Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 47


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah


Terima kasih.


_


Dewa pun bangkit dari tempat duduk tersebut dan langsung menghampiri Luna yang masih terbaring di atas ranjang rumah sakit dan langsung memegang tangan Luna dengan tatapan sendu.


"Mas gak tau harus seneng atau sebaliknya Lun"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna yang masih terlihat pucat.


"Maafin mas yah"ucap Dewa seperti menyesal dengan semua perbuatan yang ia lakukan kepada Luna.


Nampak Dewa meneteskan air matanya sambil menggenggam erat tangan Luna,ia merasa sangat menyesal dengan apa yang telah ia lakukan kepada Luna tadi pagi.


"mm,,mas kok kamu nangis sih"ucap Luna dengan suara serak.


Mendengar suara Luna sontak Dewa langsung mengusap wajah Luna"Aahhh,, syukurlah kamu udah sadarkan diri,kamu gapapa kan sayang?"ucap Dewa sambil menatap sendu wajah Luna.


"Aku gapapa kok mas cuma agak pusing sedikit"ucap Luna sambil tersenyum dan langsung menghapus air mata dari pipi Dewa,nampak Dewa hanya tersenyum melihat Luna yang begitu perhatian kepada dirinya.


"Kalo gitu mas panggilin dokter yah"ucap Dewa sambil bergegas untuk memanggil dokter namun tangan di cengkram oleh Luna.


"Gak usah mas aku gapapa kok"ucap Luna sambil tersenyum kepada Dewa, mendengar hal itu Dewa pun kembali duduk sambil memegang erat tangan Luna sambil terus menciuminya.


"Maafin mas yah sayang"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna.


"Hm?buat apa mas emang mas punya salah sama aku"ucap Luna merasa aneh dengan sikap Dewa.


"Mas minta maaf karena tadi pagi mas udah bentak kamu mas udah marahin kamu padahal kondisi kamu saat ini lagi ngandung anak kita,,mas bener bener minta maaf yah sayang"ucap Dewa sambil mengusap perut Luna yang masih rata itu.

__ADS_1


Mendengar hal itu sontak Luna terkejut dengan ucapan Dewa yang menyebut bahwa dirinya sedang mengandung anak darinya.


"Ngandung?maksud kamu aku lagi hamil gitu mas?"ucap Luna tak percaya sekaligus terkejut dibuatnya.


"Iya sayang kamu lagi hamil"ucap Dewa sambil tersenyum bahagia dan kembali mengelus perut Luna.


Sementara itu Luna hanya terdiam setelah mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung anak dari laki laki yang kini sedang bersama dirinya,ia bukannya tak senang dengan kehadiran calon buah hati yang kini masih di dalam perut nya namun ia masih belum siap dengan kehamilannya ini karena ia masih berstatus sebagai kekasih dari Dewa bukan sebagai istri dari Dewa.


Melihat Luna hanya terdiam dengan tatapan kosong membuat Dewa sangat khawatir ia berusaha untuk membangunkan Luna dari lamunannya"Sayang,, sayang"ucap Dewa berusaha menyadarkan Luna dari lamunan kosong nya.


Seketika Luna tersadar dari lamunannya dan langsung bangkit dari berbaringnya"Mas kamu harus nikahin aku sekarang"ucap Luna dengan tiba tiba,membuat Dewa sangat terkejut atas pernyataan dari wanita nya itu.


"Se e e e cepat itu sayang?"ucap Dewa terkejut dengan permintaan dari Luna.


"Ya iyalah mas sekarang karena aku gak mau jadi buah bibir banyak orang karena aku hamil di luar nikah,dan ini juga buat kebaikan anak kita nanti mas jadi kamu harus nikahin aku sekarang juga"ucap Luna memohon kepada Dewa.


