Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 52


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah


Terima kasih:)


_


Masih flashback off


"Mas kenapa beberapa hari ini kamu gak pulang"ucap Risa sambil melirik kearah wajah Dewa.


Mendengar pertanyaan dari Risa membuat Dewa bingung harus menjawab apa"oh,,itu loh Dhe mas beberapa hari ini banyak masalah di kantor jadi mas harus kerja lembur dan akhirnya mas tidur di kantor untuk beberapa hari ini"ucap Dewa berbohong.


"Oh,,"jawab Risa sangat singkat nampak ia sama sekali tidak peduli dengan kehidupan suaminya di luar sana.


Dewa hanya menganggukkan kepalanya hatinya benar-benar karena Risa sama sekali tidak curiga dengan dirinya.


"Dhe mas mau bicara sama kamu"ucap Dewa nampak ragu.


"Udah bicara aja"ucap Risa yang fokus pada kuku cantiknya.


"Mas harus kerja di luar kota selama sembilan bulan untuk ngawasin proyek di sana"ucap Dewa dengan nada ragu.


"Kok lama banget sih mas"ucap Risa sambil menatap wajah Dewa.


"Karena mas akan terjun langsung ngawasin proyek di sana karena ini proyek besar perusahaan kita"ucap Dewa berusaha mencari alasan agar Risa percaya.


"Yes si Dewa ini bakalan pergi selama sembilan bulan,ini kesempatan gue,gue jadi bebas pacaran sama mas Daniel tanpa harus sembunyi sembunyi "ucap batin Risa.


"Ya udah deh kalo ini urusan pekerjaan aku izinin kamu pergi,tapi kamu harus inget terus sama aku yah mas"ucap Risa sambil memasang wajah sedih di hadapan Dewa.


Melihat wajah sedih Risa membuat Dewa benar benar tidak tega untuk meninggalkannya sendri di rumah sebesar ini tapi di satu ia juga harus menjaga Luna dan calon bayinya.


"Jangan sedih dong sayang mas jadi gak tega ninggalin kamu sendirian di sini,ya udah deh mas gak jadi pergi"ucap Dewa yang benar benar tidak tega melihat wajah sedih sang istri.


"Eh,, enggak enggak aku gak sedih kok mas tuh liat"ucap Risa sambil tersenyum kepada Dewa,ia benar benar panik ketika mendengar Dewa yang tak jadi meninggalkan ibu kota.


"Benarkan kamu gapapa mas tinggalin sendirian di sini"ucap Dewa kepada Risa.


"Iya beneran mas lagian aku gak sendirian kan ada si mbok ada pak supir sama temen temen aku kalo perlu aku suruh temen temen aku buat nginep disini biar aku gak sendirian"ucap Risa yang tak ingin Dewa membatalkan pergi ke luar kota.


"Jadi kapan berangkatnya mas?"tanya Risa.


"Hari ini sayang"ucap Dewa.

__ADS_1


"Kok mendadak banget sih mas"ucap Risa.


"Iya sayang ini benar benar mendadak,maaf yah mas gak bisa nemenin kamu selama itu"ucap Dewa sambil mengelus rambut istrinya.


"Gapapa mas ini kan demi perusahaan kita"ucap Risa sambil tersenyum palsu kepada Dewa.


"Ya udah mas berangkat sekarang yah"ucap Dewa sambil bangkit dari duduknya.


"Eh,,mas tapi baju kamu belum si mbok masukin koper loh mas"ucap Risa sambil berdiri.


"Udah suruh pak supir aja anterin ke kantor mas masih banyak kerjaan"ucap Dewa yang kemudian mencium kening istrinya.


"Mas pergi dulu"ucap Dewa sambil berjalan pergi meninggalkan Risa.


"Mas"teriak Risa ketika Dewa pergi,nampak Dewa langsung menghentikan langkahnya dan menoleh kearah istrinya.


"Sini"ucap Risa.


"Ada apa sih sayang pasti udah kangen kan?"goda Dewa sambil menghampiri istrinya.


"Ih apaan sih mas"ucap Risa kembali memberikan tawa palsu kepada Dewa.


"Trus istri ku ini panggil panggil ada apa hemm?"ucap Dewa sambil menatap wajah Risa dengan jarak dekat.


"Hekhh,,ya udah,mbak semuanya jadi berapa?"ucap Dewa sambil m mengeluarkan dompetnya.


