Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 08


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote nya yah


Terima kasih:)


Lanjut.


Keesokan harinya Nampak Luna masih terlelap berbaring di atas ranjang empuk miliknya hingga jam weker yang ada di atas meja kecilnya itu berbunyi, mendengar suara bising dari jam tersebut Luna pun bangun dari tempat tidurnya dan langsung mematikan alarm jam tersebut.


"Hoahh.."Luna menguap dan bangkit dari tempat tidurnya.


"Hm..jam berapa ini kayanya masih pagi deh"ucapnya sambil melihat kearah jam wekernya.


"Mm.. ternyata udah jam tujuh aja,,mending gue langsung mandi aja deh"ucap Luna sambil beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi rumahnya.


-


Setelah beberapa saat Luna pun keluar dsri kamar mandi dengan menggunakan kimono handuk berwarna putih yang membalut tubuhnya.


Tok Tok Tok...


"Neng,neng Luna,nasi uduknya nih neng masih anget"ucap seseorang di balik pintu.


Mendengar suara ketukan pintu di rumahnya Luna lansung menghapiri pintu rumahnya itu da membuka pintu rumahnya,nampak seorang nenek sedang berjongkok di depan pintu dan tersenyum kepada Luna dengan menggedong sebuah bakul nasi berisi bungkusan nasi uduk yang ia jual.


"Eh.. Nek Asih,,baru jualan lagi nih Nek?"ucap Luna membalas senyuman dari nenek tua tersebut sambil ikut berjongkok.


"Iya nih neng nenek baru jualan lagi,,soalnya nenek sibuk jagain cucu nenek yang lagi sakit"ucap Nek Asih sambil membuka ikatan sebuah selendang yang mengikat bakul nasi yang sedang ia gendong.


"Em..emang cucu nenek sakit apa?"tanya Luna sambil membawa satu bungkus nasi uduk dari bakul tersebut.

__ADS_1


"Cucu nenek itu sakit jiwa neng"ucap Nek Asih sambil mengusap keringatnya dengan sebuah saputangan.


"Hm..kok bisa sih nek bukannya Minggu lalu dia masih baik baik aja nek"ucap Luna seaka tak percaya.


"Iya neng memang waktu itu dia masih baik baik aja tapi setelah dia dituding merebut suami orang dan di permalukan ditempat umum oleh istri sah dari pacarnya cucuk nenek jadi sering ngelamun sejak itulah dia bertingkah laku seperti orang gila dan terus sebut nama sibaj!ngan gila itu"ucap Nek Asih yang menangis meratapi nasib cucunya.


"Kini cucu nenek sedang mengandung anak dari si laki laki itu,,nenek semakin merasa kasihan sama dia"ucap nek Asih sambil terus terisak.


"Ya ampun kasian baget dia,,nenek yang sabar yah nek semoga cucu nenek cepe sembuh dan semoga anak yang sedang cucu nenek kandung bisa lahir dengan selamat"ucap Luna sambil mengelus-elus pundak nenek tersebut.


"Aminn neng..makasih yah udah doain cucuk nenek"ucap nek Asih sambil menyeka air matanya.


"Pokoknya neng Luna jangan sampai ngalamin hal serupa seperti yang di alamin cucu nenek karena nenek gak mau kalo hal seperti itu terjadi sama neng Luna,karena neng Luna udah nenek anggap sebagai cucu nenek sendiri,jadi nenek mohon nwng Luna dengerin ucapan nenek untuk kali ini jangan terlalu percaya sama orang yang belum kita kenal"ucap nek Asih sambil menggenggam tangan Luna.


"Iya nek Luna gak bakalan kaya gitu kok"ucap Luna sambil tersenyum kepada nek asih dengan tatapan mata berusaha meyakinkan hati wanita tua yang ada di depannya.


"Ya udah nek kalo begitu Luna abil uang dulu yah kedalem"ucap Luna sambil berdiri dan berjalan menuju kamar nya.


"Aduh makasih banyak yah neng Luna, Amin semoga cucu nenek seneng dapat hadiah ini,,terima kasih banyak yah neng Luna"ucap nek Asih sambil nenaruh hadiah tersebut kedalam bakul nasi yang sedang iya gendong.


