Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 12


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote nya yah


Terima kasih:)


Lanjut.


Dewa dan Luna pun kini sudah berada di dalam mobil nampak Luna terlihat canggung sedangkan Dewa ia masih tetap bersikap dingin"Mas kita mau kemana yah"tanya Luna dengan gugup.


"Mmm...kamu maunya kemana"tanya Dewa malah balik bertanya.


"Aku terserah Mas aja"ucap Luna gugup.


Luna nampak seperti gadis polos yang baru mengenal laki laki sikapnya yang canggung membuat ia terlihat sangat berbeda dengan dirinya sendiri dimana ia selalu bersikap manja dan centil jikala ia bertemu dengan seorang pria walaupun pria itu baru ia kenal.


"Kamu kenapa sayang kok gugup?"ucap Dewa sambil memegang tangan Luna dan memcium punggung tangan Luna.


Luna nampak salah tingkah di buatnya"A..aku gak gugup kok Mas"ucap Luna yang salah tingkah di buatnya,nampak wajah nya memerah karena ciuman tangan yang di lakukan Dewa.


"Kalo begitu bersikap manjalah pada ku"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna dengan tatapan mata penuh hasrat dan kembali mencium punggung tangan Luna.


Luna hanya tersenyum kepada Dewa dan seketika rasa gugup dan canggung itu hilang ketika ia melihat tatapan mata Dewa yang menurutnya itu adalah tatapan penuh cinta yang di berikan Dewa kepadanya.


"Mas kamu sayang sama aku kan"ucap Luna sambil memeluk tangan kiri Dewa.


"Oh..tentu dong sayang mas sayang baget sama kamu"ucap Dewa sambil mengecup kening Luna.


"Beneran nih mas"ucap Luna dengan manja kini ai mulai berani bersikap manja kepada Dewa.


"Iya beneran sayang ngapain coba mas bohong sama kamu"ucap Dewa sambil terus fokus menyetir.


"Mmm...kalo begitu mas coba cium pipi aku"ucap Luna sambil menyodorkan pipinya.


Dewa langsung terkekeh dengan permintaan Luna dan langsung mencium pipi Luna"Emm...makasih mas"ucap Luna tersenyum manja kepada Dewa.


"Sama sama sayang"ucap Dewa sambil kembali mencium kening Luna.

__ADS_1


"Mas ngomong ngomong kita mau kemana sih"tanya Luna sambil menatap wajah Dewa.


"Rahasia"bisik Dewa tepat di telinga Luna.


"Ih..kamu sekarang mulai rahasia rahasiaan yah sama aku"ucap Luna menggelitik tubuh Dewa.


"Enggak sayang enggak aku cuma mau kasih kejutan sama kamu kok"ucap Dewa yang tertawa geli karena Luna terus mengelitikinya.


"Apa tuh"ucap Luna yang berhenti menggelitiki Dewa.


"Ada Deh"ucap Dewa membuat yang membuat Luna penasaran.


-


Setelah beberapa saat mobil yang di tumpangi Luna dan Dewa akhirnya berhenti di sebuah apartemen mewah"ayo turun sayang"ucap Dewa ketika sudah membukakan pintu mobil untuk Luna,Luna pun turun dari mobil tersebut dengan menggandeng tangan Dewa,nampak mereka kelihatan sangat romantis terlihat dari sikap Luna yang manja kepada Dewa.


"Mas kamu ganteng banget yah,apalagi kalo pake kaca mata hitam emm...ganteng banget banget bangettt...."ucap Luna sambil terus memeluk tangan Dewa.


"Mm..masa"ucap Dewa gemas.


"Ini apartemen kita sayang"jawab Dewa sambil memeluk tubuh Luna bari belakang.


"Hah kita"ucap Luna keanehan.


"Iya kita,karena kamu udah mau jadi pacar mas kamu akan tinggal disini"ucap Dewa sambil membenamkan wajahnya di leher milik Luna.


"Maksud kamu kita bakal tinggal bareng gitu"ucap Luna sambil menatap wajah Dewa.


