Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 53


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah


Terima kasih:)


_


Flashback Onn


Jam menunjukkan pukul tujuh pagi dan nampak truk pindahan pun sudah tiba di halaman apartemen tempat Dewa dan Luna pindah dan nampak beberapa pegawai pun sudah mulai memindahkan barang barang yang akan di bawa ke rumah baru milik Dewa dan Luna.


"Ya udah sekarang kamu terus pantang dia dan malam kamu laporan sama saya"ucap Dewa kepada seseorang di dalam telpon.


📞 seseorang"..........


Orang itu adalah mata mata yang di kirim oleh Dewa untuk mengawasi kegiatan istrinya sehari hari,ternyata Dewa sudah lama menugaskan salah satu anak buahnya untuk mengawasi Risa namun entah mengapa Dewa sama sekali tidak tahu bahwa istri telah berselingkuh dengan pamannya sendiri.


-


Sementara di tempat lain nampak Daniel dan Risa sedang menunggu kedatangan seseorang di rumah milik Daniel.


"Gimana kata dia?"ucap Risa ketika seseorang yang di tunggu tunggu nya sudah datang.


"Kata pak Dewa saya harus melaporkan kegiatan ibu malam hari ini"ucap anak buah Dewa kepada Risa.


"Bagus,kamu bilang aja sama bos kamu kalo saya lagi nginep di rumah orang tua saya"ucap Risa.


"Baik Bu kalo begitu saya permisi dulu"ucap anak buah Dewa sambil melangkah pergi dari hadapan Risa dan Daniel.


"Oke"ucap Risa.


"Hei Wahyu"ucap Daniel kepada anak buah Dewa.


Seketika anak buah Dewa yang bernama Wahyu tersebut langsung menghentikan langkahnya dan kembali menoleh kearah orang yang memanggil namanya.


"Iya ada apa Pak?"ucap Wahyu sambil kembali menghampiri kedua pasangan tersebut.


"Awas kalo kamu berani ngadu sama bos kamu saya gak segan segan buat bunuh kamu dan keluarga kamu,ingat itu"ancam Daniel kepada anak buah Dewa.


Ternyata alasan Dewa yang tidak tahu bahwa istri berselingkuh karena Daniel tahu bahwa Dewa mengirim anak buahnya untuk mengawasi Risa.

__ADS_1


Flashback off


Nampak seorang pria berbaju hitam sedang berdiri di sebuah eskalator yang ada di sebuah mall,terlihat laki laki tersebut sedang mengawasi seseorang dan orang itu adalah istilah dari atasannya yaitu Dewa,Daniel yang saat itu melihat pria tersebut nampak sedang mengawasi mereka berdua pun merasa curiga bahwa itu adalah mata mata.


"Eh,,sayang kita mau kemana"ucap Risa terkejut ketika tiba tiba Daniel menarik tangannya.


"Kamu jangan banyak bicara,kita lagi di ikutin orang"ucap Daniel sambil berjalan menarik tangan Risa.


"Hah ngikutin kita?"ucap Risa terkejut.


"Iya udah kamu gak usah panik"ucap Daniel kepada Risa.


Daniel berjalan pergi dari mall tersebut dan membawa Risa menuju belakang mall tersebut untuk mengumpan pria yang sedang mengawasinya.


Pria itu nampak mengikuti kemana Risa dan Daniel pergi namun ketika berada di gang sempit belakang mall tersebut pria tersebut kehilangan jejak dari keduanya,namun tiba tiba saja


BRAKK


Sebuah balok kayu berhasil memukul punggung pria penguntit tersebut hingga tak sadarkan diri dengan cepat Daniel membawa pria tersebut kedalam mobilnya untuk di interogasi alasan si pria penguntit tersebut mengikuti mereka berdua.


Setelah di bawa ke tempat penyekapan pria tersebut sadarkan diri dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat pistol berada dihadapannya.


"Kamu siapa hah?dan kenapa kamu ikuti kami berdua"ucap Daniel sambil mendekatkan pistol dengan kepala pria tersebut.


