
Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah
Terima kasih:)
Lanjut.
Sesampainya di depan pintu apartemennya Dewa pun langsung masuk kedalam apartemennya di ikuti oleh Gani yang mengekornya di belakang.
"Sayang"ucap Dewa memanggil Luna.
"Iya mas sebentar"teriak Luna dari dalam kamar.
"Lo panggil Luna sayang bro"ucap Gani sambil terkekeh ketika mendengar panggilan Dewa kepada Luna.
"Iya emang kenapa?"ucap Dewa sambil melotot kepada Gani.
"Mas kok kamu ada di sini ada si Gani juga lagi"ucap Luna sambil tersenyum kepada Dewa namun ketika melihat Gani Luna langsung memutar bola matanya malas karena ia masih kesal kepada Gani yang melarang Mela untuk menginap di rumahnya.
"Iya mas tadi abis makan siang trus mas keinget kamu jadi mas beliin ini buat kamu"ucap Dewa sambil memberikan kantung kresek hitam berisi satu bungkus bakso untuk Luna.
"Ini apa mas"ucap Luna sambil menerima kantung tersebut dari tangan Dewa.
"Itu bakso pedes buat kamu,kamu kan suka pedes jadi tadi mas beliin buat kamu"ucap Dewa.
"Iya Lun dia tadi juga makan"ucap Gani kepada Mela.
"Wah,,mas kamu makan pedes?"ucap Luna tak percaya dengan ucapan Gani.
"Iya sayang tadi mas juga makan,lain kali kita makan di sana bareng yah berdua"ucap Dewa sambil tersenyum kepada Luna.
"Ya udah makan keburu dingin loh baksonya nanti gak enak"ucap Dewa.
"Iya mas"ucap Luna.
"Ya udah mas ambil-in dulu mangkuknya yah kamu duduk aja di sofa dan Lo Gan Lo duluan aja ntar gue nyusul"ucap Dewa sambil berjalan kearah dapur.
__ADS_1
Melihat Dewa yang begitu perhatian kepada dirinya,Luna nampak sangat bahagia namun tiba tiba saja kepalanya terasa pusing.
"Mas kok kepala aku pusing banget yah"ucap Luna sambil memegangi kepalanya.
Mendengar hal itu Dewa sontak terkejut dan langsung menahan tubuh Luna yang akan terjatuh,nampak Luna terlihat sangat pucat saat itu,Gani yang melihatnya pun merasa cemas.
"Ya ampun muka kamu pucat banget"ucap Dewa ketika melihat wajah Luna yang begit memucat.
"Mas badan aku lemes banget"lenguh Luna.
"Gan Lo cepetan bawa mobil ke depan lobi kita ke rumah sakit sekarang"ucap Dewa dengan panik sambil memangku tubuh Luna.
Dengan panik Dewa pun berjalan menuju lift gedung apartemen tersebut sambil memangku tubuh Luna nampak ia sangat khawatir dengan kondisi Luna begitu juga dengan Gani ia sama paniknya dengan Dewa.
Skipp.
Sesampainya di rumah sakit nampak Luna langsung di bawah menggunakan Bed rumah sakit oleh para perawat di sana bersama dengan Dewa dan Gani yang menyusul nya.
Luna nampak dibawa ke sebuah ruangan untuk di periksa dan nampak Dewa dan Gani hanya menunggu di depan ruang IGD dengan kekhawatiran mereka.
"Lo tenang aja si Luna gak bakal kenapa napa kok"sambung Gani.
"Lo bisa ngomong kaya gitu Gan karena Lo gak ngerasain se-khawatir apa gue sama si Luna coba kalo si Mela kaya gini apa Lo bakal diem aja?"ucap Dewa dengan emosi.
"Dih amat amit"ucap Gani sambil memalingkan wajahnya.
Mereka terus beradu mulut hingga mereka tak sadar bahwa pintu ruang IGD tersebut sudah terbuka dan nampak seorang Dokter keluar dari sana.
