
Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah
Terima kasih:)
LANJUT
"Bro pak kades udah dateng tuh"ucap Gani kepada Dewa.
"Oh udah dateng yah"ucap Dewa bangkit dari duduknya sambil melihat kearah pintu masuk taman belakang rumahnya.
"Ayo sayang kita sambut tamu penting kita"ucap Dewa sambil menjulurkan tangannya kepada wanitanya.
Luna pun menerima uluran tangan itu dan bangkit dari duduknya,nampak mereka berdua berjalan menghampiri tamu penting mereka dengan bergandengan tangan di susul oleh Gani yang berjalan tepat di belakang mereka.
...
Setelah beberapa saat berbincang bincang dengan orang nomor satu di desa tersebut, Mela menghampiri Luna dan memberitahu bahwa tamu undangan mereka telah sampai dan kini telah berada di tempat parkir yang telah di sediakan oleh pihak Dewa dan Luna.
"Lun tamu tamu kita katanya udah ada di parkiran"bisik Mela kepada Luna.
"Oh iya Mel sebentar"bisik Luna.
"Mas aku mau sambut tamu tamu aku dulu yah"ucap Luna dengan nada suara pelan
"Iya sayang"ucap Dewa nampak tak terlalu memperdulikan tamu tamu Luna karena sedang berbincang dengan beberapa tamu penting.
"Kalo begitu saya permisi dulu"ucap Luna yang kemudian pergi meninggalkan Dewa dan para tamunya.
Luna dan Mela pun berjalan menghampiri tamu tamu undangannya dan nampak empat orang wanita dengan penampilan mewah layaknya seorang sosialita menghampiri Luna dan Mela.
"Hai Mbak lama kita gak ketemu,mbak apa kabar?"sapa Luna kepada salah seorang wanita tersebut sambil melakukan cipika cipiki dengan wanita tersebut.
__ADS_1
"Mbak baik kok Lun,kamu sendiri gimana, sehat?"ucap Wanita tersebut sambil melepas pelukannya.
"Luna sehat kok Mbak bayi nya juga sehat"ujar Luna sambil tersenyum dan mengusap perut buncitnya.
"Ya ampun perut kamu udah keliatan banget Lun,dulu pas kita pertama ketemu perut kamu masih rata Loh dan sekarang pas ketemu lagi eh,,kita kita udah mau jadi Aunty aja"ucap Wanita tersebut sambil mengusap perut Luna.
"Hehehh...itu satu kejutan buat kalian"ucap Luna sambil tersenyum.
"Kamu bisa aja..Halo little baby kenalin nih ini Aunty Risa aunty yang paaaaling cantik,kalo itu aunty Dinar sama aunty Nadin dan yang Deket sama aunty Mela itu namanya aunty Hellen"ucap Risa sambil berjongkok dan memperkenalkan dirinya dan teman temannya kepada Jabang bayi yang sedang di kandung Luna.
"Hai baby"ucap ketiga teman Risa.
"Hai Aunty aunty"jawab Luna mewakili jabang bayinya.
"Eh Lun ngomong ngomong suami kamu mana sih kita penasaran loh dari tadi"ucap Dinar
"Iya Lun tunjukkin dong"ucap Nadin dan Hellen.
"Ya udah ayo Luna tunjukkin suami Luna yang ganteng itu"ucap Luna sambil berjalan menuju tempat acara tasyakuran itu di adakan di ikuti oleh Mela dan teman teman Risa.
Luna pun berjalan menghampiri Dewa yang sedang tertawa bersama tamu tamu pentingnya,Gani yang saat itu menghadap kearah pintu masuk halaman belakang rumah Dewa pun seketika membelalakkan matanya ketika melihat kehadiran Risa bersama temannya.
Posisi Dewa yang saat itu berhadapan dengan Gani sama sekali tidak mengetahui kedatangan Risa namun tiba tiba seseorang menepuk pundaknya dan sontak ia pun menoleh kearah orang yang menepuk pundaknya tersebut.
