Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 66


__ADS_3

Lanjut


Sesampainya di halaman depan rumah tempat tinggal Luna dan keluarganya Luna beserta kedua bocah itu turun dari mobil tersebut begitupun dengan Dewa dan Gani, melihat kondisi rumah yang di tempati oleh istri dan anaknya sudah tidak layak untuk di huni membuat Dewa begitu terpukul.


Dari dalam rumah Lastri keluar karena mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumah namun ia nampak sedikit kebingungan karena melihat dua pria asing bersama dengan Luna.


"Mbak ini siapa yah?"tanya Lastri sedikit bingung.


"Ini Las kenalin ini mas Dewa dan yang satunya lagi mas Gani"ucap Luna memperkenalkan kedua pria itu.


"Hah..."Lastri seketika menutupi mulutnya dengan kedua tangannya ia terkejut mendengar bahwa pria berpakaian formal itu ternyata pria dari masa lalu nya Luna.


Luna sudah menebak bahwa ekspresi Lastri akan seperti itu"Las gapapa kok"ucap Luna sambil menepuk pundak Lastri.


"Tapi mbak"ucap Lastri mengkhawatirkan Luna dan Karla.


Luna meyakinkan Lastri bahwa Dewa sama sekali tidak ada niatan jahat untuk menyakiti dirinya.


"Ya sudah mas mari masuk"ucap Luna mempersilahkan Dewa dan Gani masuk kedalam rumah kayu itu


Dewa dan Gani yang baru pertama kalinya menginjakan kakinya di rumah reot seperti ini merasa sangat khawatir karena takut rumah itu sewaktu waktu akan roboh.


Dengan beralaskan tikar rotan Dewa dan Gani di persilahkan untuk duduk"mas mau minum apa?"tanya Luna kepada Dewa dan Gani.


"Mas mau kopi hitam buatan kamu"ucap Dewa sambil tersenyum kepada Luna.


"Kalo mas Gani?"


"Samain aja Lun"ucap Gani


"Tunggu sebentar yah mas"ucap Luna kemudian beranjak pergi di ikuti oleh Lastri, sementara Karla dan Adit duduk di sudut ruangan sambil memainkan ponsel Luna.


"Karla sini nak sama papa"ucap Dewa.


"Ih..om ini yah Karla kan udah pernah bilang om itu bukan papanya Karla!"ucap Karla dengan wajah kesal.

__ADS_1


Mendengar ucapan dari putrinya tersebut membuat hati Dewa begitu hancur rasa penyesalan terus menyelimuti hatinya.


"Em..kalo begitu Karla mau gak papa beliin jajanan"ajak Dewa.


Bagaimana pun juga Karla tetap anak kecil jika di tawari hal semacam itu pasti akan tergiur"Karla mau om"ucapnya sambil berdiri dan mengacungkan tangannya.


"Ya udah nanti setelah Bunda keluar dari dapur kita langsung berangkat yah"ucap Dewa bersemangat.


"Yes..ayo"anak itu nampak kegirangan.


"Bunda ayo cepetan buat kopinya Karla sama kak Adit mau berangkat beli jajan sama om ini"teriak Karla dari dalam rumah


"Sebentar sayang bunda lagi buat kopi nak"ucap Luna dari dalam dapur.


Tak lama kemudian Luna datang membawa nampan berisi dua cangkir kopi dan beberapa biskuit untuk Dewa dan Gani.


"Silahkan di minum mas kopi nya maaf cuman ada ini di sini"ucap Luna.


"Gapapa sayang ngomong ngomong nek Asih nya kemana?"tanya Dewa.


"Tadi sih lagi tidur Mbak emang ada apa mbak?"


"Saya ingin meminta izin kepada nek Asih untuk membawa pulang istri beserta anak saya"jawab Dewa.


Mendengar hal itu Lastri langsung menatap wajah Luna,Luna yang sudah menebak ekspresi Lastri akan seperti itu hanya tersenyum sambil mengusap punggung Lastri.