"Iya,kamu mau?"ucap Dewa sambil tersenyum dan menatap wajah Luna.


Seketika Luna langsung menganggukkan kepalanya tampak berpikir bahwa tinggal satu atap dengan seorang pria yang bukan saudara kita pasti akan terjadi hal-hal yang tidak disangka,Luna seakan sudah terhipnotis oleh cinta palsu yang diberikan Dewa kepadanya hingga ia langsung menyetujui semua peraturan yang di ajukan Dewa pada nya.


mungkin di pikiran Luna hanyalah bisa tetap bersama dengan Dewa.


"Hakh...dasar wanita bodoh"ucap batin Dewa.

__ADS_1


"Ya sudah mulai sekarang kamu akan tinggal si sini sama mas dan mas minta sama kamu buat berhenti bekerja di tempat karaoke itu karna mas gak mau wanita mas di goda oleh pria lain"ucap Dewa sambil mempererat pelukannya.


Mendengar hal itu ia merasa terharu dan sangat beruntung karena telah memiliki kekasih yang sangat peduli padanya"Makasih mas karena kamu udah sayang dan peduli sama aku"ucap Luna sambil membalikan tubuhnya dan langsung memeluk tubuh Dewa.


"Iya sayang sama sama,mas ngelakuin hal ini karena mas sangat sangat takut kehilangan kamu sayang"ucap Dewa sambil membalas pelukan Luna.


Di tempat lain.


"Nyonya sudah tiga hari tuan tidak pulang,apa nyonya tidak merasa khawatir dengan tuan?ucap seorang wanita paruh baya sambil meletakkan secangkir teh kepada seorang wanita yang sedang duduk kursi yang berada di teras rumah.


"Aduh.. bibi udah deh jangan ikut campur urusan rumah tangga saya,,lagian nih yah bi siapa suruh dia pergi,,,udah lah bi ntar juga mas Dewa pulang sendiri emang dia itu anak kecil pake di cariin segala"ucap seorang wanita yang sedang duduk di sebuah kursi.


"Tapi nyonya Risa ini kan ke......"ucap wanita peruh bawa itu yang langsung di potong oleh Risa.


"Iya bi saya tau itu kewajiban saya sebagai seorang istri,,tapi...udahlah saya males buat cari mas Dewa"ucap Risa sambil menyuruh wanita paruh baya itu untuk enyah dari hadapannya dengan menggunakan isyarat tangan.


Risa nampak tidak peduli sedikitpun kepada Dewa ia malahan terlihat sangat senang dengan kepergian suaminya itu dari rumah.


Di tempat lain.


Kembali ke cerita Luna dan Dewa,nampak kini mereka sedang bersantai duduk di sebuah sofa mewah yang ada di apartemen itu,Dewa yang nampak sangat betah tidur di paha Luna itu berusaha untuk menahan rasa ingin segera meni*mati tubuh Luna yang sedari tadi sudah menggodanya tapi ia terus menahannya karena ini belum saatnya ia harus melakukan hal itu.


"Mas kamu ngantuk yah"ucap Luna ketika melihat Dewa yang sudah mulai mengantuk.


Tidak ada jawaban sama sekali dari Dewa"Mas kamu beneran tidur"ucap Luna mendekatkan wajahnya dengan wajah Dewa untuk memastikan bahwa Dewa benar benar tertidur atau tidak dan...


Cup


Sebuah ci*man singkat berhasil Dewa daratkan di bibir pink Luna sontak hal itu membuat Luna terkejut karena Dewa yang tiba-tiba menci*um bibirnya itu"Ih..mas kamu apa apaan sih"ucap Luna sambil memukul-mukul dada bidang Dewa.


Seketika Dewa terbangun dan langsung mendekati Luna dan Dewa kembali mel*mat bibir Luna dan Luna pun membalasnya mereka nampak berci*man dengan sangat panas hingga Luna terbawa suasana dan.....


?????


~

__ADS_1


Salam Author;)


__ADS_2