Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 56


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah


Terima kasih:)


LANJUT


"Jadi ini semua salah aku?


"Aku tau mas kamu lebih belain pelacur pribadi kamu karena dia lebih cantik dari pada aku kan mas?"ucap Risa dengan berlinang air mata berusaha mencari simpati banyak orang dengan air mata buayanya.


Dewa mengernyitkan dahinya setelah mendengar ucapan Risa yang menyebut Luna dengan sebutan pelacur pribadi ia benar benar merasa aneh karena julukan tersebut hanya dirinya lah dan Gani yang tahu.


"Risa jaga ucapan kamu yah!!"bentak Dewa


Melihat ekspresi Dewa yang begitu terkejut dengan ucapan nya membuat Risa semakin yakin bahwa yang selama ini ia dengar di balik pintu ruangan Dewa itu benar.


"Hakh..jadi yang waktu itu aku denger bener?"ucap Risa bersikap seolah tak percaya.


Nampak ia menarik tangan Luna dengan sangat kasar"Sini kamu..


"Asal kamu tau yah laki laki di samping kamu itu cuman anggap kamu sebagai pelacur pribadinya"ucap Risa sambil menatap wajah Luna dengan penuh kebencian kepada Luna.


"Hahk..pelacur?"ucap Luna sambil melirik kearah Dewa dengan tatapan penuh kekecewaan.


"Itu gak seperti yang kamu denger sayang mas tulus cinta sama kamu"bujuk Dewa sambil menghampiri Luna dan menggenggam erat tangan Luna.


"Lepasin aku mas"tangis Luna pecah hatinya benar-benar hancur setelah mengetahui bahwa dirinya hanya dianggap sebagai wanita mainan Dewa.


PLAKK


Dengan penuh amarah dan rasa kecewa Luna menampar wajah Dewa dengan sangat keras.


"aku kecewa sama kamu mas"ucap Luna sambil menatap wajah Dewa dengan tatapan penuh kekecewaan.


"Mas bisa jelasin semuanya sayang,mas bisa jelasin"bujuk Dewa ketika melihat Luna pergi dari hadapannya.


Luna pergi meninggalkan Dewa dan semua orang di sana,melihat Luna pergi Dewa pun sontak langsung berlari untuk mengejar Luna namun Risa dengan kelicikannya langsung berpura pura pingsan agar Dewa beralih kepada dirinya.


Mela dan Gani pun langsung berlari mengejar Luna namun sesuatu tiba tiba melintas di pikiran Mela ia baru ingat kejadian saat ia bertemu untuk pertama kalinya dengan Risa saat sedang berlibur di Bali beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


"Tunggu!"tepis Mela sambil memegang tangan Gani.


"Hm.. ternyata ada bau bau kelicikan di sini"ucap Mela sambil menghirup udara segar di sana.


"Maksud kamu baby?"tanya Gani yang tidak tahu apa maksud dari ucapan wanitanya.


"Ah..enggak aku cuma asal bicara aja"ucap Mela sambil tersenyum kepada Gani.


"Eh baby itu liat mbak Risa pingsan ayo kita samperin"ucap Mela sambil berjalan menghampiri Dewa yang sedang memangku tubuh Risa yang tak sadarkan diri.


"Tapi Luna"


"Udah nanti aja sekarang aku mau bongkar kebusukan seseorang dulu"ucap Mela sambil berjalan meninggalkan Gani.


"Kamu ngomong apa sih baby aku gak ngerti"ucap Gani sambil mengekor Mela.


Mela nampak tak memperdulikan ucapan Gani ia malah menghampiri Dewa yang sedang berjalan tergesa gesa sambil memangku tubuh Risa.


"Hah..ya ampun mbak Risa kenapa mas"ucap Mela sambil menghampiri Dewa dengan wajah panik.


"Mas juga gak tau"ucap Dewa dengan tergesa gesa membawa tubuh Risa kedalam rumah.


"Ya sudah mas titip Risa sama kamu yah mas mau pergi cari Luna"ucap Dewa


Mendengar Dewa akan pergi mencari Luna tiba tiba saja Risa tersadar dari pingsannya"Mm..kepala aku sakit banget"lenguh Risa berakting di depan Dewa.


