
Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah
Terima kasih:)
_
Empat bulan kemudian
Suasana di kediaman Luna dan Dewa nampak terlihat sangat ramai,banyak orang orang yang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing masing, seperti para gadis gadis desa tetangga Luna yang sedang sibuk mendekorasi panggung tempat acara tasyakuran empat bulan kehamilan Luna yang akan di adakan sore ini dengan mengusung tema outdoor.
Memang kini usia kehamilan Luna sudah menginjak usia empat bulan dan sore ini keduanya akan mengadakan acara tasyakuran untuk Luna dan jabang bayi yang sedang dikandung oleh Luna dan juga untuk Dewa calon ayah dari jabang bayi yang sedang di kandung oleh Luna,dengan mengundang semua warga Desa di tempat mereka berdua tinggal dan beberapa tamu undangan yang di undang oleh Luna dan Dewa.
"Kamu udah siap sayang?"tanya Dewa ketika masuk kedalam kamar mereka.
Terlihat Luna yang sedang di makeup itu pun melirik kearah Dewa dengan anggun,dengan menggunakan dress panjang berwarna creem dan slayer bordir dengan warna senada yang menutupi kepalanya berhasil membuat Dewa terpukau kepada dirinya.
"Tunggu sebentar lagi mas"ucap Luna kepada Dewa.
Karena terpukau dengan kecantikan dan penampilan sang istri Dewa pun dengan cepat menghampiri Luna dan duduk di samping Luna yang sedang duduk di bibir ranjang.
"Istri mas ini kok cantik banget sih"goda Dewa sambil mencubit dagu sang istri.
Dewa benar benar bersikap manja kepada Luna tanpa memperdulikan Mela yang sedang duduk di hadapan mereka berdua,memang sejak mereka berdua pindah ke rumah ini sikap Dewa menjadi berubah kepada Luna,ia menjadi lebih manja dan perhatian kepada Luna seperti sudah mulai tumbuh benih benih cinta di hati Dewa kepada Luna.
"mas jangan gitu ih malu sama si Mela"ucap Luna merasa malu kepada Mela yang sedang memandangi mereka berdua sambil menahan tawanya.
"Ehemm"seketika Dewa menghentikan aksinya dan kembali menunjukan sikap dinginnya dihadapan Mela.
Luna hanya berusaha menahan tawanya melihat tingkah laku dari ayah calon bayinya begitupun dengan Mela yang sedari tadi berusaha menahan tawanya.
"Kalo begitu gue ke belakang dulu yah Lun,mas Dew"ucap Mela Mela berpamitan kepada Luna dan Dewa.
"Eh..tapi Mel ini kan belum selesai"ucap Luna ketika melihat Mela berjalan pergi dari kamarnya.
__ADS_1
"udah itu tinggal di kasih lipcreem aja Lun"ucap Mela sambil keluar dan menutup pintu kamar Luna dan Dewa.
Luna pun memainkan lipcreem pada bibir dan nampak Dewa hanya memandangi wajah sang istri dengan tatapan penuh cinta membuat Luna salah tingkah di buatnya.
"Mas sini deket-an"pinta Luna sambil menarik tangan Dewa agar lebih dekat dengan dirinya.
"Mas pasti kamu dari tadi gak sadar kalo kancing kemeja kamu itu dari tadi gak berurutan"ucap Luna sambil membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakan Dewa.
"Oh yah?
"Mungkin karena mas terlalu mikirin kamu jadi mas gak sadar kalo kancing kemeja mas gak beraturan kaya gini"goda Dewa.
"Gombal"cetus Luna sambil tersenyum.
"Mas gak gombal,mas seriusan mikirin kamu dari tadi"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna.
"Iya iya aku percaya,ya udah kita keluar sekarang mungkin tamu tamu kita udah pada dateng"ucap Luna sambil bangkit dari duduknya.
