
Jangan Lupa Like Komen dan Vote nya yah
Terima kasih:)
Lanjut.
Malam pun tiba nampak Luna hanya duduk terdiam di sebuah sofa yang ada di ruang tengah apartemen tersebut menunggu kedatangan seseorang yang sangat ia rindukan.
"Mas Dewa kok gak pulang pulang yah"ucap Luna sambil terus menatap ke arah pintu bergarap seseorang yang sedang ia tunggu muncul.
"Apa gue coba telpon aja kali ya buat mastiin mas Dewa pulang jam berapa,,eh tapi mending gue masak dulu aja buat mas Dewa siapa tau sebentar lagi mas Dewa pulang"ucap Luna kembali menaruh ponsel tersebut di atas meja didepannya dan beranjak dari tempat duduknya.
"Mmm...kira kira masak apa yah"ucap Luna sambil melihat bahan makanan di dalam lemari es.
"Ehh..masak nasi goreng aja kali yah mas Dewa bilang kalo dia suka nasi goreng putih,,ya udah masak itu aja"ucap Luna dengan penuh semangat.
Luna pun memasak nasi goreng tersebut dengan sepenuh hati hingga acara masaknya pun selesai nampak ia sudah menyiapkan dua piring nasi goreng untuknya dan untuk Dewa
"Akhirnya udah siap juga tapi kok mas Dewa belum pulang juga yah,,ah gue telpon aja kali ya"ucap Luna sambil berjalan menuju ruang tengah untuk mengambil ponselnya.
Luna pun memcoba menelpon Dewa namu hasilnya nihil Dewa sama sekali tidak menjawab panggilan telepon darinya
"Mas Dewa kenapa yah gak angka telpon dari gue"ucap Luna sambil terus menghubungi Dewa namun tetap Dewa tak mengangkat panggilan telepon darinya, hingga akhirnya Luna pun hanya duduk di kursi meja makan untuk menunggu Dewa.
Jam dinding pun menunjukkan pukul satu malam nampak Luna tetap setia menunggu kedatangan Dewa meski ia sudah tatahan menahan kantuknya tetapi ia tetap bersikeras untuk menunggu Dewa hingga ia pun sudah tak kuasa lagi menahan kantuknya dan akhirnya ia pun tertidur di meja makan.
-
Keesokan paginya Luna pun terbangun dan terkejut karena mendapati dirinya yang berada di meja makan, setelah mengingat ngingat ia baru sadar bahwa tadi malam ia sedang menunggu kepulangan Dewa sampai ia pun tertidur di meja makan.
Luna melihat dua piring nasi goreng tersebut masih utuh itu berarti Dewa memang tidak pulang ke apartemen tersebut, untuk memastikan bahwa Dewa memang tidak pulang Luna pun menjari kesemua ruangan yang ada di apartemen itu terutama kamar mereka berdua dan hasilnya seperti dugaan Luna Dewa memang tidak pulang kerumah.
Seketika Luna pun berpikir bahwa memang benar Dewa hanya ingin menikmati tubuhnya saja setelah itu ia langsung mencampakkan Luna begitu saja.
"Hiks..apa iya mas Dewa mau ninggalin gue gitu aja hiks.."ucap Luna menangis setelah berpikiri bahwa Dewa hanya memanfaatkan dirinya saja.
Saat terus menangis dirinya sendiri Luna pun di kejutkan dengan ponselnya yang berdering dan dilihat tertera nama Dewa di layar ponselnya, seketika Luna pun langsung mengangkat panggilan masuk tersebut.
📞Dewa"............
📞Luna"iya halo mas.
__ADS_1
📞Dewa"............
📞Luna"Aku di rumah mas.
📞Dewa"............
📞Luna"Iya mas aku maafin kamu kok,,emang kalo boleh tau kamu pergi keluar kotanya berada hari ya mas?.
📞Dewa".............
📞Luna"Oh..lama juga yah mas.
📞Dewa"..............
📞Luna"Iya mas aku gak bakal keluar rumah kok,,tapi aku minta kamu sering sering hubungin aku yah takutnya nanti aku sakit gara gara kangen terus sama kamu mas,jadi sering sering hubungin aku yah mas.
📞Dewa"...............
📞Luna"Ya udah iya dah mas.
-
Ditempat lain.
"Mas tadi kalo gak salah aku denger kamu mua keluar kota yah"ucap Risa yang tiba-tiba muncul.