"Sudah bapak bapak jangan pada ribut ini rumah sakit bukan tempat sidang"ucap seorang dokter wanita ketika melihat Dewa dan Gani yang beradu mulut.
Sontak kedua sahabat itu terkejut ketika melihat kehadiran dokter tersebut"Dok gimana keadaan Luna?"ucap Dewa dan Gani bersamaan.
"Ibu Luna baik baik saja pak"ucap Dokter tersebut.
"Aaahh,, syukurlah"ucap Dewa nampak lega ketika mendengar ucapan dokter tersebut.
__ADS_1
"Di antara bapak bapak ini siapa yang jadi wali dari Bu Luna?"tanya dokter tersebut kepada Dewa dan Gani.
"Saya dok"ucap Dewa sambil mengacungkan tangannya.
"Oh,,kalo begitu mari masuk pak ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada bapak"ucap Dokter tersebut kepada Dewa.
Dewa pun masuk ke dalam ruangan tersebut dan dilihatnya Luna masih terbaring di atas Bed rumah sakit tersebut dengan selang infus yang tertempel di tangannya.
"Silahkan duduk pak"ucap Dokter wanita tersebut kepada Dewa.
"Jadi gimana keadaan si pasien Dok?"tanya Dewa sambil melirik kearah Luna yang masih terbaring tak sadarkan diri itu atas ranjang rumah sakit.
"Keadaan Bu Luna baik baik saja pak,hanya saja bapak harus lebih memperhatikan makanan dan minuman yang di konsumsi oleh Bu Luna mengingat usia kandungan Bu Luna yang masih sangat muda"ucap Dokter wanita tersebut kepada Dewa nampak Dewa sedikit tak mengerti dengan apa yang di sampaikan oleh dokter tersebut.
"Kandungan, maksud anda Dok?"ucap Dewa tak mengerti.
"Nampak nya pak Dewa belum tahu bahwa istri bapak sedang hamil muda sekarang"ucap Dokter tersebut kepada Dewa sementara itu Dewa hanya menggelengkan kepalanya.
"Hamil"ucap Dewa terkejut ketika mendengar ucapan dokter tersebut ia berdiri seakan tak percaya bahwa Luna sedang mengandung anak nya.
"Iya pak istri anda sedang mengandung"ucap Dokter tersebut tertawa kecil ketika melihat ekspresi wajah Dewa yang begitu terkejut mendengar bahwa Luna sedang mengandung.
"Ya sudah pak Dewa bisa duduk kembali saya akan menjelaskan kepada pak Dewa apa yang terjadi kepada Bu Luna sehingga pingsan seperti tadi,Jadi begini pak Dewa istri anda sedang mengandung dan usia kandungannya baru menginjak dua minggu,mungkin karena Bu Luna tidak tahu bahwa dirinya sendang mengandung Bu Luna tidak memperhatikan makanan yang ia konsumsi sehingga terjadilah mual muntah yang sangat hebat sehingga tubuhnya lemas dan akhirnya Bu Luna pingsan,sebenarnya mual muntah itu adalah hal biasa terjadi kepada ibu hamil apalagi untuk bumil muda seperti Bu Luna,ini anak pertama kan pak?"ucap Dokter tersebut.
"Iya Dok"ucap Dewa sambil tersenyum kepada Dokter tersebut.
"Nah oleh karena itu bapak sebagai suami yang baik harus lebih memperhatikan makanan yang di konsumsi oleh Bu Luna yah pak"ucap dokter tersebut sambil tersenyum kepada Dewa.
"Baik Dok"ucap Dewa masih tidak percaya dengan kehamilan Luna.
"Baiklah kalau pak Dewa sudah mengerti, setelah Bu Luna sadar dan cairan infusan nya sudah habis Bu Luna sudah boleh pulang yah pak"ucap Dokter tersebut.
"Ya sudah saya permisi dulu karena ada pasien yang harus saya periksa di ruangan lain dan selamat yah pak atas kehamilan Bu Luna"ucap Dokter tersebut sambil bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Dewa.
~
__ADS_1
Salam Author;)