap Risa.


"Yah gak jadi dong liat suami mbak Mela"ucap Risa.


"Gapapa Mbak siapa tau nanti kita ketemu lagi"ucap Mela sambil tersenyum kepada Risa.


"Tapi gue harap gue gak bakal ketemu lagi sama kalian"ucap batin Mela.


"Sayang ayo"ucap Daniel sambil menjulurkan tangannya kepada Risa.


"Ya udah ayo,mbak Mela saya duluan yah semoga kita bisa ketemu lagi,byy mbak Mela"ucap Risa sambil melambaikan tangannya kearah Mela.


Mela membalas lambaian tangan dari Risa dengan napas lega ia kembali duduk"Huh..lega banget gue rasanya.."ucap Mela sambil mengelus dada nya.


"Semalem gue mimpi apa sih sampai bisa ketemu si bedebah brengsek itu lagi"ucap Mela sambil menatap punggung pasangan itu yang semakin menjauh itu dengan tatapan tak suka.


"Baby"teriak Gani dari kejauhan.


"Ayo kamana Baby"ucap Gani pura pura tak mengerti apa maksud Mela.


"Kita ke hotel lah Baby"ucap Mela.


"Oh...ke hotel"ucap Gani sambil menganggukkan kepalanya.


"Hm...pasti kamu udah gak sabar pengen ehemm ehemm ya kan"ucap Gani berusaha menggoda Mela.


"Ehem ehem apa sih aku gak ngerti"ucap Mela pura pura tak mengerti apa maksud Gani.


"Tapi mas pengen loh"ucap Gani kembali menggoda Mela.


"Ih..Baby udah nanti aja"ucap Mela sambil mencubit tangan Gani.


"Awww sakit tau"rintih Gani.


"Yaudah makannya ayo"ucap Mela.

__ADS_1


"Iya iya ayo"ucap Gani sambil menggandeng tangan Mela.


Ditempat lain.


Tepatnya di apartemen tempat tinggal Dewa nampak kini Luna dan Dewa hanya saling diam satu sama lain tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka berdua,hingga Luna pun muak dengan Dewa yang terus mengacuhkankanya dan langsung beranjak dari tempat duduknya untuk pergi dari rumah mewah itu.


"Kamu mau kemana?"ucap Dewa dingin.


"Pulang"ucap Luna singkat.


Mendengar hal itu sontak Dewa pun langsung berlari untuk mencegah Luna pergi dari rumahnya"Jangan dong sayang"ucap Dewa sambil memeluk tubuh Luna dari belakang.


"Ih..lepasin"ucap Luna kesal.


"Jangan kaya gini dong sayang masa perihal nasi uduk doang kamu tega ninggalin mas"ucap Dewa sambil membenamkan wajahnya di leher Luna.


"Apaan sih"ucap Luna sambil menyingkirkan wajah Dewa dari pundaknya.


"Kamu udah gak sayang sama mas"ucap Dewa melepas pelukannya dan membalikan tubuh Luna menjadi kehadapannya.


"Ngomong apa sih kamu mas,,bukannya kamu yang udah gak sayang sama aku"ucap Luna yang kesal.


"Mas sayang sama kamu Lun"ucap Dewa sambil menarik tubuh Luna kedalam pelukannya.


"Alah bohong kamu mas"ucap Luna langsung melepas pelukan dari Dewa.


"Buktinya kamu terus cuekin aku,kamu kasarin aku,,bukannya udah jelas kalo kamu udah gak sayang sama aku mas"ucap Luna dengan amarah yang memuncak.


"Mas sayang sama kamu,mas cinta sama kamu,tolong jangan kaya gini dong sayang"ucap Dewa kembali memeluk Luna.


"Maafin mas yah sayang karna udah buat kamu gak nyama sama sikap mas,maafin mas yah"sabung Dewa.


Dewa nampak sangan sungguh sungguh dengan ucapannya itu membuat Luna kembali luluh dengan ucapanya itu"Maafin mas yah sayang"ucap Dewa beralih menatap wajah Luna dengan tatapan meyakinkan.


Melihat kesungguhan dari mata Dewa Luna pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia sudah memaafkan kesalahan Dewa,melihat Luna anggukan kepala dari Luna Dewa pun kembali menarik Luna kedalam pelukannya.


"Makasih ya sayang,,mas janji gak akan ngulagin kesalahan yang sama lagi"ucap Dewa.


"Iya mas sama sama,,tapi kamu janji yah gak gitu lagi sama aku"ucap Luna dengan membalas pelukan dari Dewa.


"Iya sayang mas janji sama kamu jadi jangan coba coba buat pulang lagi yah"ucap Dewa beralih menatap wajah Luna dan tersenyum kepada Luna.


~

__ADS_1


Salam Author;)


Ceritanya makin gak jelas yah:/


__ADS_2