"Semuanya jadi jadi lima ratus ribu"ucap wanita muda tersebut.


"Ya udah nih mbak dan lebihnya buat ongkos mbak pulang"ucap Dewa memberikan uang senilai enam ratus ribu kepada wanita tersebut.


"Makasih banyak tuan"ucap wanita muda tersebut nampak senang.


"Iya sama sama,ya udah mas berangkat dulu yah"ucap Dewa kembali mengecup kening istrinya


Skipp


Sepulang dari kediaman aslinya Dewa pun lantas langsung pulang ke apartemennya untuk menemui Luna dan kembali bermalam bersama istri sirinya.


"Eh,,mas kamu udah pulang,tumben cepet ini kan baru jam lima sore"ucap Luna sambil menghampiri Dewa.


"Sini biar aku bantu"ucap Luna langsung membukakan jas yang di gunakan Dewa.


Nampak ia di sambut dengan baik oleh Luna setibanya di dalam apartemen berbeda ketika di rumah aslinya istri asli justru mengacuhkannya.

__ADS_1


"Ini teh anget buat kamu mas"ucap Luna sambil memberi cangkir berisi teh hangat untuk suaminya.


"Makasih sayang"ucap Dewa sambil mengambil cangkir tersebut.


"Iya sama sama mas"ucap Luna sambil duduk di samping Dewa.


Melihat Dewa ingin membuka kaos kaki yang masih ia kenakan Luna dengan sigap langsung membantu nya"Udah mas biar aku aja"ucap Luna sambil turun dari sopa tersebut dan langsung membukakan kaos kaki yang di kenakan oleh suaminya.


Luna benar benar menjadi istri yang berbakti bagi Dewa, setelah dinikahi Dewa kemarin segala sesuatu yang di perlukan Dewa dari yang besar sampai yang kecil pun ia sudah siapkan malai dari air hangat untuk suaminya mandi sampai menyisir rambutnya,membuat Dewa terlihat nyaman dengan perlakuan Luna kepadanya.


"Sayang mas mau ngomong sesuatu sama kamu"ucap Dewa sambil melirik kearah wajah Luna.


"Ngomong apa mas?"ucap Luna kembali duduk di samping Dewa.


"Kita bakalan pindah rumah"ucap Dewa sambil merangkul pundak Luna.


"Kenapa pindah mas aku betah kok di sini"ucap Luna.


"Iya mas tau kamu betah di sini tapi ini demi kesehatan calo bayi kita sayang,,dengan kita pindah ke tempat yang lebih bersih,asri dan gak ada polusi sama sekali calon bayi kita pasti sehat"ucap Dewa.


Ucapan Dewa hanyalah alasan supaya orang orang tidak tau tentang keberadaan istri sirinya terutama Risa.


"Tapi mas banyak tuh temen temen aku yang hamil dan ngelahirin di kota ini tapi bayinya sehat sehat aja"ucap Luna merasa ucapan Dewa benar benar tidak masuk akal.


"Iya,,,tapi sayang mas juga di sana ada kerjaan dan setelah mas lihat lihat tempatnya itu bangus dan mas mau tinggal di sana bareng kamu dan calon bayi kita"ucap Dewa sambil mendekatkan kepalanya dengan Luna yang masih rata itu.


"Oh,,bilang dari tadi dong mas,ya kalo di sana kamu ada kerjaan ya aku ikut ikut aja"ucap Luna sambil mengusap ngusap rambut Dewa.


"Eh,,bayi kita nendang mas Loh"ucap Dewa sambil tersenyum senang kepada Luna.


"Mana ada mas bayi kita itu masih kecil banget,ya gak mungkinlah lah dia bisa nendang kepala papah nya"ucap Luna sambil tertawa kecil.


"Mungkin bayi kita kuat"ucap Dewa menatap wajah Luna sambil tersenyum lebar.


"Hhhh,,kamu ada ada aja mas"ucap Luna tertawa kecil karena tingkah laku Dewa.


"Ngomong ngomong kita pindahan nya kapan mas?"ucap Luna.


"Tiga hari lagi sayang"ucap Dewa sambil tidur di paha Luna dan mengusap ngusap Peru Luna,Dewa nampak sangat menantikan kehadiran calon bayi nya hingga ia ingin yang terbaik bagi Luna dan calon bayinya.


~


Salam Author;)

__ADS_1


__ADS_2