Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 21


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote nya yah


Terima kasih:)


Lanjut.


Luna nampak tersentak ketika Dewa membentaknya dan seketika air matanya jatuh tanpa sepengetahuannya.


"Trus aku harus minta izin sama kamu dulu gitu, sedangkan kamu aja susah di hubungin"ucap Luna sambil mengusap air matanya.


"Oh,,udah berani ngelawan yah"ucap Dewa sambil mendekati Luna.


"Mas kamu mau ngapain..."ucap Luna sambil berjalan mundur ketika melihat Dewa terus menghampiri dirinya dengan jarak yang sangat dekat.


"Aaah..."pekik Luna ketika Dewa mendorong tubuhnya jatuh ke atas ranjang.


"Kenapa Hm?apa sekarang kamu takut?"ucap Dewa sambil mencengram wajah Luna dan mengangkatnya.


"Lepasin aku mas,,sakit"ucap Luna dengan berlinangan air mata.


Luna berusaha keras untuk lepas dari cengkraman kuat tangan Dewa dari wajahnya"Mas tolong mas lepasin aku"ucap Luna tak kuat menahan rasa sakit akibat cengkraman tangan Dewa yang sangat kuat.


"Oh,,sakit yah?"ucap Dewa sambil terkekeh melihat Luna menangis sambil memohon kepada dirinya.


"Tapi ini belum seberapa dibandingkan yang kamu lakuin di belakang aku Lun"ucap Dewa sambil menghempas tubuh Luna dengan sangat keras keatas ranjang.


Dengan sekuat tenaga Luna bangkit dari ranjang tersebut tetapi Dewa dengan kasar kembali menidurkan Luna"Mau kemana hm?"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna dengan jarak yang sangat dekat.


Luna menatap tajam wajah Dewa dengan tatapan penuh amarah kepada Dewa ia berusaha untuk menahan tangisnya dengan menampar wajah Dewa dengan sangat keras.


PLAKK


Satu tamparan keras dari Luna berhasil mendarat di pipi bagian kanan Dewa,mendapat tamparan yang amat keras dari Luna Dewa hanya tertawa kecil seakan tak merasakan sakit apa pun dari tamparan keras Luna.


"Hakh,,jadi sekarang tuan putri ini udah berani ngelawan yah?"ucap Dewa sambil menanggapi santai Luna.


"Kok muka tuan putri nya kaya gitu?"ucap Dewa sambil mengamati wajah Luna dari jarak Dekat.


"Kenapa hm..takut yah?"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna dengan jarak yang sangat dekat.

__ADS_1


Luna nampak sangat ketakutan dengan tatapan tajam Dewa dan lagi lagi Dewa kembali menampar pipi kiri hingga memerah.


"Jahat kamu mas"ucap Luna dengan meneteskan air mata.


Dewa hanya terkekeh mendengar ucapan Luna sementara itu Luna berusaha menyingkirkan tubuh Dewa dari hadapannya tapi naas tenaganya tak sebanding dengan tenaga Dewa.


"Mau kemana hm?"ucap Dewa sambil mencengkram erat tangan Luna.


"Lepasin aku mas"ucap Luna yang terus memberontak.


Nampak kini Dewa semakin marah hingga ia menghukum Luna dengan cara menikmatinya untuk kesekian kalinya.


"Ini hukuman yang setimpal dengan perbuatan kamu sayang"ucap Dewa memasukan benda tumpul itu kedalam mulut goa


"A h..."teriak Luna merasakan sakit akibat benda tumpul besar


"Kamu siap sayang?"ucap Dewa tepat di telinga Luna.


Luna menangis sambil berusaha untuk keluar dari penyiksaan yang Dewa lakukan terhadap dirinya"Tolong tolong"teriak Luna meminta pertolongan tetapi naas karena apartemen yang begitu luas hingga teriakan Luna hanya bisa terdengar oleh Dewa seorang.


"Ah"jerit Luna semakin merasakan sakit.


tak henti hentinya ia menangis hingga ia pun pingsan karena kehabisan tenaga,Dewa benar benar menghukum Luna dengan cara yang paling membuat Luna trauma.


Melihat keadaan Luna yang sudah tak sadarkan diri tidak membuat ia berhenti menghukum Luna.


