Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 13


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote nya yah


Terima kasih:)


Lanjut.


mereka berdua seakan terbawa dalam arus keni*mata yang begitu dalam dari keduanya,Dewa yang sudah tak sanggup menahan dirinya itu langsung mengangkat tubuh Luna masuk kedalam kamar"Ehh...mas kamu mau bawa aku kemana"ucap Luna kaget ketika Dewa mengangkat tubuhnya.


"Kita mua tidur sayang"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna dengan tatapan penuh hasrat.


"Tapi ini masih siang loh mas lagian aku belum ngantuk"ucap Luna sambil menatap wajah Dewa.


Tampak mendengar perkataan Luna Dewa langsung menidurkan tubuh wanitanya itu dan kembali melum*ti bibir merah muda milik Luna dan Luna pun kembali membalas lum*tan itu"Akhhh..."Leguh Luna ketika tangan Dewa mulai mer*mas si kembar miliknya dan bib*r Dewa yang menc*umi lehernya.


Suara des*han yang di keluarkan Luna membuat Dewa semakin mulai menggila ia sudah tak tahan menahan ha*ratnya yang sudah sangat memuncak.


"Ya ampun apa yang di maksud mas Dewa dengan tidur itu ini,,aduh gue harus gimana nih" ucap batin Luna.


Dewa yang terus menci*mi leher Luna hingga meninggalkan banyak bekas merah di sana kemudian Dewa membuka mini dress yang di ke*akan Luna hingga menyisakan b r a dan c d yang masih melekat di tubuh Luna dengan warna senada,nampak Luna hanya terkujur pasrah saat Dewa terus menci*mi sekujur tubuh nya hingga saat Dewa ingin membuka penghalang dari mahkotanya Luna langsung bangkit dati tidurnya.


"Mas jangan"ucap Luna sambil menghalagi si mahkotanya itu yang masih terhalang kain berwarna merah.


"Kenapa"ucap Dewa dengan napas ngos-ngosan karena sudah tak tahan menahan ha*ratnya yang belum tersalurkan itu.


"A..akuuu..."ucap Luna terjeda jeda.


"Aku apa sayang"ucap Dewa sambil meni*dih tubuh Luna dan kembali memci*mi l*her Luna lalu kemudian ia membuka baju nya dan memperlihatkan roti sobek yang sangat menggiurkan tepat dihadapan Luna,nampak Luna nelan ludahnya ketika melihat roti sobek dihadapannya yang sangat menggoda dirinya,tetapi Luna cepat cepat membuang rasa tergiurnya itu karena ia sedang dalam kegelisahan yang begitu besar tak ingin membuat Dewa semakin kecewa Luna pun langsung menyatakan kegelisahannya itu dengan berkata jujur bahwa dirinya....


"Aku lagi datang bulan mas"ucap Luna dengan gugup.


Mendengar hal itu Dewa langsung menghentikan aktivitasnya itu dan ia langsung pergi meninggalkan Luna sendirian dikamar besar itu.

__ADS_1


"Maafin aku mas"ucap Luna yang memandang sendu punggung Dewa yang semakin menghilang terhalang oleh pintu kamar itu.


"Aghh.."teriak Dewa prustasi sambil mengacak-acak rambutnya di balkon apartemennya itu.


Ia sangat prustasi karena lagi lagi ia gagal menyalurkan na*su birah*nya yang belum tersalurkan juga sejak satu bulan lamanya ia berusaha ha*ratnya itu,ketika ia sudah hampir mendapatkan apa yang selama ini ia inginkan ia harus kembali menelan rasa kecewa karena kembali gagal mendapatkannya.


Tak ingin membuat Dewa mereka sangat kecewa Luna pun menghampiri Dewa dan langsung memeluknya dari belakang"Mas maafin aku yah karna aku mas jadi gagal dapetin yang apa mas mau"ucap Luna sambil memeluk erat tubuh Dewa dari belakang.


