Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 62


__ADS_3

Lanjut.


Luna yang mendengar kabar sayembara itu berusaha untuk tetap tenang,meski Ali selalu mengingatkan Luna untuk terus waspada karena anak buah Dewa pun mencari ke setiap pelosok negeri apalagi jarak Bandung dengan ibu kota sangat lah dekat.


"Aku harus tetap tenang gak mungkin anak buah mas Dewa sampai kesini"gumam Luna berusaha tetap tenang.


"Neng nenek sama Lastri mau beli bahan makanan dulu ke pasar neng Luna gapapa kan ditinggal sendirian di sini"ucap Nek Asih kepada Luna yang sedang menyapu lantai dari papan tersebut.


"Luna ikut yah nek sekalian Luna mau beli barang barang keperluan rumah baru kita"ucap Luna sambil memegang tangan nek Asih.


"Lebih baik jangan neng mungkin diluar sana orang orang lagi berbondong-bondong cariin kamu nenek gak mau kalo kamu kembali lagi sama pria itu"ucap Nek Asih melarang Luna untuk ikut dengan dirinya karena ia tahu tentang sayembara itu.


"Kalo neng Luna pengen beli sesuatu bilang aja sama nenek nanti nenek beliin"sambungnya.


"Ini nek yang Luna pengen beli banyak,Luna gak mungkin nyuruh nenek buat beliin"ucap Luna sambil memberikan bon dari saku bajunya.


Dilihatnya banyak barang yang ingin Luna beli seperti bantal guling hingga kasur untuk keperluan mereka bertiga"Ya ampun neng ini gak salah neng mau beli barang barang ini?barang barang ini mahal mahal semua loh neng,kita pakai yang seadanya aja di sini"ucap Nek Asih kaget melihat isi bon Luna.


Luna nampak tersenyum"Gapapa nek Luna beli ini buat kenyamanan kita bertiga apa lagi beberapa bulan ke depan di sini bakalan ada dua bayi,jadi barang barangnya harus serba baru dan bersih kasian kan kalo bayi Lastri sama bayi Luna tidurnya cuman di tikar rotan doang,soal harga gak masalah nek asal kita bertiga nyaman Luna pasti beli,lagian nenek gak perlu khawatir Luna punya uang simpanan kok yang cukup buat kita beli semua barang itu jadi nenek gak perlu khawatir"ucap Luna menatap wajah nek Asih dengan tatapan menyakinkan,ia memang punya uang simpanan yang ia tabung selama ia bekerja di tempat karaoke dulu yang ia simpan di rumah kos nya.


"Tapi ini kan uangnya neng Luna lebih baik neng Luna gak usah beliin untuk nenek biar kamu sama Lastri aja yang beli yang nenek gak usah,nenek gak mau ngerepotin neng"ucap Nek Asih merasa tidak enak kepada Luna.


"Gak ngerepotin kok nek malah Luna yang ngerepotin nenek,ya udah tunggu sebentar yah nek Luna kekamar dulu"ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan nek Asih yang masih berdiri di ruang tengah.

__ADS_1


Tak lama kemudian Luna pun kembali membawa tas kecil yang langsung ia berikan kepada nek Asih"ini nek enam juta cukup kan nek buat beli kasur tidur dua,sama selimut dan bantal gulingnya?"ucap Luna.


"ini lebih dari cukup neng"ucap nek Asih nampak gemetaran menerima kantung kecil berisi uang enam juta itu.


"Syukurlah kalo cukup tapi nek kalo kurang bilang Luna aja yah"ucap Luna sambil tersenyum lega.


"Udah kok neng ini lebih dari cukup"ucap Nek Asih.


"Kalo begitu nenek pergi dulu yah"ucap Nek Asih sambil berlalu pergi meninggalkan Luna di rumah tersebut sendirian.


Setelah kepergian nek Asih dan Lastri Luna hanya duduk di kursi reyot yang ada di ruang tengah nampak ia hanya termenung sambil memegangi perutnya yang kini sudah terlihat membesar air matanya kembali menetes ketika ia mengingat kejadian kemarin.


ia kembali teringat dengan kejadian sebelum acara tasyakuran itu dimulai sebelumnya Dewa mengajak nya untuk memeriksakan kandungannya dan melakukan USG,di sana Dewa terlihat sangat bahagia ketika melihat janin di dalam perut Luna begitupun dengan Luna ia sama bahagianya dengan Dewa kala itu,ada banyak kebahagiaan dan cinta di dalam rumah tersebut namun seketika kebahagiaan itu hancur karena ketidak jujuran Dewa kepada Luna.


Setelah tiga jam lamanya terdengar suara mobil berhenti di halaman depan rumah nek Asih dan nampak Nek Asih dan Lastri keluar dari dalam mobil pick up tersebut bersamaan dengan itu dua pria yang turun dari bak mobil tersebut mereka langsung menurunkan barang barang yang nek Asih beli sesuai dengan isi bon yang di berikan Luna padanya.


"Bang tolong langsung di masukin kekamar nya aja yah"ucap Nek Asih kepada pria yang sedang menurunkan barang pesanannya.


"Baik bu"ucap pria tersebut sambil mengangkat kasur masuk kedalam rumah kayu tersebut.


"Bu baru pindahan yah"ucap supir mobil pick up tersebut sambil menghampiri nek Asih.


"Iya pak baru semalam saya pindah ke rumah ini setelah beberapa tahun lamanya saya di Jakarta"ucap Nek Asih.

__ADS_1


"Las tolong ambilin tikar sama buatin kopi buat Abang Abang ini sekalian ini pindahin ke piring"ucap Nek Asih sambil memberikan kantung kantung berisi bahan makanan.


"Iya nek"ucap Lastri sambil mengambil kantung kresek tersebut kemudian masuk kedalam rumah.


Didalam rumah Luna yang sedang berada di dalam dapur untuk bersembunyi pun langsung ikut membantu Lastri yang sedang menyeduh kopi untuk ketiga pegawai tersebut Luna masih tak berani untuk mendapatkan wajahnya di hadapan orang asing karena kabar sayembara itu.


"Las kamu udah punya pakaian bayi buat nanti lahiran?"tanya Luna di sela sela aktivitas nya.


"Udah ada beberapa mbak tadi di pasar Lastri beli perlengkapan mandinya sama beberapa pakaiannya"ucap Lastri.


"Syukurlah"ucap Luna.


"Kalo mbak sendiri gimana?"tanya Lastri.


"Belinya nanti aja Las usia kandungan mbak kan belum nginjak tujuh bulan"ucap Luna sambil memindahkan kue dalam plastik ke dalam piring.


"Oh gitu yah,ya udah mbak Lastri ke depan dulu yah nanti Lastri kesini lagi"ucap Lastri sambil mengangkat baki berisi kopi dan kue, kemudian ia pergi dari dapur tersebut.


Luna tersenyum lega kini ia sudah tenang karena sudah memiliki tempat tidur yang layak meski keadaan rumah yang reyot dengan atap yang bocor setidaknya ia dan kedua perempuan itu masih bisa tidur di tempat tidur yang layak dan nyaman ini semua berkat ketekunan Luna menabung selama ia bekerja di tempat karaoke nya dulu dan sama sekali tidak ada sepeserpun uang pemberian dari Dewa yang tak pernah ia pakai.


~


Salam Author;)

__ADS_1


__ADS_2