Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 64


__ADS_3

LANJUT


***


Keesokan harinya suasana di rumah Nek Asih sangat lah sibuk Luna dan Lastri sibuk menyiapkan barang dagangan mereka setelah tadi pagi mengurus pekerjaan rumah dan mengurus anak anak mereka kegiatan ini adalah rutinitas Luna dan Lastri setiap hari.


"Karla Adit sini nak"ucap Luna dari dapur.


"Iya Bun ada apa?"jawab Karla sambil menghampiri Luna.


"Bunda boleh minta tolong masa kamu?"tanya Luna sambil mendongakkan tubuhnya agar sama dengan tinggi putrinya.


"Boleh minta tolong apa Bun?"ucapnya.


"Bawa keranjang nasi uduk ini ke proyek sama kak Adit nanti Bunda nyusul bunda mau bantuin Tante Lastri mandiin nenek dulu yah sayang"ucap Luna sambil memberikan keranjang kecil berisi beberapa nasi uduk kepada putrinya.


"Baik Bun kalo begitu Karla panggil dulu kak Adit nya yah Bun"ucap anak itu sambil pergi membawa keranjang berisi bungkusan nasi uduk.


Setelah putrinya pergi Luna pun ikut pergi sambil membawa satu keranjang besar nasi uduk"Las sini biar mbak aja yang ngelapin nenek"ucap Luna.


"Gak usah mbak biar Lastri aja mbak lebih baik langsung ke proyek deh nanti pegawai di sana pada kelaparan lagi si sana nungguin mbak"ucap Lastri.


"Beneran nih gapapa kamu yang ngurus nenek sendirian"ucap Luna.


"Iya mbak gapapa"ucap Lastri.


"Ya udah kalo begitu mbak berangkat dulu yah"ucap Luna lalu keluar dari kamar nek Asih dan langsung membawa keranjang besar tersebut keluar dari rumah.

__ADS_1


Setelah satu Minggu mereka pindah ke rumah tua itu nek Asih mulai kembali berjualan nasi uduk seperti saat ia berjualan di Jakarta hingga saat ia jatuh sakit Luna dan Lastri lah yang menggantikan nya berdagang hingga sekarang.


Tak terasa kakinya sudah sampai saja di proyek pembangunan perumahan di kampung sebelah dilihatnya Karla dan Adit sedang duduk bersama seorang pria yang sangat ia kenal melihat hal itu Luna langsung menghampiri mereka bertiga.


"Itu Bunda,Bunda!!"teriak Karla ketika melihat Luna menghampiri mereka sontak pria tersebut langsung menoleh kearah Luna dan langsung menghampiri Luna.


"Sini Lun biar aku aja"ucap pria tersebut sambil ingin mengambil keranjang besar di tangan Luna.pria itu adalah Arman mandor bangunan di proyek perumahan tersebut yang tertarik dengan Luna.


"Udah mas biar Luna aja orang udah deket kok"ucap nya menolak tawaran dari pria tersebut.


Luna pun kembali berjalan dan langsung menaruh keranjang tersebut di atas sebuah meja dan nampak para pegawai di sana langsung mengambil nasi uduk di dalam keranjang besar tersebut begitupun dengan Arman,semenjak ada proyek pembangunan ini omset penjualan nasi uduk Luna dan Lastri meningkat karena selalu di serbu oleh para pekerja di sana dan menjadi pelanggan tetap.


"Kalian mau tunggu disini atau mau pulang?"ucap Luna begitu duduk di samping putrinya,ia menunggu mandor muda itu untuk membayar semua nasi uduk yang di ambil oleh para pegawai nya.


"Karla mau di sini aja Bun"ucap nya


"Ya udah tunggu sampai om om ini habis makan yah sayang baru kita pulang abis itu kita berangkat sekolah deh"ucap Luna sambil merangkul pundak kedua bocah tersebut.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya para pegawai itu selesai menyantap nasi uduk mereka dan Luna langsung menghampiri Arman untuk meminta bayaran dari semua nasi uduk yang semua pegawai ambil.