Luna belum sempat mengatakan semuanya kepada Lastri tentang keputusan yang sangat berat ini, sebenarnya jika boleh memilih ia lebih baik hidup susah di kampung seperti sekarang dari pada harus hidup bersama dengan pria yang telah membuat hidupnya hancur namun karena takdir yang harus mempertemukan nya kembali bersama Dewa Luna terpaksa harus kembali kepada ayah dari anak nya itu.


"Mbak sepertinya kita harus bicara sebentar"ucap Lastri sambil menarik tangan Luna.


"Saya sama mbak Luna permisi kebelakang sementara"ucap Lastri sambil menarik tangan Luna.


Di belakang rumah Lastri menatap Luna dengan tatapan kecewa"kenapa mbak gak bilang sama Lastri mbak,kenapa mbak harus pulang sama pria yang udah nyakitin hati Mbak?"ucap Luna.


"Bukan kaya gitu Las Mbak terpaksa lakuin hal ini karena dia ngancam mbak kalo mbak gak mau ikut sama dia,dia akan bawa Karla"

__ADS_1


"Mbak gak bisa hidup tampa Karla Las jadi mbak terpaksa lakuin ini,mbak harap kamu bisa ngertiin perasaan mbak kali ini"ucap Luna menjelaskan alasannya ingin kembali bersama Dewa.


"Tapi mbak kalo mbak kembali sama mas Dewa Lastri Adit sama nenek gimana?"ucap Lastri.


"Kamu tenang aja Las Mbak akan coba bilang sama mas Dewa buat ajak kamu Adit sama nenek tinggal bareng kaya sekarang ini"ucap Luna mencoba meyakinkan Lastri.


"Tapi mbak kalo mas Dewa gak setuju gimana?"


"Tenang aja Las dia pasti setuju"ucap Luna


"Ya sudah sekarang kamu jangan cemasin itu semua mending sekarang kita masuk lagi denger kan Karla sama Adit udah panggil panggil kita"ucap Luna mengajak Lastri untuk kembali kepada rumah.


-


"Bunda dari mana aja sih Karla dari tadi nungguin bunda tau"ucap bocah itu memarahi Luna dengan ekspresi wajah kesal.


Dewa dan Gani yang melihatnya pun merasa terhibur karena ekspresi kesal dari putrinya itu terlihat Lucu.


"Anak Lo bener bener kaya bini Lo dari sifat nya ampe wajah nya aja mirip bini Lo"ucap Gani sambil tertawa.


Dewa hanya tersenyum melihat tingkah putrinya itu betapa senangnya ia bisa melihat tingkah laku putrinya itu setelah lima tahun lamanya terpisah ia baru tau bahwa sifat putrinya sungguh mirip dengan istrinya.


"Eh.. Karla kok gitu gak malu gitu diliatin sama om om nya?"ucap Luna sambil berjongkok mensejajarkan diri dengan putrinya itu.


"Gak Karla gak malu kan Karla gak kenal sama om om ini"ucap Karla yang membuat hati Dewa seketika hancur mungkin ini rasanya tidak di kenali oleh putrinya sendiri.


Luna yang melihat ekspresi wajah Dewa yang seketika murung merasa tidak enak karena belum memberi tahu kan yang sebenarnya kepada putrinya itu bahwa sebenarnya pria yang putrinya sebut om itu adalah ayahnya sendiri.


"Karla gak boleh kaya gitu yah nak kan tadi Karla udah tau namanya masa belum kenal terus"ucap Luna.


"Tapi bunda Karla masih kesel om itu ngaku ngaku papa Karla terus"ucap anak itu sambil menunjuk kearah Dewa.


Dirasa inilah waktunya untuk memberi tahu putrinya bahwa pria yang di tunjuk putrinya memang ayah nya sendiri Luna menuntut Karla untuk menghampiri Dewa untuk memberi tahu bahwa Dewa memanglah ayah nya sendiri,Luna pun menyuruh putrinya duduk di pangkuan Dewa untuk yang pertama kali nya


~

__ADS_1


salam Author


__ADS_2