"Tapi apa mas, bukannya kamu udah janji sama aku buat nikahin aku hakh?kamu sayang kan sama aku,kamu cinta kan sama aku mas?"ucap Luna terus berbicara dengan menangis membuat Dewa semakin merasa bersalah kepada dirinya namun disisi lain Dewa sedang dilanda kebingungan karena harus menikahi wanita yang ia klaim sebagai wanita pemuasnya.


Melihat Dewa hanya terdiam membuat Luna sangat marah karena ia berpikir bahwa Dewa tak ingin menikahi nya"kenapa kamu diem mas?,,,ohh aku tau kamu gak mau nikahin aku kan mas?"ucap Luna dengan air matanya menetes dari mata nya.


"Hakhh,,,oke dengan kamu yang terus diam membisu kaya gini aku udah tau jawabannya,kamu gak mau tanggung jawab kan mas?ya udah aku gak bakalan maksa kok mas"ucap Luna dengan emosi karena Dewa hanya terdiam tak mengatakan sepatah kata apapun untuk menjawab pertanyaan Luna.


Dengan hati yang sangat marah Luna mencabut jarum infusan yang masih menusuk ditangannya itu dengan sangat kasar membuat darah mengucur dari tangannya,Luna kemudian berlari pergi meninggalkan Dewa.


Dewa nampak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Luna"Sayang ini bukan seperti yang kamu kira"ucap Dewa sambil berlari menyusul Luna.


"Lun Lo gapapa kan?"ucap Gani ketika melihat Luna keluar dari ruangan IGD tersebut,namun Luna tak menjawab pertanyaan dari Gani ia kembali berlari membuat Gani merasa aneh.


"Si Luna aneh banget"ucap Gani sambil kembali duduk di kursi tunggu yang ada di sebelah pintu ruangan tersebut,namun tiba tiba Dewa datang sambil memanggil manggil nama Luna.

__ADS_1


"Bro si Luna gapapa kan"ucap Gani sambil kembali berdiri.


"Lo liat si Luna lari kemana?"ucap Dewa kepada Gani.


"Dia lari ke sana bro emang ada apa sama si Luna kenapa dia lari kaya gitu sih bro?"ucap Gani yang tidak si jawab oleh Dewa.


"Udah jangan banyak tanya mending sekarang Lo ikut gue buat kejar si Luna"ucap Dewa sambil menarik tangan Gani.


"Hah jadi tadi si Luna itu kabur?"ucap Gani sambil berlari menyusul Dewa.


"Iya Lo bukanya cegah dia"ucap Dewa bergegas mencari Luna.


"Bro itu si Luna bro"ucap Gani ketika melihat Luna sedang berada di lobi rumah sakit tersebut.


Melihat hal itu Dewa dengan sekuat tenaga berlari menghampiri Luna dengan sigap ia langsung memegang tangan Luna membuat Luna terkejut dibuatnya.


"Lepasin aku mas lepasin"ucap Luna berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Dewa yang menyengram tangannya.


"Dengerin dulu penjelasan mas sayang mas gak bermaksud buat kaya gitu sama kamu dan anak kita"ucap Dewa berusaha membujuk Luna.


"Penjelasan apa sih mas, penjelasan bahwa kamu gak mau tanggung jawab sama aku dan bayi kamu kan mas"ucap Luna terlihat sangat emosi ketika melihat wajah Dewa.


Keributan itu membuat semua orang yang berada di lobi rumah sakit tersebut membicarakan mereka berdua terlebih lagi kepada Dewa semua orang yang melihat dan mendengar ucapan Luna seakan akan memandang Dewa sebagai laki-laki yang tidak bertanggung jawab dan tidak punya hati nurani karena enggan untuk bertanggung jawab dengan kehamilan dari perempuan yang sedang menangis keras di lobi rumah sakit tersebut.


"Duh kenapa jadi runyem kaya begini si mana kayanya si Luna lagi hamil lagi"ucap Gani yang kebingungan dengan keributan yang dibuat oleh Luna dan Dewa.


~


Salam Author;)

__ADS_1


__ADS_2