Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 23


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote nya yah


Terima kasih:)


Lanjut.


Flashback onn


Melihat Luna yang baru turun dari mobil Mela pun langsung berlari menghampiri Luna dan langsung memeluk tubuh sahabatnya itu.


Sementara Luna nampak terkejut mela yang sejara tiba tiba memeluk dengan dirinya sambil terisak tangis


"Mel Lo kenapa"ucap Luna berusaha menahan tangisnya.


"Lo jahat Lun,kenapa Lo gak cerita sama gue hah,,kalo kondisi Lo itu kaya gini"ucap Mela yang menangis di pelukan Luna.


"Gue gapapa Mel Lo gak perlu tangisin gue,,udah lah Mel liat gue aja gak nangis masa Lo nangis"ucap Luna sambil mengelus ngelus pundak sahabatnya.


"Bohong,,,Lo bohong Lun gue tau Lo lagi nahan kesedihan Lo di depan gue"ucap Mela melepaskan pelukannya dan beralih menatap wajah Luna.


Seketika air mata Luna pun jatuh ketika mendengar ucapan Mela"Sebegitu peduli nya Lo sama gue Mel,sedangkan gue,gue udah gak pantes di anggap sahabat sama Lo karna gue udah gelakuin hal jahat sama Lo Mel,,gue nyesel Mel gak dengerin omongan Lo"ucap batin Luna.


"Hah,,ini muka Lo kenapa Lun"ucap Mela ketika melihat bekas tamparan Dewa yang masih membekas di wajah Luna.


"Sama ini juga mata Lo"ucap Mela sambil memegang wajah Luna.


"Gue gapapa Mel"ucap Luna berusaha menyembunyikan rasa sakitnya sambil melepaskan tangan Mela dari wajahnya.


"Gapapa gimananya sih Lun ini mata Lo bengkak kaya gini"ucap Mela.


"Baby udah dong meding kamu bawa Luna kedalem keburu ada orang orang Dewa yang ngeliat kita"ucap Gani memotong ucapan Mela.


-


"Lun gue mau nanya sama Lo,,apa Dewa tau tempat tinggal Lo?"ucap Gani sambil menaruh cangkir kopi ke atas meja ruang tamu rumah Mela.


Luna hanya menggelengkan kepalanya dan tak sepatah katapun keluar dari mulut ia hanya menjawabnya dengan isyarat tubuh,nampak ia masih tak percaya dengan kejadian yang ia alami.


"Bagus,kalo gitu kita sekarang berangkat ke rumah Lo"ucap Gani

__ADS_1


"Loh..baby kenapa kita harus ke rumahnya si Luna"ucap Mela yang merasa heran.


"Kita,,harus sembunyiin si Luna dari si Dewa"ucap Gani sambil menarik tangan Luna.


"Baby kamu juga harus ikut,,kamu harus nemenin si Luna di sana"ucap Gani menyuruh Mela untuk ikut bersamanya.


"Ya udah aku ambil baju ganti aku dulu baby"ucap Mela sambil tergesa-gesa.


Gani hanya menganggukkan kepalanya"Aku tunggu di mobil yah"ucap Gani sambil menuntun Luna masuk kedalam mobilnya.


"Lun Lo gak boleh gelamun kaya gini dong,,Lo harus sadar kalo Lo terus kaya gini lama lama Lo bisa gila Lun ,dah lupain cinta Lo ke si Dewa,ini demi kebaikan Lo"ucap Gani berusaha menasihati Luna yang terus termenung.


"Gak gue gak bisa,,gue gak bisa"teriak Luna sambil menangis.


"Lun sadar Lun Lo gak boleh kaya gini"ucap Gani ketika Luna tiba tiba memberontak.


"Lun Lo harus sadar"ucap Gani langsung memeluk tubuh Luna untuk menenangkannya.


"Gannn gue gak mau pisah sama mas Dewa gue gak mau Gannn"ucap Luna yang menangis di pelukan Gani.