"Eghhh...nampaknya kau sangat menikmati hukuman ini sayang"ucap Dewa sambil memandangi tubuh Luna yang sudah tak sadarkan diri itu


_


Keesokan paginya nampak seperti biasa Dewa akan bangun lebih awal dari pada Luna,ia nampak hanya memandangi wajah wanitanya itu sambil menghisap rokok ia merasa sangat puas melihat keadaan Luna yang terlihat sangat berantakan.


Hingga tak lama kemudian Luna pun terbangun karena mencium asap rokok yang membuat napasnya sesak.


"Kau sudah bangun sayang"ucap Dewa sambil menghisap rokoknya dengan keadaan tubuh setengah telanjang.


Mendengar ucapan Dewa seketika Luna langsung menghindar"Aww..."pekik Luna yang merasa sakit di seluruh tubuhnya.


"Udah kamu jangan banyak gerak sayang nanti tambah sakit loh"ucap Dewa sambil ingin merangkul pundak Luna.

__ADS_1


"Jangan sentuh aku mas"ucap Luna sambil menyingkirkan tangan Dewa yang ingin merangkul pundaknya.


"Oh..baiklah"ucap Dewa kembali menghisap rokoknya.


Tanpa banyak bicara Luna pun langsung beranjak dari tempat tidurnya meski dengan susah payah ia mencoba menahan rasa sakit nya dan berusaha berjalan walau dengan langkah pincang ia berjalan kearah lemari untuk memakai pakaiannya.


"Kau mau kemana hm?"ucap Dewa yang melihat Luna berjalan menuju lemari bajunya.


Luna tak menghiraukan pertanyaan dari Dewa ia terus berjalan menuju lemari tersebut dan langsung berpakaian,setelah selesai memakai pakaiannya Luna kembali berjalan menuju pintu kamar tersebut.


"Pokoknya gue harus keluar dari sini,,sebelum mas Dewa bertindak lebih jauh lagi ke gue"ucap batin Luna.


Melihat Luna sedang berjalan kearah pintu Dewa pun langsung berlari dan mencegah Luna untuk tidak keluar dari apartemen tersebut.


"Mau kemana hm?"ucap Dewa yang menahan pintu kamar agar Luna tak bisa keluar.


Sontak Luna terkejut dengan keberadaan Dewa di depannya"Mau coba buat kabur dari sini?"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna dan memegang dagunya.


"Lepasin"ucap Luna sambil menyingkirkan tangan Dewa yang menyentuh dagunya.


"Dasar laki laki gila"sambungnya sambil memalingkan wajahnya.


"Hekh,,gila"ucap Dewa sambil tertawa kecil ketika mendengar perkataan Luna.


Luna berusaha menyingkirkan tangan Dewa yang menahan pintu kamar tersebut namun nihil tenaganya tidak kuat menyingkirkan tangan Dewa yang besar dan kuat itu.


Karena sudah kehabisan tenaga Luna pun kemudian menangis sejadi jadi dan seketika Dewa pun langsung memeluk tubuhnya,sontak Luna pun terkejut dengan apa yang dilakukan Dewa kepadanya.


"Maafin mas yah sayang,mas hukum kamu dengan cara ini itu supaya kamu jera dan kamu bisa ngertiin kekhawatiran dan perasaan mas kalo sampai terjadi apa apa sama kamu mas gak bisa maafin diri mas sendiri"ucap Dewa sambil memeluk Luna.


"Hakh... omong kosong"ucap Luna sambil melepas pelukan dari Dewa.


Mendengar hal itu seketika amarah Dewa memuncak tetapi ia coba menahannya karena ia tak ingin Luna pergi begitu saja sebelum ia merasakan kepuasan dari diri Luna.


"Minggir kamu mas"ucap Luna sambil menyingkirkan Dewa dari hadapan dan bejalan keluar dari kamar tersebut meski dengan langkah pincang nampak ia meneteskan air matanya karena tak menyangka orang yang ia cintai tega membuat dirinya menderita.


"Gue harus lupain cinta gue ke mas Dewa"ucap batin Luna menangis.


~

__ADS_1


Salam Author;)


__ADS_2