
Lanjut
Suasana malam di ibu kota terlihat sedikit sepi tak banyak kendaraan yang berlalu-lalang di sana seperti di siang hari,nampak Luna berjalan masuk ke dalam gedung kumuh yang menjadi tempat tinggal nya dulu,terlihat seorang pria setengah paruh baya menghampiri dan menepuk pundak Luna dari belakang hingga membuat Luna terkejut dibuatnya.
"Mbak?"
"Cari siapa yah?"ucap pria tersebut kepada Luna.
Luna yang terkejut itupun langsung membalikan tubuhnya karena mendengar suara yang tak asing lagi ditelinga nya.
"Pak Jek"ucap Luna sembari membalikan tubuhnya.
Alangkah terkejutnya Pak Jek ketika melihat penampilan Luna yang begitu jauh berbeda dengan yang terakhir kali ia melihatnya,mata Luna yang bengkak dan rambut yang agak berantakan membuat Pak Jek sulit mengenali Luna dari belakang.
"Neng Luna"ucapnya terkejut.
Luna hanya mengembangkan senyumnya kepada pria setengah paruh baya itu.
"Neng kenapa malam malam dateng kesini?"tanya pak Jek.
"Luna mau ambil barang Luna pak,pak Jek baru pulang kerja yah"ucap Luna.
"Iya neng"ucap Pak Jek
"Ya udah neng Luna mau ke atas kan bareng aja sama Pak Jek kita kan satu lantai"ucap Pak Jek.
Pak Jek nampak tak banyak bertanya kepada Luna karena merasa tak enak dengan pacar dari bosnya itu meski di pikirannya sekarang ada banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada Luna terutama dengan perut buncit Luna dan mata bengkak Luna yang seperti sudah menangis,namun Pak Jek merasa tidak enak untuk menanyakan hal itu kepada Luna pikirnya mungkin bosnya dan Luna sedang bertengkar atau apalah itu Pak Jek tak tau.
....
__ADS_1
Luna pun sampai di depan pintu kontrakannya nampak ia langsung mengambil kunci rumahnya yang ia sembunyikan di bawah keset yang ada di depan pintu, setelah pintu rumah terbuka nampak Luna langsung masuk kedalam rumah nya itu dan langsung berjalan kedalam kamarnya dengan tergesa-gesa ia langsung mengambil kopernya yang ia letakan di atas lemari kayu nya dan langsung memasukkan beberapa pakaian yang ada di lemari tersebut.
Air matanya kembali mengalir ketika ia kembali mengingat kejadian ketika Dewa berusaha membujuk nya untuk kembali kerumahnya setelah apa yang telah Dewa lakukan kepada dirinya hingga Dewa berlutut di hadapan nya dan memohon untuk kembali kerumahnya.
"Lo bodoh Lun,coba aja hati Lo gak luluh dengan permintaan maaf dari laki laki brengsek itu mungkin hidup Lo gak akan kaya gini"ucap Luna sambil menyeka air matanya.
Ia nampak mengambil sebuah kotak dari dalam lemari tersebut dan langsung memasukkannya ke dalam koper tersebut.
Setelah beberapa saat ia keluar dari rumah tersebut dengan kondisi sudah berganti pakaian ia berjalan menuju lift dengan penampilan yang sungguh berbeda dari Luna yang berpenampilan berantakan sebelumnya,ia nampak terlihat cantik seperti biasanya seperti tidak terjadi apa-apa namun kembali lagi di dalam hati ia merasa sangat menyesal merasa dibodohi oleh sikap baik yang di berikan Dewa kepadanya.
Diperjalanan Luna merasa bingung ia harus pergi kemana sedangkan angkutan umum tengah malam seperti ini jarang ditemukan bahkan mungkin tidak ada ia juga sempat berpikir untuk mencari penginapan atau hotel untuk beristirahat malam ini tapi mungkin Dewa akan tau keberadaannya.
"Neng Luna"teriak seseorang.