"Saya Wahyu tuan"ucap pria tersebut nampak ketakutan dengan pistol yang begitu dekat dengan kepalanya.


"Kenapa kamu ikuti kami berdua"tegas Daniel sambil menekan pistol di tangan dengan kepala Wahyu.


"Ampun tuan ampun saya di suruh oleh bos saya pak Dewa untuk mengawasi Bu Risa"ucap Wahyu terlihat sangat ketakutan.


"Hakhhh..Dewa kau pikir bisa menang melawan paman mu ini hakh??"gerutu nya dengan memainkan pistol di tangannya dan terbahak.


"Tuan tolong jangan bunuh saya"ucap Wahyu dengan penuh ketakutan.


"Baik,saya tidak akan membunuh mu tapi dengan satu syarat,jangan sampai Dewa tau tentang hubungan saya dengan istrinya kalau sampai dia tau saya tak segan segan untuk bunuh kamu bersama keluarga kamu"ancam Daniel sambil mengetuk ngetuk pistol di tangannya dengan kening Wahyu.


"Baik tuan baik saya akan jaga rahasia ini"ucap Wahyu dengan keringat yang bercucuran akibat sangat takut dengan Daniel.


"Baiklah,,lepasin dia"ucap Daniel kepada anak buahnya.

__ADS_1


"Terima kasih tuan terimakasih"ucap Wahyu sambil membungkukkan badannya dan kemudian pergi dari ruangan gelap tersebut dengan langkah cepat.


"Hei"seru Daniel membuat langkah Wahyu terhenti dan membalikan badannya.


"Iya ada apa tuan"ucap Wahyu kembali gemetaran.


DORR


Sebuah tembakan dari Daniel hampir saja mengenai kepala Wahyu membuat Wahyu benar benar terkejut dan syok dengan peluruh yang hampir mengenai kepalanya itu.


"Jangan pernah macam macam dengan saya atau peluruh dalam pistol ini akan menembak kepala seluruh anggota keluarga mu termasuk kamu"ucap Daniel dengan tatapan tajam sambil kembali mengarahkan pistol kearah Wahyu.


"Baik tuan saya tidak akan melanggar janji saya"ucap Wahyu dengan gemetar.


"Baik kalau begitu pergilah"ucap Daniel.


Wahyu pun pergi dari ruangan itu dengan membawa sejuta ketakutan di dalam dirinya dengan gemetar ia berjalan mencari jalan pulang.


Flashback Onn


"Mas barang barang kamu udah di beresin semuanya kan"ucap Luna yang berjalan masuk kedalam ruangan kerja Dewa.


"Udah kok sayang"ucap Dewa mengambil tas berisi beberapa dokumen penting miliknya.


"Ya udah kalo gitu kita berangkat aja sekarang mas"ucap Luna sambil memegang tangan Dewa.


"Iya ayo nanti biar mas mas nya aja yang bawa barang barang kita"ucap Dewa sambil menganggukkan kepalanya.


Sambil merangkul pinggang istri Dewa berjalan keluar dari ruangan tersebut,nampak pasangan pengantin baru itu terlihat sangat bahagia apalagi sebentar lagi mereka akan di karuniai seorang malaikat kecil yang akan menambah kebahagiaan di dalam kehidupan mereka.


"Mas aku penasaran banget sama rumah kita nanti,apa rumah itu sebagus apartemen kita atau justru lebih bagus apartemen kita?"oceh Luna sambil memeluk erat tangan Dewa.


"Kamu nanti yah sayang pasti kamu suka sama rumah kita nanti"ucap Dewa tertawa kecil melihat Luna yang begitu penasaran dengan rumah barunya.


Mereka terus membicarakan tentang bagaimana rumah barunya nanti hingga tak sadar sudah berada di parkiran bawah tanah gedung apartemen tersebut.


Mereka menaiki mobil sport mewah yang terparkir di ujung kanan tempat parkir tersebut,dengan romantisnya Dewa memakaikan sabuk pengaman kepada Luna dan sejenak mereka saling bertatapan dan di akhiri dengan ciuman.


~

__ADS_1


Salam Author;)


__ADS_2