Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 58


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah


Terimakasih:)


Lanjut


Suara gemuruh dari mesin kendaraan terdengar sangat jelas,panas dari mesin kendaraan di sana pun menjadi penghangat bagi tempat tersebut,banyak orang dengan membawa tas besar naik turun beberapa bus yang ada di sana begitupun juga dengan Luna.


"Teteh yakin mau pergi?"tanya Ali dengan wajah sendu.


"Apa teteh gak mau dengerin dulu penjelasan pak Dewa?"


Dengan menghirup nafas panjang Luna menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dengan tatapan yakin.


"Enggak Li teteh udah liat semua kok"ucap Luna kembali tersenyum kepada Ali.


"Jadi teteh mohon banget sama kamu tolong jangan kasih tau siapapun kalo teteh pergi ke Jakarta yah,teteh gak mau kalo sampai laki laki itu tau keberadaan teteh"


"Tapi teh.."ucap Ali nampak ragu.


"Li tolongin teteh yah"ucap Luna sambil menggenggam kedua tangan Ali.


Ali pun dengan yakin menganggukkan kepalanya walau mungkin ia tidak akan bertemu dengan wanita yang ia sukai tapi setidaknya ia bisa membantunya untuk terakhir kalinya.


Melihat anggukan kepala dari Ali Luna pun tersenyum lega begitupun Ali ia tersenyum ketika melihat senyuman mengambang di wajah Luna,ia sangat senang karena Luna tidak lagi menangis.


"Makasih banyak Li teteh bener bener berhutang banyak sama kamu"ucap Luna nampak Lega


"Sama sama teh"ucap Ali tersenyum.


"Teteh percaya sama kamu sekali lagi makasih yah Li,,,,ya udah kalo gitu teteh berangkat dulu yah tolong jaga rahasia ini oke"ucap Luna sambil berbisik tepat di telinga Ali membuat jantung pemuda tersebut berdegup kencang dibuatnya.

__ADS_1


"Dahh Ali"ucap Luna berpamitan untuk yang terakhir kalinya kepada Ali namun bak di sengat listrik pemuda tersebut nampak hanya berdiri mematung setelah mendapat bisikan hangat dari wanita yang ia sukai jantungnya berdegup kencang hingga ia menelan ludah di buatnya.


Tersadar dari lamunan panjangnya ia langsung berlari kearah Luna yang ingin menaiki bus dan langsung menarik tangan Luna.


"Teh"ucap Ali


Seketika Luna berbalik kearah orang yang memegang tangannya"Ali,ada apa?"ucap Luna terkejut.


"Ini teh buat teteh"ucap Ali sambil memberikan sebuah benda dari sakunya kepada Luna.


"Ini kan.."ucap Luna hendak mengembalikan barang yang di berikan Ali kepada dirinya.


"Udah teh ambil aja"ucap Ali.


"Enggak ah teteh gak mau ini kan handphone kamu loh kamu kan butuh buat belajar Li"tolak Luna.


"Ambil aja teh anggap aja ini kenang kenangan dari Ali buat teteh dan supaya teteh bisa terus berkomunikasi sama Ali,lagian masih ada kok handphone lama Ali di rumah"ucap Ali kembali memberikan ponsel tersebut kepada Luna.


Luna nampak Ragu untuk menerima hadiah tersebut"Ini beneran nih buat teteh?"ucap Luna.


"Kamu ikhlas gak?"


"Ikhlas teh udah tuh kendek nya udah manggil manggil manggil"ucap Ali.


"Oh iya kalo begitu teteh pamit dulu yah makasih buat handphone nya kalo teteh ketemu pasti teteh ganti oke"ucap Luna sambil memasukkan ponsel tersebut kedalam tas selempang nya.


Merasa sedih karena tidak akan bertemu lagi dengan Luna seketika Ali memeluk tubuh Luna,nampak wanita tersebut terkejut dengan apa yang dilakukan pemuda tersebut.


"Ali kamu kenapa?"


"Ali bakalan kangen sama teteh hati hati dijalan teh semoga teteh selamat sampai tujuan"ucap Ali dengan memeluk Luna.

__ADS_1


Nampak Wanita tersebut memejamkan matanya tak kuasa menahan air mata yang ingin keluar untuk kesekian kalinya karena terpaksa harus pergi meninggalkan orang orang yang baik kepada dirinya.


"Haah..ya udah Li teteh berangkat dulu yah makasih udah bantu teteh pasti suatu hari kalo kita ketemu teteh bakal balas semua kebaikan kamu"ucap Luna sambil menghapus air mata di pipinya.


Luna pun pergi meninggalkan Ali yang hanya berdiri melihat kepergian dirinya,sekilas air mata kembali menetes ketika ia mengingat kejadian beberapa jam lalu yang membuat hatinya hancur dalam sekejap.


Kini hanya penyesalan di dirinya karena telah percaya kepada orang baru begitu saja,Luna terlalu di buat kan oleh cinta Dewa yang palsu hingga tak ada rasa curiga sedikitpun di benak nya dulu dan kini setelah semuanya kebohongan Dewa terungkap ia benar-benar sangat menyesal dan merasa sangat bodoh.


_


Sementara itu di rumah Dewa kekacauan terjadi Risa mengamuk dan menyakiti semua orang yang mencoba untuk menenangkannya,ia marah dan tak terima karena Dewa ingin menceraikan dirinya.


Sementara itu Dewa pemilik rumah tersebut malah pergi begitu saja dan tak ingin mengurusi Risa yang sedang mengamuk di sana.


"Lo harus ke rumah sakit Wa"bujuk Gani berjalan cepat menyusul Dewa yang berjalan sangat cepat.


"Gak gue gak perlu ke rumah sakit,gue harus cari Luna secepatnya"ucap Dewa dengan berjalan tergesa-gesa.


Dewa nampak tergesa gesa berjalan ke arah mobil dengan wajah cemas ia langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi meski tangan kanan terasa sangat sakit akibat benturan pada benda tumpul tadi.


Rasa menyesal kini menyelimuti hatinya terlihat dari wajah pria tampan tersebut yang menunjukkan bahwa ia sangat menyesal telah berbohong kepada wanita yang kini sedang mengandung anak darinya serta ia merasa betapa bodohnya ia hingga tak mengetahui bahwa istri nya telah berselingkuh dengan pamannya sendiri.


"Kamu dimana sayang"ucap Dewa menangis.


"Mas khawatir sama kamu sayang,kamu dimana sayang"Dewa terus mengoceh merasa sangat bersalah karena telah berbohong kepada istri sirinya.


Dewa benar benar sangat menyesal andai waktu bisa ia putar kembali mungkin kini Luna masih berada di dekatnya mendengar kan semua penjelasan darinya.


Mereka berdua telah di butakan oleh cinta mereka masing masing hingga mereka tak sadar bahwa sebenarnya merekalah yang menjadi korban dari cinta mereka sendiri.


Dewa terlalu di butakan oleh cintanya kepada Risa hingga tak sadar bahwa selama tiga tahun ia telah dikhianati oleh sang istri, begitupun dengan Luna ia terlalu di butakan oleh cintanya kepada Dewa hingga tak terpikir di benaknya bahwa Dewa ternyata sudah memiliki istri.

__ADS_1


~


Salam Author;)


__ADS_2