Dewa hanya terdiam ia masih kesal karena harus menahan kembali ha*ratnya"Aku janji kok mas kalo aku udah enggak aku bakal kasih tau mas"ucap Luna berusaha menghibur Dewa.


Mendengar hal itu Dewa langsung menatap wajah Luna dan langsung memeluk tubuh Luna.


-


Malam pun tiba nampak Luna hanya Mundar mandir kebingungan di dalam kamar mandi ia bingung karena ia lupa membawa baju ganti untuk malam ini sedangkan baju yang ia pakai tadi siang sudah ia basah karena ia tadi tak sengaja menumpahkan jus yang tadi ia minum.


"Aduh gue harus gimana nih masa ia gue harus terus pake handuk kaya gini untung aja datang bulan gue udah engga jadi gue gak perlu repot repot buat beli pembalut,tapi gue bingung gue harus pake baju mana masa iya gue harus pake baju yang tadi ufah kotor"ucap Luna yang kebingungan di dalam kamar mandi.


Tok tok tok...


"Aduh gimana gue mau bilang sama mas Dewa gue malu bilangnya"ucap Luna kebingungan.


"Sayang kamu gapapa di dalem sayang"ucap Dewa sambil terus mengetuk pintun kamar mandi tersebut.


"Iya mas iya ini aku keluar kok"ucap Luna panik karena Dewa terus mengetuk pintu kamar mandi terus menerus.


Luna pun membuka pintu tersebut dengan menggunakan handuk putih yang melingkar di tubuhnya,Dewa hanya memandang sekujur tubuh Luna nampak bekas merah buatannya masih terlihat di sekujur tubuh Luna.


"Kamu ngapain aja sih sayang kok lama banget di kamar mandinya"ucap Dewa sambil memegang pundak Luna.


"A..anu mas"ucap Luna terjeda jeda.

__ADS_1


"Anu apa sih sayang"ucap Dewa.


"Aku lupa bawa baju ganti mas"ucap Luna merengek kepada Dewa.


"Hem..kenapa kamu gak bilang dari tadi,itu di dalem lemari itu isinya semua baju baru kamu sayang"ucap Dewa sambil menunjukan lemari besar yang ada di kamar mereka.


"Aku malu mas"ucap Luna tertunduk.


"Kenapa harus malu sih sayang kan mas udah perna bilang jangan malu dan jangan sungkan-sungkan buat minta apa pun yang kamu perlukan sama mas,,yaudah mending sekarang kamu pakai baju nanti keburu masuk angin"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna.


"Ya ampun mas Dewa perhatian banget sih sama gue"ucap batin Luna sambil terus menatap wajah Dewa.


"Sayang sayang"ucap Dewa yang melihat Luna hanya bengong melihat wajahnya.


"Eh..iya mas ada apa"ucap Luna yang tersadar dalam lamunannya.


"Ayo cepet pake bajuka nanti kamu masuk angin loh"ucap Dewa.


"Eh..iya mas aku mua pake baju dulu"ucap Luna sambil berjalan meninggalkan Dewa.


Dewa pun ikut berjalan menyusul Luna dan duduk di bibir ranjang sambil menatap tubuh Luna tubuh yang sangat menggoda itu terus di pandang oleh Dewa.


"Wah mas Dewa kok bisa tau sih kalo gue suka pakai baju terbuka"ucap batin Luna ketika melihat seisi lemari tersebut berisi semua pakaian dengan potongan seksi.


"Kamu mau kemana"ucap Dewa yang melihat Luna berjalan sambil membawa baju yang akan di pakainya.


"Aku mau ganti baju mas"ucap Luna sambil menghentikan langkahnya.


"Udah di sini aja ganti bajunya"ucap Dewa menyuruh Luna untuk memakai pakaiannya tepat di hadapannya.


Luna langsung terbelalak di buatnya"Hah masa iya gue harus pake baju disini sih mas Dewa ini mesum atau gimana sih"oceh batin Luna yang malu jika harus bertel*njang di hadapan Dewa.

__ADS_1


~


Salam Author;)


__ADS_2