"Sama sama nek"ucap Luna kembali tersenyum kepada wanita tua itu.


"Kalo begitu nenek permisi dulu yah neng"ucap nek asih membalas senyuman dari Luna dan kemudian berjalan pergi meninggalkan Luna.


"Hm..kasiah juga yah cucu nek Asih mana keadaannya lagi bunting lagi,,siapa sih baj!ngan yang berani lakuin hal itu sama cucu nek Asih kalo gue kenal sama tuh orang udah gue jadiin rujak bebek tuh orang sekalian juga tuh sama istrinya gue jadiin sambel tuh cewe "ucap Luna sambil memakan satu bungkus nasi uduk yang barusan ia beli,Luna terus mengoceh kesal kepada orang yang sudah menyakiti cucu nek Asih ia seakan mewakili kekesalan dan amarah keluarga nek asih kepada si baj!ngan itu.


"Dari pada gue kesel gak jelas kaya gini mending gue maen kerumah si Mela aja deh"ucap Luna sambil menghabiskan satu bukus nasi uduk yang ada di atas meja.


"hekh..dasar baj!ngan gilaaa"teriak Luna sambil mengepepal kertas nasi bekas nasi uduk yang tadi ia makan dan berjalan menuju kamarnya untuk berpakaian karena sedaradi ai masih menggunakan kimono handuk.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Luna pun keluar dari kamarnya nampak ia mengunakan mini dress berwarna biru langit dengan motif bunga bunga kecil berwarna putih ia begitu kelihatan sangat seksi dengan polesan make up yang tak terlalu mencolok membuat kesan CUTE kepada dirinya.


Luna pun keluar dari rumahnya dan nampak para bapak bapak yang sedang menjemur pakaian terus memandangi dirinya dengan mata yang tidak berkedip kedip melihat pemandangan indah yang jarang mereka lihat.


"Waw seksi sekali"ucap seorang bapak-bapak ketika melihat Luna keluar dari rumahnya.


"Ini seperti cuci mata"ucap bapak-bapak yang satunya lagi yang tak berkedip kedip melihat Luna hingga jemuran yang sedang ia jemur jatuh ke bawah.


"Eh..ada bapak bapak disini lagi jemur pakaian yah pak"ucap Luna menyapa para bapak bapak yang sedang memandangi dirinya.


"Iya nih neng mumpung lagi libur"ucap seorang bapak-bapak sambil menjemur pakaiannya tetapi matanya tak henti melihat Luna.


"Eh..pak Indro itu pakaiannya jatoh"ucap Luna yang terkejut ketika melihat pakaian itu jatuh kelantai bawah.


"Woyy..ini B H siapa yang timpak kepala gue"teriak seseorang di bawah sana.


"Aduh..B H bini gue kena kepala pak RT lagi"ucap pak Indro terkejut ketika melihat orang yang berteriak di bawah.


Sontak semua orang yang ada di sama tertawa melihat ekspresi wajah pak Indro"Duh brabe nih"ucap pak Indro sambil berlari menuju lift untuk menghapiri pak RT.


"Eh.. ngomong ngomong neng Luna mau kenama nih udah cantik kaya begini"ucap seorang bapak bapak dengan mata yang melihat Luna dari atas sampai bawah.


"Mmm...ini Loh pak Jek saya mau kerumah temen saya"ucap Luna dengan nada suara seksi.


Para bapak bapak itu pun hanya menganggukkan kepalanya"Aduh kok ini sesek banget yah"ucap Luna sambil membenarkan dajunya tepat di bagian dadanya.


Ia sengaja melakukan hal itu agar para bapak-bapak itu tergoda olehnya dan benar ketika Luna melakukan hal itu para bapak-bapak tersebut tergoda hingga mereka menelan ludah ketika melihat belahan dadda Luna yang sedikit terlihat itu.


"Yaudah bapak bapak saya permisi dulu yah"ucap Luna sambil tersenyum manis kepada bapak-bapak itu kemudian berjalan menuju lift.

__ADS_1


~


Salam Author;)


__ADS_2