"Anak papah sebentar lagi mau lahir yah"ucap Dewa sambil mengelus perut Luna.
"Iya pah sebentar lagi aku mau lahir papah tungguin aja yah pah"balas Luna menyamarkan suaranya seperti suara anak kecil.
Mereka terlihat sangat lucu dengan saling berbincang seolah bayi didalam perut Luna sudah bisa berbicara.
Hingga acara pun dimulai nampak semua warga desa hadir di acara tasyakuran tersebut dan beberapa tamu undangan yang sudah ada di sana, nampak Luna dan Dewa pun berada di panggung dengan backdrop yang bertuliskan Tasyakuran empat bulan Luna dan Dewa dengan bunga bunga hidup yang menghiasi panggung tersebut.
Acara yang di adakan Dewa dan Luna terbilang acara yang cukup mewah dan besar karena mengundang semua warga desa di tempat mereka tinggal.
Skip
Acara pengajian pun sudah selesai dan nampak beberapa dari warga desa pun telah pergi meninggalkan tempat acara itu dilaksanakan dan nampak Mela dan Gani pun naik ke atas panggung tempat Luna dan Dewa duduk untuk mengucapkan selamat kepada mereka berdua.
"Selamat yah Lun mas Dew semoga bayi kalian sehat dan kuat di dalam sana"ucap Mela sambil mengelus perut Luna.
__ADS_1
"Gue juga selama yah Wa sebentar lagi Lo bakalan jadi bapa sama Lo juga Lun selamat yah buat kalian berdua"ucap Gani sambil menepuk pundak Dewa.
"Makasih banyak kalian berdua udah doain kita bertiga"ucap Dewa
"Iya makasih banyak yah Mel Lo memang sahabat gue, makasih juga buat Lo Gan udah doain kita bertiga"ucap Luna tersenyum bahagia.
"Dan sebentar lagi kita bakal nyusulin kalian berdua,karena satu bulan lagi kita bakal nikah"ucap Mela dan Gani kompak.
"Satu kejutan buat kalian berdua"sambung Gani.
"Hah..ini beneran Mel"ucap Luna tak percaya.
"Iya Lun ini beneran"ucap sambil menganggukkan kepalanya.
"Wah gue turut bahagia juga Gan selamet yah akhirnya Lo nikah juga"ucap Dewa tertawa bahagia.
Mereka berempat nampak tertawa bersama terlebih lagi dengan Luna ia benar benar sangat bahagia dengan hari ini dan mungkin hari ini adalah hari paling bahagia bagi Luna?
"Mas coba sini"pinta Luna agar Dewa lebih dekat dengan dirinya.
Dewa pun menggeser tubuhnya menjadi lebih berhadapan dengan Luna, nampak Luna membenarkan kerah kemeja suaminya yang nampak sedikit berantakan dan terlihat para gadis desa menjerit melihat keromantisan antara Dewa dan Luna.
"Aaa...mbak Luna perhatian banget yah sama pak Dewa"ucap salah satu gadis yang sedang duduk di meja para tamu ketika melihat dari kejauhan Luna yang sedang membenarkan kerah kemeja yang di pakai oleh Dewa.
"Iya ih romantis banget mana pak Dewa ngusap sama cium perutnya mbak Luna lagi,Mmm..jadi pengen deh punya suami kaya pak Dewa udah Ganteng sayang sama istri kaya lagi"balas gadis dengan rambut yang dikepang.
"Hm..ngarep punya suami kaya pak Dewa,coba kamu ngaca dulu deh Sri,wajah kamu udah secantik mbak Luna belum"pekik gadis yang menjerit tadi.
Nampak para gadis desa di sana mendambakan suami seperti Dewa karena mereka sering melihat keromantisan di hubungan mereka berdua,namun para gadis itu tidak tahu sikap Dewa kepada Luna sebelum pindah ke desa tersebut.
~
Salam Author;)
__ADS_1