Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 14


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote nya yah


Terima kasih:)


Lanjut.


"Tat..tapi mas"ucap Luna yang enggan melakukan hal itu.


Meski Luna terbilang cukup nakal dan selalu berpenampilan seksi tetapi ia tak berani untuk tampil vlgar dihadapan seseorang meskipun itu bersama Mela sekalipun ia tak berani melakukan hal itu dan walau bisa di bilang Luna itu wanita yang tak punya malu tapi soalan berpenampilan vlgar di hadapan seseorang ia merasa sangat malu.


"Ayolah sayang kamu nurut aja gak usah malu-malu lagian mas udah liat semuanya kok"ucap Dewa mencoba membujuk Luna untuk melakukan perintahnya.


"Tat..tapi mas a..akuu"ucap Luna ragu untuk mengatakan bahwa dirinya enggan untuk melakukan hal itu.


"Kenapa hm?apa mau sekalian di pakein bajunya sama mas?"ucap Dewa sambil mengernyitkan dahi dan mengangkat kedua alisnya.


"Eh..engga usah mas"ucap Luna terkejut ketika mendengar perkataan.


"Ya sudah kalo begitu lakukanlah"ucap Dewa sambil mempersilahkan Luna untuk memakai pakaiannya.


"Aduh mas Dewa m*sum banget sih "ucap batin Luna.


Luna terpaksa harus menuruti keinginan Dewa meski dengan wajah yang memerah karena menahan rasa malu ia tetap melakukan hal yang di inginkan Dewa.


Meski dengan terpaksa Luna langsung melepas handuk yang melilit thubuh nya di hadapan Dewa sedangkan Dewa hanya menatap puas melihat ke indahan pemandangan yang ada di depan itu.


Dengan tergesa-gesa Luna memakai pakaian yang tadi ia ambil dari dalam lemari besar yang ada di kamar itu,ia sungguh malu harus melakukan hal yang sangat privasi di hadapan Dewa.


"Mau kemana?"tanya Dewa ketika melihat Luna berjalan kearah pintu.


"A..aku mau keluar sebentar mas"ucap Luna sambil menghentikan langkahnya.


"Keluar kemana?"ucap Dewa sambil turun dari ranjangnya dan berjalan menghampiri Luna.

__ADS_1


"Aku mau beli sesuatu mas"ucap Luna sambil membalikan tubuhnya kearah Dewa.


"Mau beli apa hm.."ucap Dewa sambil membungkuk menyamakan tingginya Dengan Luna.


"Maa..maa..oh iya aku mau beli obat, iya beli obat aku sakit kepala soalnya mas,aduhhh sakit"ucap Luna sambil berpura pura memegang kepalanya yang tidak sakit sama sekali.


Luna kebingungan mencari alasan supaya dia bisa keluar dari apartemen tersebut untuk membeli pil yang tadi pagi Mela tunjukan kepadanya untuk berjaga jaga jika ia berhubungan dengan Dewa ia tak akan hamil.


"Benarkah"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna dan terus berjalan maju hingga Luna terpojok di pintu kamar tersebut.


Luna hanya mengangguk dengan ekspresi wajah seperti ketakutan"Lalu kotak yang menempel di dinding itu apa?"ucap Dewa sambil menunjukan jari telunjuknya ke arah kotak P3K yang menempel di dinding dekat pintu kamar tersebut.


"Oh..iya aku gak liat mas hehhh.."ucap Luna sambil menengok ke arah kotak P3K yang berada di sampingnya ia berpura pura tidak mengetahui keberadaan kotak tersebut padahal sedari tadi ia melihatnya.


"Ya udah aku mau cari obat sakit kepalanya"ucap Luna sambil ingin melangkah ke arah kotak tersebut tetapi.


"Aww.."pekik Luna ketika Dewa mencengkeram erat bahunya dan membalikan tubuh Luna dengan cara yang kasar.