"Sayang syukurlah kamu udah sadar"ucap Dewa yang masih memangku tubuh Risa.


"Hiks..."Tiba tiba saja Risa menangis untuk membuat Dewa semakin bersalah kepada dirinya,namun Mela yang berdiri di sampingnya hanya terbahak ketika melihat sandiwara yang sedang dilakukan Risa.


Dewa pun mendudukkan Risa di atas sofa namun yang mengherankan adalah Mela yang tiba tiba ikut duduk di samping Dewa bukannya mencari keberadaan Luna sahabatnya ia malah duduk dan tersenyum kepada dua sejoli tersebut.


"Tega kamu mas"ucap Risa sambil berpura pura menangis.


"Yang tega itu mbak Risa kali"jawab Mela dengan santai


Mendengar ucapan Mela kedua sejoli tersebut langsung melihat kearah sumber suara dan nampak Mela hanya menyeringai ketika melihat ekspresi wajah dari kedua sejoli tersebut.


"Kenapa?aneh yah"ucap Mela sambil tersenyum sinis kepada Risa.

__ADS_1


"Maksud kamu apa ngomong kaya gitu?mbak gak ada masalah yah sama kamu"ucap Risa dengan wajah sedikit ketakutan.


"Iya Mela juga tau Mela gak ada masalah sama Mbak, Mela kesini cuman mau ngasih tau mas Dewa kok kalo perempuan di sampingnya itu ternyata......


"Cukup!!keluar kamu dari sini"bentak Risa dengan penuh amarah membuat Dewa dan Mela terkejut.


"Hakh..kenapa Mbak kok mukanya kaya takut gitu sih,Mela kesini karena ada perlu sama calon mantan suami mbak"


"Apa"ucap Risa seolah tak percaya dengan ucapan Mela.


"Tunggu tunggu tunggu ini ada apa sih sebenarnya?


"Mel maksud kamu apa ngomong kaya gitu?"tanya Dewa yang tak paham dengan apa yang sedang di perbincangkan oleh kedua wanita tersebut.


"Gini loh Mas Mela cuman mau nunjukin ini sama Mas"ucap Mela sambil menyodorkan ponselnya kepada Dewa.


Melihat Mela memberikan ponselnya kepada Dewa,Risa benar benar sangat ketakutan kini tamat lah sudah riwayatnya karena ponsel yang di berikan Mela kepada Dewa memperlihatkan foto dirinya dan Daniel yang sedang berpose mesra di bandara bersama Mela beberapa bulan yang lalu.


Mengepalkan tangan adalah isyarat tubuh untuk menandakan bahwa seseorang sedang marah atau sangat marah, begitupun yang di lakukan oleh Dewa ia mengepalkan tangannya ketika melihat potret sang istri yang begitu mesra dengan pria yang sangat di benci olehnya.


"Itu bohong mas,itu bukan aku mas bukan"ucap Risa dengan ekspresi ketakutan ketika melihat Dewa menatap tajam dirinya dengan penuh amarah.


"Sejak kapan kamu berhubungan dengan dia?"tanya Dewa dengan penuh amarah.


Tidak ada jawaban dari Risa ia hanya terdiam menunduk sambil berusaha memikirkan cara agar Dewa bisa percaya bahwa itu bukan dirinya.


"Mas tanya sejak kapan"bentak Dewa.


Seketika Risa mengambil ponsel ditangan Dewa dan langsung melemparnya ia pikir dengan cara seperti itu dapat menghilangkan bukti bahwa ia menjalani hubungan dengan Daniel,Mela dan Dewa terkejut dengan apa yang dilakukan Risa.


"Hah..ponsel gue"ucap Mela terkejut melihat ponselnya dan langsung mengambil ponsel yang tergeletak dilantai dengan keadaan layar ponsel pecah.


~


Salam Author;)


Maaf kalo cerita novel ini terlalu bertele-tele dan Author minta maaf karena jarang up karena Minggu Minggu ini author lagi sibuk nyiapin ujian)


Hm...maaf jadi curhat:

__ADS_1


__ADS_2