"Kak Adit itu liat ada garpuh besar"tunjuknya kepada sebuah garpuh besar yang ada di gundukan pasir.


"Wah...iya kita kesana yu"ajak Adit ketika melihat benda tersebut.


Kedua bocah itu berlari kearah gundukan pasir itu tanpa sepengetahuan Luna ataupun pegawai yang lain"Wah garpuh nya besar banget pasti ini buat makan raksasa yah kak"ucap Karla takjub melihat garpuh sebelum itu.


"Iya berarti di sini ada raksasa mau makan pasir"jawab Adit sama polosnya seperti Karla.

__ADS_1


Ketika kedua bocah itu sibuk mengoceh tentang garpuh besar itu di tempat yang sama dua pria keluar dari salah satu bangunan yang sudah hampir jadi,melihat ada dua bocah di proyek pembangunan nya pria itu lantas menghampiri dan memarahi Karla dan Adit.


"Jangan main di sini ini area pembangunan bukan tempat main kalian!!dasar anak anak nakal"bentak pria itu sambil menarik kedua baju bocah itu agar jauh jauh dari gundukkan pasir itu.


"Syuh syuh syuh pergi sana"pria itu mendorong tubuh mungil kedua bocah itu.


"Om jahat Adit gak suka sama Om"ucap Adit sambil melingkarkan tangannya.


"Karla juga,kata Bunda kalo orang jahat gak di cayang tuhan belalti om gak di cayang tuhan kalna om jahat Karla gak suka"ucap nya memberi ekspresi yang sama seperti Adit.


Mendengar ucapan dari Karla pria itu terkekeh sementara Karla dan Adit nampak kesal dengan pria dengan pengawakan tinggi itu"Bunda Om ini jahat in Karla sama kak Adit Bun"teriak Karla membuat Luna seketika menoleh kearah sumber suara.


"Ya ampun Karla"ucapnya terkejut dan langsung menghampiri kedua bocah tersebut namun langkahnya terhenti seketika ketika melihat pria yang sedang bersama kedua anaknya itu.


"Ini gak mungkin ini gak mungkin" ucap batin Luna ketika melihat pria dari masa lalu nya itu kini muncul kembali di hadapannya Ia sungguh benar benar terkejut dengan apa yang kini sedang ia lihat ternyata pemilik proyek ini adalah Dewa Danuar ayah dari putrinya.


"Luna?"ucap Dewa sama terkejutnya ketika melihat ibu dari bocah yang sedang bersamanya.


"Om kok tau nama Bunda Karla sih?"ucapnya sambil menggaruk kepalanya.


Mendengar ucapan gadis kecil itu membuat Dewa semakin yakin bahwa itu adalah istrinya dan gadis kecil di sampingnya itu adalah putrinya yang dulu masih didalam kandungan,Seketika Dewa langsung memeluk Karla erat membuat gadis kecil itu terkejut dan keheranan,Dewa terlihat menangis tak kuasa menahan kebahagiaan karena telah menemukan istri dan anaknya"Terima kasih ya tuhan engkau telah pertemuan kembali istri beserta anak hamba"ucap pria itu dengan air mata bahagia menetes di pipinya.


"Ini ayah nak"ucap Dewa kepada Karla


"Ayah?"gadis kecil itu nampak keheranan dengan Dewa yang mengaku sebagai ayahnya.


"Enggak om om bukan ayah Karla kata bunda ayah Karla udah meninggal sejak Karla masih di dalam kandungannya bunda jadi om bukan ayah Karla,om salah kali"ucap Karla menjelaskan bahwa Dewa bukan lah ayahnya.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Karla Dewa langsung menggendong putrinya dan menghampiri Luna yang sedang berdiri mematung dengan mata berkaca-kaca namun seketika Dewa memeluk erat Luna dan saat itu juga Luna menangis tersedu membuat para pegawai di sana terkejut mendengar suara tangisannya, melihat Bundanya menangis membuat Karla syok dan ikut menangis ini adalah momen mengharukan dimana sebuah keluarga di pertemukan kembali setelah empat tahun lamanya terpisah.


__ADS_2