
Lanjut
Keesokan harinya di pengadilan agama nampak Dewa yang di temani oleh sahabatnya Gani telah mengajukan gugatan cerainya terhadap Risa.
"Lo udah ngambil keputusan yang bener bro"ucap Gani seraya menepuk pundak Dewa.
"Dari dulu gue emang udah curiga sama si nek lampir itu apalagi pas gue ketemu om Daniel waktu di Bali gue pikir kok bisa kebetulan samaan sama si nek lampir itu,eh.. ternyata emang mereka lagi liburan bareng gila yah tuh orang"sambungnya sambil, menggeleng geleng kepala.
"Lo yang sabar aja yah bro gue tau Lo cinta banget sama tuh nek lampir dan gue tau Lo masih gak nyangka kalo wanita yang sangat sangat Lo cintai itu ternyata selingkuhan paman Lo sendiri"
"Udahlah gan gue males bahas dia lagi,gue malu sama diri gue sendiri karna mudah dibodohi sama mantan istri gue"ucap Dewa dengan penuh penyesalan di wajahnya.
"Mungkin ini karma untuk gue Gan karena udah permainin Luna yang tulus cinta sama gue"Sambungnya.
"Hah..ya udahlah terima aja karmanya bro sekarang kita lanjut cari bini Lo yang satunya lagi"ucap Gani sambil merangkul pundak Dewa dan berjalan menuju mobil Dewa yang terparkir di parkiran.
"Dasar Lo"ucap Dewa sedikit tersenyum sambil menepuk pundak Gani dengan keras.
"Sakit anjir"pekik Gani
Didalam mobil Dewa nampak hanya terdiam sambil memandangi layar ponsel nya dilihatnya foto foto kebersamaan nya dengan Luna beberapa hari yang lalu,Dewa hanya tersenyum melihat potret kebersamaan nya dengan Luna hingga tak terasa air mata jatuh tanpa sepengetahuan dirinya.
"Eh..ini foto apaan nih"ucap Gani sambil mengambil sebuah foto.
"Wih ini foto calon anak Lo yah bro?"ucap Gani sambil melihat foto hasil USG Luna yang tertinggal di dalam mobil.
Melihat hal itu Dewa langsung merebut foto tersebut dari tangan Gani ia baru ingat bahwa Luna menyimpan foto hasil USG nya di dalam mobilnya agar Dewa selalu ingat dengan calon bayinya,ia nampak tersenyum sambil meneteskan air mata nya ketika melihat foto janin dari calon bayinya,rasa penyesalan kembali menyelimuti hati Dewa.
__ADS_1
"Andai aja gue gak nyamperin Rissa mungkin sekarang Luna masih disini sama gue"ucap Dewa benar benar menyesal dengan semua perbuatannya kepada Luna.
Gani yang melihat Dewa menangis pun merasa simpati namun ia tidak bisa apa apa.
"Kamu dimana sayang mas khawatir sama kamu"
"Lo dimana sih Lun kita semua disini khawatir sama Lo,mana Lo kabur gak bawa handphone lagi kan susah"ucap Gani.
Setelah satu jam perjalanan Mobil yang di tumpangi Dewa dan Gani pun telah sampai di parkiran rumah susun tempat tinggal Luna dulu untuk mencari keberadaan Luna yang mungkin berada di sana.
"Bos"teriak Pak Jek dari lantai atas ketika melihat Dewa dan langsung menghampiri Dewa dan Gani.
"Eh pak Jek"sapa Gani.
"Pak Bos sama pak Gani ada apa yah kesini?"tanya pak Jek.
"Oh iya kayaknya neng Luna masih tidur deh pak soalnya tadi malam dia kesini,tapi anehnya wajah neng Luna kaya udah nangis gitu penampilan nya juga kaya bukan neng Luna saya aja pangling liatnya"ucap Pak Jek yang melihat Luna semalam.
"Beneran pak Luna malem kesini?"ucap Gani nampak senang pikirnya Luna melarikan diri kerumah lamanya seperti saat ia mendapat siksaan dari Dewa.
"Bro bini Lo di sini ternyata katanya pak Jek liat semalem"teriak Gani antusias.
Dewa yang mendengar hal itu pun langsung berlari menaiki anak tangga agar segera sampai kekamar tempat tinggal Luna"Ya udah makasih yah pak Jek,bro tungguin gue"ucap Gani tergesa gesa berjalan menyusul Dewa.
Setelah sampai di depan pintu masuk rumah kos Luna Dewa pertama tama mengetuk pintu rumah tersebut namun tidak ada jawaban sama sekali"Mungkin dia masih tidur bro coba buka aja mungkin gak di kunci"ucap Gani.
Dewa pun menuruti apa kata Gani dan benar saja rumah itu memang tidak di kunci mereka berdua pun masuk kedalam rumah tersebut dan mencari keberadaan Luna namun naas Luna sama sekali tidak ada di dalam rumah mereka hanya melihat lemari pakaian yang berantakan.
__ADS_1
"Kamu dimana sayang"ucap Dewa nampak frustasi dengan keberadaan Luna yang entah dimana.
"Ini kayaknya Luna beneran pergi jauh bro dia kayaknya pengen jauh dari Lo dan ngebesarin anak nya sendiri an kaya di novel novel"ucap Gani membuat Dewa marah.
"Lo seharusnya bantuin gue cari istri gue buka malah buat gue semakin takut gan,gue bingung harus cari dia kemana lagi mana para anak buah gue belum ngasih kabar lagi gue takut terjadi apa apa sama istri dan calon anak gue"bentak Dewa.
"Ini gue juga lagi bantuin nyariin bro"balas Gani dengan berteriak ia juga sama capenya seperti Dewa.
"Emang sebelumnya dia gak pernah cerita kalo dia temenan sama si nek lampir jahat itu sama Lo?"sambung Gani.
"Gak pernah sama sekali gue juga syok kalo kedua istri gue temenan sampai akrab kaya gitu"ucap Dewa.
"Ahhh..gue gak tau harus cari istri gue kemana lagi,apa gue lapor polisi aja yah Gan"sambungnya.
"Jangan Deh jangan urusannya nanti bisa tambah panjang"ucap Gani meragukan hal itu.
"Oh atau gini aja,Lo bikin sayembara aja bro bagi yang berhasil nemuin si Luna Lo kasih hadiah berapa juta kek"ucap Gani.
Dewa nampak sedikit berpikir"Emang dengan cara itu dia bakal cepetan ketemu?"tanya Dewa nampak ragu.
"Ya setidaknya,siapa coba yang gak tergiur sama uang jutaan,mereka pasti berbondong bondong cari cariin bini Lo apa lagi sekarang zamannya udah canggih bro"ucap Gani.
"Oke gue serahin semua sama Lo yang penting istri gue bisa ketemu meski dengan cara apapun"ucap Dewa.
***
Akhirnya Sayembara pun dilakukan Dewa bersedia memberikan uang seratus juta bagi orang yang berhasil menemukan Luna sontak hal itu memicu antusias warga untuk mencarinya semua orang berbondong-bondong mencari keberadaan Luna,sampai kabar itu pun sampai terdengar ke telinga Luna.
__ADS_1