
Jangan Lupa Like Komen dan Vote nya yah
Terima kasih:)
Lanjut.
Ting.
Lift pun terbuka Luna pun berjalan menuju mobil taksi yang sudah ia pesan dan sudah menungunya di pinggir jalan dekat gedung rumah susun tempat ia tinggal, ketika ia sedang berjalan di halaman gedung ia kembali di suguhi pemandangan sekumpulan para ibu ibu yang selalu membicarakan tentang dirinya, dan benar saja ketika melihat Luna mereka langsung membicarakan Luna,Luna yang melihat kumpulan ibu ibu itu hanya menatapnya dengan malas.
"Aduh pagi pagi begini udah dapet bukingan aja tuh si jal*ng"ucap Bu Ani ketika melihat Luna yang sedang berjalan di halaman gedung.
Luna tak menghiraukan ucapan dari bu Ani ia hanya terus berjalan menuju taksi yang sudah menunggunya dan...
Pletak
Sebuah botol bekas air mineral berhasil mengenai kepala Luna"Aww.."rintih Luna sambil memegang kepalanya yang sakit lalu ia menengok kearah orang yang telah melemparinya.
"Oh tenyata si raja gosip yah yang lemparin gue pake botol bekas,,emang mau cari gara gara yah tuh orang "ucap batin Luna
"Eh..Luna gaada sofan santunnya sama sekali yah Lo jadi orang"ucap bu Ani sambil menarapi wajah Luna dengan tatapan tak suka.
"Oh iya saya lupa,,selamat pagi ibu ibu"ucap nya sambil tersenyum manis kepada ibu ibu yang sedang mengerumuni tukang sayur keliling.
"Ehh..jal*ng jangan belagu baik sama kita deh, wanita hina kaya Lo itu gak ada baik baiknya di mata kita yakan ibu ibu"ucap bu Tini yang seakan memancing amarah Luna.
"Iya"ucap ibu ibu kompak.
"Oh kayanya ni ibu ibu mau cari gara gara beneran nih sama gue,,gue ladenin ah.."ucap batin Luna sbil tersenyum miring.
"Ih..senyam senyum sendiri udah gila yah Lo"ucap bu Ani sambil menatap Luna dengam tatapan jiji kepada Luna.
"Eh.. saya gak gila kok tadi saya cuman lagi ngebayangin aja betapa bahagianya para bapak-bapak itu ketika Liat saya yang cantik dan seksi ini tadi"ucap Luna dengan nada suara centil.
"Dih emang gila tuh si jal*ng,,,bapak-bapak siapa coba yang dia sebutin makin ngaur aja Lo jal*ng"ucap bu Ani yang tak mengerti arti dafi ucapan Luna.
"Enggak saya gak ngaur kok ibu ibu maksud saya bapak-bapak itu suami suami ibu ibu pada,barusan mereka abis cuci mata loh sama saya"ucap Luna yang membuat emosi para ibu ibu itu naik seketika.
__ADS_1
Melihat wajah ibu ibu yang sudah memerah Luna langsung bergegas pergi meninggalkan kerumunan ibu ibu itu"Eh..bang sayur hati hati Loh mereka suka ngutang tau mending abang pergi aja dari sini keburu di utangin sama mereka"Teriak Luna kepada tukang sayur keliling itu.
Mendengar teriakan Luna seontak ibu ibu itu langsung mengejar Luna yang sedang berjalan menuju taksi yang sudah menunggunya,melihat ibu ibu itu mengejar dirinya sontak Luna terkejut da langsung berlari menuju taksi itu lalu masuk kedalam taksi tersebut.
"Pak ayo jalan"ucap Luna dengan napas ngos-ngosan.
"Haduh selamet selamet"ucap Luna sambil mengelus dadanya.
Skipp.
Luna pun turun dari taksi tersebut dan langsung berjalan menuju rumah kontrakan Mela.
Tok tok tok...
"Mel"ucap Luna sambil terus mengetuk pintu rumah Mela namun tak ada seorang pun yang membuka pintunya.
