
Jangan Lupa Like Komen dan Vote nya yah
Terima kasih:)
Lanjut.
"Mas kamu ini apa apan sih malu tau"ucap Luna di dalam mobil.
"Ya gapapa lah kan emang bener"ucap Dewa dengan tersenyum.
"Emang bener?maksud kamu aku ini calon istri kamu gitu?"ucap Luna bertanya tanya.
"Heem"ucap Dewa sambil memakaikan sabuk pengaman untuk Luna.
"Mas,kamu serius?"ucap Luna seakan tak percaya.
"Iya mas serius"ucap Dewa sambil menggunakan kepalanya.
"Hm...tapi muka kamu kok kaya yang gak serius gitu yah"ucap Luna memperhatikan raut wajah Dewa.
"Maaaaksud kamu sayang?"ucap Dewa berpura-pura tidak mengerti.
"Ya maksud aku kamu gak romantis aja ngajak aku nikahnya"ucap Luna sambil memalingkan wajahnya.
"Oh..itu yah..oke mas bakalan lamar kamu secara romantis,,tapi ada syaratnya"ucap Dewa sambil melirik kearah Luna.
"Apa?"ucap Luna kembali menatap wajah Dewa.
"Kamu harus nurut sama mas"ucap Dewa.
"Em...gimana yah...
"Ah..ntar aja deh aku jawabnya pas kita sampe di rumah"ucap Luna.
"Mas aku laper"ucap Luna sambil memegangi perutnya.
"Kamu makan aja nasi uduk nya sayang"ucap Dewa yang fokus pada jalanan.
"Nasi uduk dari mana kan kamu udah suruh pak jek buat dibagiin semuanya"ucap Luna kesal.
"Hm..padahal aku lagi pengen banget loh mas"ucap Luna dengan lesu.
"Maafin mas yah sayang mas lupa"ucap Dewa sambil tersenyum kepada Luna dan memegang tangan Luna.
"Hm..kata maaf gak bikin aku jadi kenyang mas"ucap Luna memalingkan wajahnya.
"Ya udah kalo gitu kita mampir ke restoran dulu yah sayang"ucap Dewa sambil mengelus rambut Luna.
"Ya udah"ucap Luna singkat.
"Eh..jangan cemberut dong mukanya"ucap Dewa sambil menyentuh dagu Luna.
"Ih..kamu apa sih mas,,tersera aku dong mau cemberut atau enggak"ucap Luna jetek kepada Dewa.
__ADS_1
Dewa hanya menghela nafasnya melihat tingkah laku Luna yang sungguh berbeda.
Setelah beberapa saat mobil yang di kendarai olemn'h Dewa pun berhenti di sebuah restoran"Nah udah nyampe"ucap Dewa sambil membuka sabuk pengamannya.
"Hehm..."Dewa menghela nafasnya.
"Udah dong sayang jangan cemberut terus,katanya tadi kamu laper"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna yang nampak kesal itu.
Luna hanya memalingkan wajahnya yang membuat kesabaran Dewa mulai habis
"Heh.."sekali lagi Dewa menghela nafasnya ia berusaha untuk menahan kekesalanya itu terhadap tingkah laku Luna yang mulai manja.
"Iya.. mas tau mas salah,mas minta maaf yah,,"ucap Dewa sambil mengelus rambut Luna.
"Apaan sih"ucap Luna sambil menyingkirkan tangan Dewa yang sedang mengelus rambutnya.
Dewa yang mendapat perlakuan seperti itu berusaha menahan rasa kesalnya"udah dong kita kan mau makan enak sayang"ucap Dewa terus membujuk Luna.
"Tapi aku mau nya nasi uduk nek asih mas kamu gak peka banget sih mas jadi cowo"ucap Luna sambil menatap wajah Dewa dengan tatapan kesal.
"Okey..besok kita beli semua nasi uduknya,,puas"ucap Dewa kesal hingga ia memukul setir mobil nya.
Seketika Luna langsung tersentak dengan amarah Dewa sementara itu Dewa langsung keluar dari mobilnya dan langsung membukakan pintu untuk Luna dengan kasar"keluar!"ucap Dewa dengan kasar.
"Kok kamu malah balik marah sih sama aku"ucap Luna kesal.