"Mas kenalin mereka berempat temen temen aku dari kota"ucap Luna sambil menghampiri Dewa dan mengandeng tangannya.
Dewa yang saat itu tertawa terbahak bahak bersama tamu tamu nya seketika membelalakkan matanya ketika melihat istri sah nya berada di hadapannya,begitupun dengan Risa,ia yang berdiri paling depan pun sama terkejutnya dengan Dewa.
"Hah.."Risa benar benar terkejut dengan seseorang yang ada dihadapannya begitupun dengan ketiga temannya yang sama sama terkejut dengan apa yang mereka lihat.
Luna yang tidak tahu apa apa pun hanya tersenyum melihat ekspresi dari Risa dan teman temannya,pikirnya ekspresi tersebut menunjukkan bahwa mereka sudah saling mengenal atau pernah bertemu namun nyatanya mereka bukan hanya saling mengenal melainkan sudah benar benar saling mengenal.
__ADS_1
"Mbak kalian kenapa?kok ekspresi nya kaya gitu,apa kalian udah kenal sama suami Luna"tanya Luna nampak sedikit bingung dengan ekspresi wajah Risa dan teman temannya.
PLAKK
Satu tamparan yang cukup keras berhasil mendarat di pipi Luna"Dasar plakor"caci Risa kepada Luna.
Nampak Semua orang di sana terkejut dengan tindakan Risa yang tiba tiba menampar Luna dan mencacinya.
"Tega kamu mas"ucap Risa menatap wajah Dewa dengan mata berkaca-kaca.
Luna yang sudah tau apa maksud dari arti dari tamparan dan cacian Risa kepadanya benar benar sangat kecewa dengan Dewa karena ternyata selama ini ia telah di bohongi oleh laki laki yang ia anggap sangat baik.
"Jadi semala ini kamu bohongin aku mas,kamu jarang pulang,kamu minta izin sama aku buat nyelesain pekerjaan yang di luar kota selama sembilan bulan,itu semua bukan karena pekerjaan?tapi karena pelacur murahan ini"ucap Risa sambil mendorong tubuh Luna dengan tatapan sinis kepada Luna.
Tiba tiba saja sikap Risa berubah kepada Luna ia yang tadinya baik dan sayang kepada Luna tiba tiba saja berubah menjadi seorang iblis jahat yang sangat menyeramkan.
"Risa..jaga sikap kamu!!Dia itu lagi hamil"bentak Dewa sambil menahan tubuh Luna yang hampir jatuh ke tanah.
"Lepasin aku mas"tolak Luna menepis tangan Dewa ketika Dewa menahan tubuhnya.
"Kamu gak usah pura pura nangis cuman untuk cari simpati banyak orang di sini Luna,seolah olah mbak yang jahat dan kamu yang terzolimi"ucap Risa ketika melihat Luna menangis.
Risa benar benar sangat ketakutan,ia sangat takut harta kekayaan Dewa akan jatuh kepada anak yang sedang di kandung oleh Luna kelak dan bukan kepada dirinya, sebenarnya Risa sama sekali tidak peduli suaminya bermain dengan wanita bayaran di luar sana,namun ketika melihat bahwa suaminya menghamili dan menikahi wanita mainannya,dirinya menjadi sangat takut karena anak yang masih di dalam kandungan tersebut akan menjadi pewaris dari harta kekayaan Dewa sementara ia sendiri tidak bisa memberikan keturunan.
"Risa cukup!!"bentak Dewa hingga membuat Risa seketika terdiam.
"Ini semua salah kamu juga Ris,kamu selalu aja nolak keinginan mas,mas juga laki laki dewasa normal,kalo bukan karena kamu yang selalu nolak kewajiban kamu sebagai seorang istri mas gak mungkin lakuin ini"ucap Dewa terpaksa harus membeberkan urusan ranjangnya dengan Risa kepada semua orang di sana.
Risa nampak malu dengan apa yang di ungkapkan oleh Dewa,ia memang mengakui bahwa dirinya selalu menolak untuk tidur bersama suaminya.
~
__ADS_1
Salam Author