"Aduh si Mela kemana sih kok gak bukain bukain pintunya,,apa jangan jangan tuh anak masih enak enakan sama si Gani"ucap Luna sambil mengintip dari balik jendela rumah Mela.
"Ih..tampilan gue kok jadi kusut begini sih"ucap Luna ketika melihat patulan dirinya di jendela kaca rumah Mela sambil merapikan rambutnya yang sedari tadi kusut akibat di kejar kejar oleh gerombolan ibu ibu yang marah kepada dirinya.
"Ya ampun Mela Lo kaki Lo kenapa hah kok jalan Lo kaya gini sih"ucap Luna sambil membopong tubuh sahabatnya itu yang berjalan seperti sedang kesakitan.
"Gue gapapa Lun gue ini gue cuma sedikit berih kok"ucap Mela sambil memegang va g!nanya dengan tangan kanannya.
"Eh..ada Luna"ucap Gani yang baru turun dari mobil.
"Lo apain temen gue hah"ucap Luna sambil menatap tajam kearah Gani.
"Ets biasa aja dong matanya,,kita cuma main beberapa ronde aja kok,iya kan baby"ucap Gani sambil membawa Mela berjalan.
"Iya"Lenguh Mela sambil tersenyum kepada Gani.
"Besok mau lagi?"ucap Gani sambil menatap wajah Mela.
"Mauu"ucap Mela dengan nada centil.
"Eh..Mel anu Lo aja masih perih udah mau lagi aja nanti sobek Lo mau,,mana kunci rumah Lo"ucap Luna sambil mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Di tas gue Lun"ucap Mela yang masih memegangi va g!nanya itu.
Luna pun mengambil kunci tersebut di dalam tas soren milik Mela dan membuka pintu rumah tersebut dan membawa masuk Mela dibantu oleh Gani dan langsung membawa Mela kedalam kamarnya.
"Ya ampun Mela ini kamar atau gudang sih berantakan banget,,mana b r a sama c d ada di mana mana lagi Lo mau ganti apa mau jualan"oceh Luna ketika melihat kamar Mela yang sungguh berantakan.
"Hehehh..gue lupa buat beresin itu semua"ucap Mela yang berjalan sendiri menuju ranjangnya dan di susul oleh Gani.
"Dasar pemalas"ucap Luan memutar bola matanya dan ikut menghampiri Mela dan duduk di kursi meja rias yang ada di kamar Mela.
"Baby kalo nanti aku lagi mau kamu pake yang ini yah kayanya kalo kamu pake yang ini bakalan tambah menggoda deh"ucap Gani sambil menunjukkan sepasang pakaian dlm berwarna hitam.
"Siap baby"ucap Mela dengan nada seksi.
"Mel sekarang Lo beralih profesi jadi baby sugarnya dia"ucap Luna sambil mencoba lipstik merah milik Mela.
"Eh..Lun itu lipstik baru beli tau Lo maen pake aja gue aja yang belinya belum pake"ucap Mela sambil melepaskan boneka kearah Luna.
"Biarin"ucap Luna yang tak peduli dengan ocehan Mela.
"Baby aku pulang dulu yah"ucap Gani sambil mencium kening Mela.
Mela hanya menganggukkan kepalanya"Tapi kamu jadi kan mampir lagi ke tempat aku kerja"ucap Mela masih menggenggam tangan Gani.
"Iya bakalan jadi kok"ucap Gani sambil tersenyum kepada Mela.
Mendengar Gani akan pulang Luna pun langsung teringat akan Dewa"Gan abis dari sini Lo mau kemana"Tanya Luna kepada Gani.
"Mm..gue mau ke apartemennya si Dewa emang ada apa"ucap Gani sambil berjalan menuju pintu keluar kamar Mela.
"Bilangin sama si Dewa telpon gue kalo dia gak sibuk"ucap Luna yang bahagia ketika mendengar nama Dewa.
"Oke"ucap Gani kemudian pergi meninggalkan rumah Mela.
~
Salam Author;)
__ADS_1