Dewa tak memperdulikan ocehan Luna dan berjalan sambil menuntun tangan Luna masuk kedalam restoran tersebut"Mas sakit"ucap Luna nampak berusaha melepas cengkraman tangan Dewa dari tangannya.
"Mas!"teriak Luna yang kesal karena Dewa terus mengacuhkannya.
"Iya ada apa sayang"ucap Dewa.
"Kamu in...
"Permisi tuan anda mau pesan apa?"ucap seorang pelayan wanita.
"Mmm...saya mau pesan steak daging sapi dua sama satu botol wine nya yah mbak"ucap Dewa sambil melihat buku menu dan kembali mengacuhkan Luna.
"Mas ini masih pagi loh"ucap Luna ketika Dewa memesan sebuah wine.
"Ini udah jam sepuluh sayang"ucap Dewa sambil melihat jam tangannya.
"Mas!"ucap Luna sambil memelototi Dewa dan menggelengkan kepalanya menandakan ia tidak memperbolehkannya.
Melihat isyarat tubuh dari Luna Dewa pun terpaksa mengalah"Yaudah mbak saya pesen jus mangga aja dua"ucap Dewa pasrah.
"Muka kamu kenapa"ucap Dewa ketika melihat Luna terus menatapinya dengan tatapan tajam.
"Udah,,mas gak takut sama pelototan kamu"ucap Dewa yang terkekeh melihat Luna yang terus menatapi wajahnya.
Tetapi Luna terus menatap tajam Dewa"Kenapa kamu kasar sama aku barusan"ucap Luna yang terus menatap tajam wajah Dewa.
"Mas!!! kamu dengerin aku lagi ngomong gak sih hah"teriak Luna membuat pengunjung restoran tersebut melirik kearahnya.
__ADS_1
Sontak Dewa terkejut dan merasa malu karena semua pengunjung restoran melirik kearah mereka"Syutt!! jangan teriak teriak malu tuh diliatin sama orang-orang"ucap Dewa dengan nada pelan.
"Ya abisnya kamu gak dengerin aku sih"ucap Luna memutar bola matanya.
"Mas dengerin kamu kok sayang"ucap Dewa sambil mengelus pipi wanitanya itu.
Luna hanya membulatkan matanya"Permisi Tuan ini pesanan anda"ucap seorang pelayan wanita tersebut sambil menaruh pesanan yang Dewa pesan.
"Makasih mbak"ucap Luna.
"Makasih mbak"ucap Dewa.
Luna yang nampak masih kesal itupun langsung menyantap daging steak itu dengan mata yang terus menatap kesal kearah Dewa.
"Udah makannya pelan pelan"ucap Dewa.
"Terserah aku dong"ucap Luna sambil memakan steaknya kembali.
Ditempat Lain
Nampak kini pesawat yang ditumpangi Mela dan Gani telah mendarat di bandara"Wah aku gak nyangka bisa liburan kesini"ucap Mela takjub ketika melihat suasana kota Bali walau masih berada dibandara.
"Kamu seneng kan"ucap Gani ssmbil merangkul pundak Mela.
"Eh..tapi mas aku takut"ucap Mela sambil menoleh ke arah wajah Gani.
"Hm?takut kenapa?"tanya Gani.
"Aku takut kamu ninggalin aku disini"rengek Mela manja kepada Gani.
"Gak akan kok sayang"ucap Gani terkekeh dengan ucapa Mela.
"Bener"ucap Mela manja.
"Iya bener"ucap Gani sambil tersenyum kepada Mela.
"Ya udah yu kita ke hotel"ucap Gani sambil menggandeng tangan Mela.
"Ayo"ucap Mela kegirangan.
"Baby.. sebentar yah aku mau ke toilet dulu"ucap Gani sambil melepaskan gandengan tangan nya.
"Iya aku nunggu di sini yah"ucap Mela sambil duduk di sebuah kursi tunggu.
"Tunggu yah"ucap Gani sambil berjalan kearah toilet bandara tersebut.
Mela hanya tersenyum sambil memandang punggung Gani yang semakin menghilang dan tampa ia sadari seorang wanita dan seorang pria duduk di sampingnya"Eh..mbak yang pas tadi di toilet"ucap wanita tersebut kepada Mela.
~
Salam Author;)
Maaf yah Author lama gak up"
__ADS_1