Mendengar orang memanggil manggil nama nya sontak Luna mencari cari seseorang yang memanggil namanya namun sebuah mobil bak berhenti tepat di tempat ia berdiri dan nampak seorang nenek paruh baya turun dari bak mobil yang tertutup tersebut.
"Ya ampun Neng kenapa jalan sendirian tengah malam begini?"ucap Nek Asih sambil menghampiri Luna.
Melihat Nenek itu Luna seketika langsung memeluk erat tubuh Nenek sambil menangis di pelukan nenek itu
"Maafin Luna nek Luna udah gagal nurutin apa kata kata Nenek"ucap Luna sambil terisak tangis.
"Ini ada apa neng coba jelasin ke nenek,nenek gak ngerti apa maksud neng Luna"ucap Nek Asih sambil mengusap punggung Luna.
"Luna hamil anak mas Dewa Nek"ucap Luna menangis tersedu sedu.
Nek Asih nampak terkejut dengan pernyataan Luna,kini ia tau apa maksud dari permintaan maaf Luna kepada dirinya,ternyata hal yang sama kembali terjadi kepada cucunya,rasa marah dan benci kepada laki laki yang telah menipu dan membuat hidup cucunya menderita membuat Nek Asih menyesal telah menganggap Dewa sebagai orang baik yang mau menerima Luna apa adanya tanpa melihat status sosial Luna.
"Udah gapapa Neng ini mungkin udah takdir dari tuhan buat Neng Luna,yang kuat yah kasian bayi yang ada di dalam perut kamu kalo ibunya terus terusan nangis kayak gini"ucap Nek Asih,dalam hatinya ingin rasanya ia menangis melihat kondisi cucunya yang seperti ini.
__ADS_1
"Luna bingung Nek harus pergi kemana,Luna gak mau sampai mas Dewa tau keberadaan Luna dan bayi Luna"ucap Luna.
"Ya udah kami ikut nenek aja kita mulai hidup baru di sana"ucap Nek Asih sambil menuntun tangan Luna untuk masuk kedalam bak mobil pick up yang tertutup itu.
"Tapi Nek Luna gak mau terus terusan ngerepotin nenek"ucap Luna menghentikan langkahnya.
"Udah gapapa kamu udah nenek anggap sebagai cucu nenek jadi kamu itu tanggung jawab nenek juga"
"Tapi nek"Luna nampak ragu karena merasa tidak enak dengan wanita paruh baya yang sekarang sedang memegang tangannya.
"Udah ayo naik sebelum ada orang tau keberadaan kamu di sini"ucap Nek Asih sambil menuntun Luna.
Luna tak bisa menolak tawaran Nek Asih karena tak ada jalan lain selain ikut dengan Nenek penjual nasi uduk tersebut untuk menyembunyikan keberadaan dirinya dan calon bayinya nanti dari Dewa dan orang orang disekitarnya.
"Nek makasih banyak yah karena udah mau terima Luna kalo gak ketemu nenek Luna mungkin masih kebingungan buat cari tempat tinggal,Luna berhutang banyak sama nenek maafin Luna yah kalo Luna jadi ngerepotin nenek"ucap Luna sambil memegang kedua tangan wanita paruh baya tersebut.
"Enggak kok Neng nenek gak merasa direpotkan sama kamu malahan nenek seneng karena kamu ada di sini,kamu bisa jadi kakak buat Lastri dan sebentar lagi dua bayi akan menambah kebahagiaan keluarga kita"ucap Nek Asih nampak tersenyum bahagia sambil mengusap kedua perut cucunya.
"Iya mbak Lastri malahan seneng ada mbak disini karena sejak awal Lastri pengen banget deket sama mbak Luna tapi Lastri malu"ucap perempuan berperut besar tersebut sambil tersenyum kepada Luna,nampak usia kandungan perempuan yang pernah di ceritakan Nek Asih itu sudah menginjak usia sembilan bulan.
Luna tersenyum bahagia ia sangat bersyukur karena masih ada orang yang mau menerimanya meski dalam keadaan berbadan dua.
~
Salam Author;)
"
"
__ADS_1