Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 48


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah


Terima kasih:)


_


Semua orang di rumah sakit tersebut berkumpul untuk melihat pertengkaran Dewa dan Luna nampak semua orang di sana terus memperbincangkan mereka berdua.


"Kasian yah perempuannya"ucap beberapa orang yang sedang menyaksikan pertengkaran Dewa dan Luna.


"Iya yah kasian mana masih muda lagi,dasar yah tuh laki laki nya pengen enaknya doang tanggung jawab ogah"ucap salah satu ibu ibu sambil menatap kearah Dewa dengan tatapan tak suka.


Mendengar semua orang nampak menyalahkan Dewa sebagai laki-laki tak bertanggung jawab Gani pun angkat bicara.


"Ets ini gak seperti yang ibu pikirkan yah temen saya ini orang yang bertanggung jawab,jadi ibu ibu semua jangan pernah salah sangka"ucap Gani nampak membela Dewa.


Nampak semua orang di sana sedikit kesal dengan ucapan Gani dan terjadi adu mulut antara Gani dan ibu ibu di kerumunan tersebut namun tiba tiba saja ucapan Luna membuat semua orang di sana terkejut.


"Oke kalo emang kamu gak mau tanggung jawab aku bakal gugurin kandungan ini mas"ucap Luna dengan penuh amarah membuat semua orang terkejut mendengar.


"Lun tolong kamu jangan gegabah kaya gitu dong sayang,mas akan tanggung jawab mas janji tapi tolong kasih mas waktu"ucap sambil mencoba mendekati Luna.


"Kamu bohong mas!"teriak Luna dengan frustasi.


Semua satpam rumah sakit tersebut mencoba untuk membubarkan kerumunan di rumah sakit tersebut dan para dokter berusaha melerai pertengkaran Dewa dan Luna namun ketika dokter yang memeriksa Luna tadi ingin mendekati Luna untuk menenangkannya tiba tiba saja Luna mengambil salah satu alat operasi dari salah satu perawatan yang sedang berada di sana.


"Jangan coba coba kalian dekatin aku"ucap Luna sambil mengambil gunting bedah dari bak instrumen dari salah satu tangan perawatan yang ada di sana dan langsung mendekatkan nya pada bagian perut nya.


Semua orang di sana terkejut dan panik melihat Luna mendekatkan gunting bedah tersebut pada perutnya yang masih rata itu terlebih lagi dengan Dewa ia benar benar panik dengan aksi nekat Luna di barengi dengan kebingungan yang melanda hatinya Dewa benar benar tidak bisa berpikir jernih.

__ADS_1


"Sayang tolong kamu jauh-in gunting itu dari perut kamu yah,tolong kamu kasian sama calon bayi kita nanti yah sayang"ucap Dewa berusaha membujuk Luna dengan lembut.


"Aku gak peduli mas percuma aku ngandung baby ini kalo ayahnya sendiri gak mau tanggung jawab sama sekali, mending jabang bayi ini gak usah hidup"ucap Luna sambil menangis.


"Bu Luna saya mohon anda jangan melakukan hal seperti itu,karena bukan hanya calon bayi ibu saja yang akan celaka ibunya juga akan bernasib sama Bu"ucap Dokter wanita tersebut sambil berusaha mendekati Luna.


"Aku gak peduli"teriak Luna dengan seperti sudah kehilangan akal sehatnya.


"Lun coba Lo pikir,apa Lo gak sayang sama calon bayi Lo hah?si Dewa bakal tanggung jawab kok,iya kan bro?"ucap Gani sambil merangkul pundak Dewa sambil berbisik kepada Dewa.


"Cepetan Lo nikahin dia apa susah nya sih poligami itu gak dilarang sama agama dan negara juga asal Lo nya aja bisa bersikap adil,udah nikahin aja"bisik Gani kepada Dewa.


"Lo apa apaan sih Gan"ucap Dewa sambil melepaskan rangkulan tangan Gani dari pundaknya.


Luna yang melihat Dewa seperti enggan untuk menikahinya pun merasa sangat terpukul"Hakh,,ya udah kamu gak usah nikahin aku mas"ucap Luna dengan berlinang air mata ia berlari dan menjatuhkan gunting bedah tersebut dari tangannya.


"Lun Luna"ucap Gani sambil berlari mengejar Luna.


"Oke,mas bakal nikahin kamu...sekarang"ucap Dewa dengan lantang.


Seketika langkah Luna terhenti dan langsung berbalik melihat ke arah Dewa dengan mata berkaca-kaca ia menatap Dewa kesal seolah Dewa mempermainkannya namun di satu sisi ia juga senang karena akan di persunting oleh Dewa.


Dewa benar benar tidak memiliki pilihan lain selain harus menikahi Luna,meski ia sangat benci akan kata poligami namun kini ia terpaksa harus menjalani nya karena harus bertanggung jawab atas perbuatannya.


"Lo serius sama ucapan Lo Wa?"ucap Gani sambil menghampiri Dewa yang kala itu sedang berdiri sambil menatap kearah wajah Luna dengan tatapan meyakinkan


"Mau gimana lagi Gan gue terpaksa harus ngelakuin ini semua demi bayi gue"ucap Dewa sambil berbisik kepada Gani.


"Nah itu gue setuju"ucap Gani terlihat senang ketika dengan Dewa yang ingin menikahi Luna walau dengan keterpaksaan.

__ADS_1


"Gue mau Lo bawa anak buah gue kesini sekarang suruh mereka kasih uang ke semua orang di sini supaya mereka tutup mulut karena gue gak mau berita ini sampe ke telinganya Risa,kalo berita ini sampai ke telinga Risa dari salah satu orang yang ada di sini jangan segan segan buat habisin dia"bisik Dewa kepada Gani.


"Baik"ucap Gani yang kemudian pergi meninggalkan Dewa di sana.


Dewa pun berjalan untuk menjemput Luna yang kala itu hanya berdiri sambil menatap ke arah Dewa dengan tatapan penuh arti dan berlinang air mata,namun raut wajah Dewa yang kala itu tersenyum tiba tiba saja membelalakkan matanya ketika melihat gadis yang akan dinikahinya itu jatuh pingsan dihadapannya.


Dengan cepat Dewa berlari menghampiri Luna yang sudah tergeletak tak sadarkan diri di lantai rumah sakit"Lun bangun Lun"ucap Dewa yang kala itu panik melihat wajah Luna yang sangat pucat.


Semua dokter di sana langsung berlari kearah Luna dan Dewa nampak dengan cepat Dewa langsung memangku tubuh Luna.


"Perawat cepat bawa stretcher"ucap Dokter yang menangani Luna.


Dengan cepat para perawat di sana mengambil tandu dorong dari salah satu ruangan dan langsung membaringkan tubuh Luna yang sudah tak sadarkan diri masuk ke dalam salah satu ruang penang.


"Sok bagaimana kondisi dia sekarang"ucap Dewa kepada dokter yang sedang menangani Luna.


"Kondisi Bu Luna cukup lemah Pak saya sarankan Bu Luna untuk dirawat di sini satu sampai dua hari karena ditakutkan terjadi hal hal yang tidak terduga lainnya yang akan di alami oleh Bu Luna nantinya"ucap Dokter tersebut kepada Dewa.


"Begitu yah Dok"ucap Dewa sambil menganggukkan kepalanya.


~


Hai kakak kakak Author update lagi nih...


Maaf yah nunggu lama:)


Dan jangan bosen yah buat baca novel Pelacur Sang CEO


Author sayang kakak kakak:)

__ADS_1


Salam Author;)


__ADS_2