
Vote dan Like nya
-
"Loh kenapa malu sih Las, padahal dulu itu mbak itu juga pengen banget ngajak kamu main,tapi kamu nya kaya yang gak mau gitu jadi mbak ragu buat ngajak kamu"ucap Luna.
"Hehehh sebenernya Lastri malu mbak"ucap Lastri sambil tersenyum lebar.
"Hm kamu ini"
"Nek ngomong ngomong kita mau kemana yah?"tanya Luna di sela sela percakapannya.
"Kita mau ke kampung halamannya almarhum suami nenek di Bandung neng,karena sebentar lagi Lastri kan mau lahiran sekalian nenek mau netep di sana,gapapa yah neng mulai sekarang kita hidup di perkampungan"ucap Nek Asih kepada Luna.
"Gapapa kok nek segini juga Luna udah bersyukur banget,karena nenek mau terima Luna"
Nek Asih nampak tersenyum kepada Luna namun tatapan matanya menatap Luna dengan tatapan sendu nenek itu nampaka kasih melihat kehidupan Luna yang sungguh malang gadis yang ia kenal ceria dan senang berbaur dengan orang baru itu nampak sangat menyedihkan.
Setelah memakan waktu sekitar tiga jam mobil pun berhenti di sebuah pasar sayur memang mobil tersebut bertujuan untuk berbelanja sayuran di pasar induk yang ada di Bandung dan bukan sengaja untuk mengantarkan Nek Asih ke bandung.nek Asih hanya menumpang karena bajet ongkos yang lebih sedikit dibandingkan harus naik angkutan umum lain yang bisa merogoh kocek hingga ratusan ribu untuk satu orang nya.
"Nek,nenek kita sudah sampai di Bandung nek"ucap seorang pria yang merupakan supir mobil pick up tersebut ia berusaha membangunkan nek Asih yang sedang tertidur pulas bersama kedua cucunya di dalam bak mobil pick up dengan tumpukan jerami.
Luna yang mendengar suara keramaian pun seketika terbangun dan melihat pria yang sedang berusaha membangunkan nek Asih.
"Kita udah sampai Bandung pak?"tanya Luna.
"Eh,,iya neng kita udah sampai Bandung"ucap pria tersebut nampak sedikit terkejut dengan Luna yang tiba tiba bertanya.
Luna hanya menanggapi pria tersebut dengan anggukan kepala.
__ADS_1
"Nek kita udah sampai Bandung nek"ucap pria tersebut kembali membangun nek asih namun nek Asih tak kunjung bangun mungkin karena kecapean karena perjalanan dari Jakarta ke Bandung cukup memakan waktu apalagi kendaraan yang di gunakan sangat lah ter buka
"Udah pak biar saya aja yang bangunin nya"ucap Luna.
"Nek nenek kita udah sampai Bandung nih nek"ucap Luna sambil menepuk pundak nek asih pelan.
Seketika nek Asih terbangun dan melihat kesekitar dan langsung membangunkan cucunya Lastri.
"Ayo nek kita turun"ucap Luna sambil mengambil kopernya.
Skipp
Nek asih dan kedua cucunya kini sudah berada di sebuah perkampungan dengan suasana malam yang sepi dan gelap tanpa penerangan mereka bertiga berjalan menuju sebuah rumah kayu yang berada di ujung perkampungan itu.
"Las kamu gapapa kan?"tanya Luna ketika melihat Lastri yang nampak kelelahan berjalan sambil membawa dua tas besar.
"Enggak mbak Lastri gapapa"jawab Lastri singkat.
"Eh..mbak"ucap Lastri terkejut dengan Luna yang tiba tiba mengambil tasnya.
"Udah Las gapapa biar mbak aja lagian kamu harus inget Las ibu hamil gak boleh bawa yang berat berat"ucap Luna dengan mudah tanpa memikirkan bahwa dirinya pun tengah mengandung.
"Tapi mbak juga kan lagi hamil"jawab Lastri yang membuat Luna sedikit malu.
Mendengar jawaban dari Lastri seketika ia terdiam ia sedikit malu dengan nek Asih dan Lastri ia tak ingat bahwa dirinya pun tengah mengandung tak ingin tambah malu Luna pun menjawab.
"Ah..itu kan kamu lagi hamil besar Las,kalo mbak kan masih kecil"ucap Luna.
Nek Asih dan Lastri nampak saling menatap sambil menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ungkapan dari Luna,hingga tak terasa mereka bertiga pun telah sampai di depan rumah kayu atau yang kerap kali orang Sunda sebut sebagai rumah panggung itu.
__ADS_1
"Neng ini dia rumah peninggalan suami nenek gapapa kan neng Luna tinggal di rumah seperti ini"ucap Nek Asih sambil menunjuk kan keadaan rumah tersebut.
"Iya Mbak beginilah rumah baru kita gapapa kan mbak?"sambung Luna.
"Eh gapapa kok Las"ucap Luna merasa tidak enak.
"Mbak gak keberatan tinggal di rumah ini malahan mbak itu sangat sangat bersyukur karena nenek sama kamu mau terima mbak di sini dan mau anggap mbak sebagai keluarga kalian, makasih yah Nek Las"sambungnya kembali terisak tangis.
"Mbak kok nangis sih"ucap Lastri ketika melihat Luna menangis.
"Mbak gak nangis kok mbak cuman keliling aja,tuh liat"ucap Luna langsung menyeka matanya.
"Ya udah sekarang mending kita masuk aja yu nek di luar dingin kasian Lastri"ucap Luna sambil naik ke teras rumah kayu tersebut.
Mereka pun masuk kedalam rumah tersebut dengan kondisi dalam rumah yang reyot dan sedikit berdebu membuat ketiga wanita tersebut harus membersihkan debu-debu nya terlebih dahulu sebelum mereka beristirahat.
"Gapapa kan neng,neng Luna tidurnya sama Lastri?"ucap Nek Asih kepada Luna mengingat kondisi rumah tersebut yang hanya memiliki dua kamar saja.
"Iya gapapa kok nek malah Luna seneng karena bisa deket sama Lastri jadi Luna bisa cerita cerita sama Lastri apalagi kita kan sama sama ibu hamil"ucap Luna nampak senang begitupun dengan Lastri ia sama senangnya dengan Luna karena sekarang ia memiliki teman yang satu nasib dengan dirinya.
"Ya sudah kalo begitu kalian berdua istirahat yah,besok kita bersihin seluruh isi rumah ini dan beli beberapa barang barang untuk keperluan rumah nenek mau istirahat dulu kalian juga istirahat yah"ucap Nek Asih sambil membawa tas besar miliknya dan masuk ke dalam kamarnya.
begitupun dengan Luna dan Lastri mereka ikut masuk kedalam kamar untuk beristirahat karena mereka berdua pun sama lelahnya setelah berjalan hampir satu km dari jalan raya dan harus membersihkan rumah untuk mereka beristirahat.
Didalam kamar mereka hanya tidur beralaskan satu lembar tikar rotan dan dua bantal usang,ini mungkin tidak senyaman seperti di rumah kosannya atau di apartemen Dewa dulu namun Luna harus menerima kenyataan pahit ini,meskipun begitu ia tetap bersyukur karena masih ada orang lain yang peduli kepada dirinya meski orang itupun sedang dalam kesusahan.
~
Ya ampun minta maaf banget yah udah bikin kakak kakak nunggu lama.
__ADS_1
Pliss maafin/
Salam Author;)