"Iya Lun gue tau perasaan Lo tapi Lo harus rela korbannin cinta Lo demi keselamatan Lo"ucap Gani sambil menepuk-nepuk punggung Luna.


"Lun gue yakin perlahan Lo pasti bisa lupain si Dewa"ucap Gani sambil melepaskan pelukannya dan beralih menatap wajah Luna.


"Ya ampun Lun Lo kenapa"ucap Mela ketika melihat Luna yang masih menangis.


"Baby si Luna kenapa?"ucap Mela beralih menatap Gani.


Gani hanya memberikan isyarat kepada Mela dengan mengedipkan matanya Mela yang mengerti apa maksud dari kedipan mata itu langsung mengangguk ia sudah mengerti bahwa kedipan mata itu menandakan bahwa ia jangan berbicara dulu dengan Luna.


"Ya udah baby kamu pindah ke kursi belakang aku mau duduk di samping Luna"ucap Mela sambil menaruh tasnya di bagasi mobil Gani.


Gani pun pindah ke kursi depan untuk menyetir mobilnya"baby kamu tau jalan ke rumahnya si Luna"ucap Gani sambil menyalakan mesin mobilnya.


"Iya tau,kamu tau kan rumah susun yang ada di jalan zzzzz?"ucap Mela sambil memakai sabuk pengaman.


Gani hanya menganggukkan kepalanya"nah itu rumahnya si Luna"ucap Mela sambil memakaikan sabuk pengaman untuk Luna.


"Udah Lo jangan ngelamun terus"ucap Mela sambil merapikan rambut Luna yang berantakan.

__ADS_1


"Yang bener dia tinggal di rumah susun itu"ucap Gani merasa tak percaya.


"Iya emang kenapa"ucap Mela melirik kearah Gani.


"Ya aku gak kepikiran aja kalo si Luna bisa tinggal di lingkungan kaya gitu,,rumah susun itu kan..."ucap Gani yang langsung di potong oleh Mela.


"Rumah itu apa heh..."ucap Mela sambil memukul kepala Gani dengan tas nya.


"Aww..baby sakit"ucap Gani berusaha menghentikan Mela.


"Jangan bilang kalo rumah susun tempat si Luna tinggal itu kumuh"bisik Mela tepat di telinga Gani.


"Iya iya enggak"ucap Gani kembali fokus menyetir.


"Ya udah cepetan bawa mobilnya"ucap Mela kembali menabok Gani.dengan tasnya.


"Iya iya"ucap Gani sambil kembali fokus menyetir.


Skipp


Mobil yang di kendarai oleh Gani pun berhenti di halaman gedung rumah susun tempat tinggal Luna nampak orang orang yang ada disekitar rumah susun itu takjub ketika melihat sebuah mobil mewah berhenti di halaman gedung tempat mereka tinggal.


"Lun pake sweater ini biar nutupin mata sama muka Lo"ucap Mela sambil membantu Luna memakai sweater berwarna hijau army.


"Ya udah ayo keluar"ucap Mela sambil membukakan pintu mobil.


Mereka bertiga pun turun dari mobil dan berjalan menuju tempat tinggal Luna nampak ibu ibu tukang gosip itu langsung membicarakan mereka.


"Lun tuh liat tetangga Lo mereka kayanya lagi ngegosipin kita"bisik Mela ketika mendengar bisikan ibu ibu yang sedang membicarakan mereka.


"Biarin aja Mel gue males ngeladenin mereka"ucap Luna sambil terus berjalan.


"Lun apa Lo gak coba pindah aja dari tempat tinggal Lo yang sekarang secara kan tempat tinggal yang ini kaya udah gak layak buat di tinggalin"ucap Gani sambil melihat lihat keadaan lingkungan tempat tinggal Luna.


"Bukannya gue gak mau pindah Gan tapi di tempat ini banyak kenangan dari orang tua gue"ucap Luna memandang gedung rumah susun itu dengan tatapan sendu.


"Ohhh"ucap Gani sambil menganggukkan kepalanya.


~

__ADS_1


Salam Author;)


__ADS_2