Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 15


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote nya yah


Terima kasih:)


Lanjut.


Kini mereka saling menatap satu sama lain Luna yang masih ragu kini ia merasa yakin setelah Dewa berusaha meyakinkannya dengan tatapannya.


Namun seketika Luna kembali ragu untuk memberikan harta yang paling berharga miliknya kepada pria yang berada di dihadapannya itu.


"Kenapa sayang?"tanya Dewa ketika menghindari sentuhan darinya.


"Aaaaku takut mas"ucap Luna dengan wajah takut.


"Ini gak bakalan sakit kok sayang"ucap Dewa sambil memegang pundak Luna berusaha meyakinkan kembali wanita yang sudah ia klaim sebagai wanita pemuas nya.


"Tapi mas"ucap Luna yang hanya tertunduk, dalam hati hatinya ia masih belum siap untuk melakukan hal yang belum pernah ia coba seumur hidupnya dan ia belum percaya sepenuhnya kepada Dewa,tapi terlepas dari itu semua ia juga sudah terikat janji kepada Dewa.


"Udah lah sayang kamu gak usaha ragu kaya gitu,ini juga kali pertamanya mas kok,jadi kita sama sama yakini diri kita sendiri yah"ucap Dewa berbohong kepada Luna.

__ADS_1


Mendengar hal itu Luna mulai merasa yakin dan mulai mau untuk memulai permainan nya bersama Dewa.


"Kamu siap kan sayang?"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna berharap mendapat jawaban iya dari Luna.


Dan benar saja Luna menganggukkan kepalanya sebagai tanda ia ingin bermain dengan Dewa.


Setelah mendapat persetujuan dari Luna,Dewa pun memulai permainan pertama dengan membuka kain yang menutupi seluruh pemandangan indah yang sudah lama tidak ia lihat.


Kemudian ia mulai menjelajahi setiap inci dari pemandangan indah yang terpampang jelas di hadapannya itu hingga tak lupa ia memberi tanda di setiap daerah jelajahan nya.


"Ssttt"Luna merancau merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya nampak kini Luna mulai terbawa kedalam suasana permainan yang mulai memanas.


Hingga akhirnya puncak dari permainan pun tiba kini raja yang gagah berdiri tegak itu sudah bersiap untuk menjelajahi sebuah goa sempit yang belum terjamah oleh siapapun.


-


Keesokan paginya Luna yang masih terlelap dalam tidurnya akhirnya terbangun karena mendengar suara percikan air yang membuat tidurnya terganggu dan akhirnya ia terbangun.


"Emmm..."Luna bangkit dari tempat tidurnya kemudian duduk dan menggeliat.

__ADS_1


"Hoahm..."Luna menguap dan tampa ia sadari ada Dewa yang sedari tadi memperhatikannya.


"Astaga"ucap Luna terkejut ketika melihat Dewa yang sedang berdiri memperhatikannya dengan hanya menggunakan handuk berwarna putih yang melilit tubuh bagian bawahnya.


"Uhh..seksi sekali" ucap batin Luna ketika melihat roti sobek terpangpang jelas dihadapannya.


"Aww..."rintih Luna ketika ia bergerak,ia merasakan sakit di bagian bawahnya yang terasa perih.


"Kenapa hm??"ucap Dewa dengan singkat seketika ia menjadi dingin kepada Luna.


"Ini mas ini aku sakit"ucap Luna dengan manja sambil memegangi bagian bawahnya dengan kedus tangan supaya tak perih.


Tanpa banyak bicara Dewa berjalan menuju kotak P3K dan mengambil sebuah salep dan memberikannya kepada Luna"nih olesi salep itu ke area kamu yang perih"ucap Dewa sambil melepaskan salep tersebut kepada Luna.


Luna yang melihat sikap Dewa berubah dalam satu malam itu merasa aneh sekaligus sakit hati karena sikap dingin Dewa yang seakan tak peduli dengannya.


Nampak Luna meneteskan air matanya melihat sikap Dewa yang dingin padanya"udah Lun Lo jangan nangis kaya gini dong mungkin aja mas Dewa kaya gini ke elo karena mas Dewa lagi banyak masalah di kantornya,,udah Lo positif thinking aja sama mas Dewa" ucap batin Luna berusaha menghibur dirinya sendiri dengan berpikiran positif kepada Dewa.


Nampak setelah berganti pakaian Dewa tak berbicara sepatah katapun kepada Luna ia hanya memberikan sebuah kartu ATM kepada Luna dan langsung pergi meninggalkan Luna.

__ADS_1


~


Salam Author;)


__ADS_2