Melihat tatapan tajam Dewa membuat Luna ketakutan tetapi ia berusaha untuk bersikap tenang dan masih bisa mengelak"Mas kamu ini apa apaan sih sakit tau,,kan tadi aku udah bilang aku mau beli obat tapi karena udah ada obatnya ya udah aku gak jadi buat beli obatnya"ucap Luna sambil menyingkirkan tangan besar berotot itu dari bahunya,ia berusaha menahan rasa takutnya dengan berpura-pura berbicara santai dihadapan Dewa.


"Jawab jujur sayang tadi kamu mau kemana hm.."ucap Dewa dengan lembut sambil memegang dagu Luna.


"Tadi kan aku udah bilang sama kamu aku tadi mau keluar karena mau beli obat"ucap Luna menegaskan.


"Benarkah"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna dengan tatapan penuh arti.


Luna kembali mengangguk sementara Dewa nampak seperti memikirkan sesuatu nampak dari ekspresi wajah"Baiklah,, silahkan minum obatnya mas gak mau kamu sakit"ucap Dewa sambil berjalan meninggalkan Luna,tetapi Luna merasa aneh kepada Dewa karena Dewa seperti merencanakan sesuatu ketika menatap wajah Luna.


Luna pun berpura pura meminum obat tersebut dengan hati tak tenang karena ia takut Dewa akan menagih janjinya untuk bergulat di atas ranjang.


"Aduh..gimana ini mas Dewa tau gak yah kalo gue udah engga datang bulan,,kalo dia tau....


ah udahlah gue pasrah mau gimana gimana juga"ucap bati Luna prustasi memikirkan nasibnya malam ini.

__ADS_1


Luna pun menghampiri Dewa yang sudah berada di atas ranjang"Mas"ucap Luna tersenyum kepada Dewa dan duduk di pinggir ranjang.


"Kesini dong sayang"ucap Dewa sambil membalas senyuman dari Luna.


Luna pun menaiki ranjang tersebut dan langsung memeluk tubuh Dewa"udah siap sayang"ucap Dewa sambil merangkul pundak Luna dan menatap wajah Luna.


"Hm??siap apa yah mas"ucap Luna berpura pura tidak mengerti apa maksud dari ucapan Dewa padahal Luna sudah mengerti apa maksud dari ucapan Dewa.


"Siap nepatin janji kamu lah sayang"ucap Dewa terkekeh.


"Janji?"ucap Luna masih berpura pura tak mengerti.


"Udah deh sayang kamu gak usah pura pura gak ngerti,mas udah tau kok kalo kamu udah engga"ucap Dewa yang tau bahwa Luna berpura pura tidak mengerti maksud dari ucapan dirinya.


"Emang harus sekarang yah mas?"ucap Luna seperti enggan tetapi takut untuk menolak.


"Iya sekarang"ucap Dewa dengan tatapan tak sabar.


"Tat..tappiiii..."ucap Luna sambil menunduk karena ia masih ragu untuk memberikan harta yang paling berharga miliknya itu kepada Dewa.


Seketika Dewa mengatakan wajah Luna dan langsung m*lumatnya b!bir Luna, sontak Luna terkejut dengan apa yang Dewa lakukan kepadanya.


"Okey Lun udah Lo harus percaya sama mas Dewa, dia itu pria baik gue yakin "ucap batin Luna berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri.


"Udah kali ini mas gak mau ada penolakan sedikit pun,kamu percaya kan sama mas"ucap Dewa setelah melepaskan tautan b!birnya.


Luna hanya menganggukkan kepalanya kini ia hanya pasrah dan berusaha yakin dan percaya kepada Dewa karena bagaimanapun juga ia telah berjanji kepada Dewa dan janji itu tak boleh ia ingkari.


Melihat Luna yang sudah siap menepati janjinya Dewa pun kembali ******* b!bir pink Luna yang kini menjadi mainan favoritnya sementara Luna berusaha menikmati setiap lvmatan yang di berikan Dewa dengan cara membalasnya.


~


Salam Author;)

__ADS_1


__ADS_2