"Iya Dee tadinya mas mau keluar kota tapi karena mas masih betah sama kamu mas batalin aja keluar kotanya"ucap Dewa berbohong karena sebenarnya ia alasan untuk pergi ke luar kota itu hanya akal akalannya saja supaya Luna dapat percaya kepada dirinya parah kenyataannya ia hanya ingin menghabiskan waktu bersama istri tercintanya.
"Loh kok gitu sih mas udah seharusnya kamu itu keluar kota aja,kalo soalan sama aku kan nanti juga bisa loh mas"ucap Risa seolah-olah ia ingin Dewa pergi supaya dirinya bisa dengan leluasa bermain dengan semua teman teman sosialita nya.
"Dee kok kamu kesannya kaya ngusir mas yah"ucap Dewa melihat sikap Risa yang seolah olah ingin Dewa pergi.
"Engga kok mas aku gak gitu yang ada aku itu sedih kalo kamu ninggalin aku tapi kan kamu keluar kota pasti buat urusan bisnis yang besar sayang kan mas kalo sampai bisnis itu gagal cuman gara gara kamu ngebelain nemenin aku"ucap Risa yang mengelak padahal sebenarnya ia ingin sekali Dewa pergi jauh darinya.
"Udah gapapa kok sayang lagian kita kan baru baikan dan mas mau ngehabisin waktu berdua sama kamu sayang"ucap Dewa sambil memeluk tubuh istrinya itu.
Nampak Risa hanya memutar bola matanya ketika Dewa memeluknya ia nampak sangat malas meladeni suaminya itu"Kenapa gak pergi aja sih mas aku gak suka mau ada sisini "ucap batin Risa.
"Mas apa kamu gak kerja?"ucap Risa sambil melepaskan pelukan Dewa.
"Kan mas tadi udah bilang kalo mas mau ngehabisin waktu berdua sama kamu"ucap Dewa sambil menatap wajah Risa dengan tatapan penuh arti.
__ADS_1
"Tapi kan mas aku liat kemarin kerjaan kamu numpuk loh"ucap Risa yang ingin Dewa pergi
"Udah urusan itu gampang kamu kaya yang gak tau mas itu siapa aja sih Dee"ucap Dewa terkekeh.
"Mmm..gitu yah mas ya udah deh aku nurut aja sama kamu"ucap Risa nampak sudah kehabisan akal untuk menyuruh Dewa untuk pergi.
Ditempat lain.
Kembali ke tempat Luna nampak kini ia sedang duduk bersantai di sebuah ayunan gantung yang ada di teras balkon apartemen itu,nampak kini ia hanya duduk santai karena pikirannya sekarang sudah tak berpikiran negatif tentang Dewa karena ia sudah tau alasan Dewa bersikap dingin dan acuh kepadanya kemarin adalah karena disebabkan oleh pekerjaan dan masalah di kantor Dewa.
"Hm..mas Dewa lagi apa yah sekarang,,mmm..mungkin sekarang dia lagi sibuk ngurusin pekerjaannya yang di luar kota"ucap Luna sambil senyum-senyum sendiri.
"Ehh..iya gue lupa buat ngasih tau si Mela kalo gue tinggal sma mas Dewa"ucap Luna sambil menyalakan layar ponselnya dan langsung mem video call Mela.
"Hai Mel"ucap Luna sambil melambaikan tangan.
"Iya ada apa"ucap Mela dengan ekspresi wajah malas.
"Apa kabar Lo"ucap Luna
"Gue bae bae aja tumben tumbenan Lo nanyain kabar gue"ucap Mela.
"Ya gue mau cuma basa basi aja,, sekalian gue mau ngasih tau Lo bahwa gue udah pindah rumah"ucap Luna.
"Hah..pindah rumah kemana Lo?"ucap Mela
"Tuh Liat"ucap Luna sambil memperlihatkan seisi apartemen mewah itu kepada Mela melalui video call.
"Wah..gede banget mana mewah lagi"ucap Mela yang takjub melihat kemewahan tempat tinggal Luna sekarang.
"Bagus kan"ucap Luna
"Heem.. bagus baget ini mah Lun,,eh..tapi ngomong ngomong Lo dapet duit dari mana sampai bisa sewa apartemen semewah itu"ucap Mela.
"Ini apartemen milik mas Dewa dan gue di suruh tinggal di sini sama ini nih Mel gue di kasih ini sama mas Dewa"ucap Luna sambil memperlihatkan black card kepada Mela.
"Wah..beneran dia kasih Lo itu Lun wah wah gue gak nyangka banget kalo sahabat gue yang satu ini dapetin pacar orang tajir,,gue jadi penasaran sama siapa sebenernya si Dewa itu"ucap Mela.
~
Salam Author;)
__ADS_1