Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 20


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote nya yah


Terima kasih:)


Lanjut.


Mela pun telah sampai di apartemen tempat tinggal Luna nampak ia sangat kesusahan membopong tubuh Luna yang sempoyongan itu"Ya ampun Lo berat banget sih Lun"ucap Mela sambil berjalan dan membopong tubuh Luna masuk kedalam lift.


"Akh...udah lah Mel Lo gak perlu banyak bact,,udah Lo jalan aja anterin gue ke mas Dewa"ucap Luna dengan langkah sempoyongan.


"Yaelah Dewa lagi Dewa lagi kenapa sih di otak Lo itu cuman ada nama si Dewa"ucap Mela sambil menjitak kepala Luna.


"Aww...sakit Mel"ucap Luna sambil mengusap kepalanya.


"Lo jahat banget sama gue gue salah apa sama Lo Mel gue salah apa"ucap Luna sambil berpura pura menangis.


cara


"Lo beneran mabuk berat Lun"ucap sambil memasang wajah malas melihat tingkah laku sahabatnya itu ketika mabuk.


Ting


"Astaga"ucap Mela kaget ketika melihat Dewa sudah berada di hadapan pintu lift.


"Hehehhh...mas Dewa udah pulang,,mmm..mas aku kangen banget sama mas"ucap Luna yang langsung memeluk tangan Dewa.


"Oh..kangen yah sayang"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna nampak ia sudah menahan amarahnya melihat wanitanya itu.


"Kayanya si Dewa bakalan marah deh sama si Luna,, habis sudah riwayat Lo malam ini Lun,,maaf gue gak bisa bantu Lun"ucap batin Mela ketika melihat tatapan tajam dari Dewa.


"Mm..ya udah Lun gue balik dulu yah"ucap Mela sambil menepuk pundak sahabatnya itu.


"Ya udah pak Dewa saya permisi dulu,nitip Luna yah pak"ucap Mela yang langsung kembali memasuki lift.


_


Nampak Dewa langsung menidurkan tubuh Luna dan langsung mengganti semua pakaian yang dikenakan Luna lalu ikut tidur bersama Luna.


Keesokan paginya nampak Luna kembali terbangun karena mendengar suara percikan air di dalam kamar mandi"Hoaam.."Luna menguap dan menggeliat.


"Mmm..kok di kamar mandi kaya ada orang Sih"ucap Luna sambil bangkit dari tempat tidurnya.

__ADS_1


"Eh..kok gue gak pake baju yang semalem sih sama ini lagi siapa yang nyiapin obat anti pegar buat gue"ucap Luna ketika melihat obat anti pegar yang ada di atas meja kecil yang ada di dekat ranjangnya.


"Ah...paling juga si Mela,, thanks yah Mel"ucap Luna sambil mengambil obat tersebut dan meminumnya.


Lalu Luna pun berjalan menghampiri pintu kamar mandi tersebut dan langsung mengetuk ngetuk pintu kamar mandi tersebut.


"Mel..."ucap Luna sambil mengetuk pintu kamar mandi tersebut.


"Mel...


"Melll...


"Mel Lo lagi mandi yah, thanks yah Mel buat obat anti peg...."seketika pintu kamar mandi tersebut terbuka dan nampak Dewa yang hanya bertelanjang dada itu berdiri di hadapan Luna.


"Mau mandi sayang"ucap Dewa sambil tersenyum kepada Luna.


"Loh kok mas ada di sini bukannya kamu harusnya masih di luar kota?"ucap Luna terkejut ketika melihat Dewa ada si hadapannya,nampaknya ia tak sadar bahwa yang membawa ia masuk kedalam apartemen dan menggantikan bajunya semalam itu adalah Dewa.


"Emangnya kamu mau mas terus di luar kota,,engga kanget gitu sama mas"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna dengan tatapan penuh arti.


"Mm..kangen dong mas"ucap Luna sambil memeluk tubuh Dewa.


Dewa pun membalas pelukan dari Luna"Ya udah mending sekarang kamu mandi dulu mas punya kejutan buat kamu"ucap Dewa sambil melepaskan pelukan Luna.


"Udah nanti juga kamu bakalan tau mending sekarang kamu bersihin dulu badan kamu abis itu mas mau kasih kejutannya sama kamu"ucap Dewa sambil memegang pundak Luna.


"Ya udah aku mau mandi dulu yah mas"ucap Luna dengan nada centil.


Setelah beberapa saat Luna pun keluar dari kamar mandi tersebut dengan mengunakan handuk yang melilit tubuhnya"Loh mas kok kamu belum pake baju sih"ucap Luna ketika melihat Dewa yang masih bertelanjang dada dengan handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya itu sedang duduk di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


"Mandinya udah sayang"ucap Dewa sambil menaruh ponselnya keatas meja kecil yang ada di dekat ranjang.


"Udah"ucap Luna sambil berjalan menghampiri Dewa.


"Mas kok kamu belum pake baju sih nanti kamu masuk angin Loh mas"ucap Luna sambil duduk di tepi ranjang sambil mengeringkan rambut dengan handuk.


Dewa hanya menggelengkan kepalanya sambil terkekeh"Loh kok kamu malah geleng geleng kepala sih mas,,atau mau aku yang pilihin bajunya?"ucap Luna sambil menatap wajah Dewa untuk meminta jawaban.


"Ya udah aku yang pilihin yah mas"ucap Luna sambil beranjak pergi tetapi seketika tangan Dewa langsung memegang tangannya.


"Udah gak perlu sayang kamu diem aja disini sebentar lagi mas mau ngasih kejutanya sama kamu"ucap Dewa sambil tersenyum kepada Luna.

__ADS_1


"Sekarang"ucap Luna menatap wajah Dewa dengan tatapan tak percaya.


Dewa hanya menganggukkan kepalanya.


"Naik dong sayang"ucap Dewa menyuruh Luna untuk naik keatas ranjang.


Tanpa banyak bicara Luna pun langsung menaiki ranjang tersebut dan duduk berhadapan dengan Dewa.


"Emph..."pekik Luna ketika Dewa yang tiba-tiba mel*mat bibirnya.


Sontak hal itu membuat Luna terkejut dan langsung melepaskan t4utan bibir Dewa dari bibirnya"Kenapa sayang kok dilepas?apa kamu sekarang udah gak suka kalo aku c i u m bibir kamu hm.."ucap Dewa sambil mer*mas gunung kembar milik Luna dengan kasar.


"Ekhhh..."Leguh Luna ketika merasakan rem4san tangan Dewa di p4yudaranya.


"Bukan gitu maksud ak..."seketika Luna berhenti berbicara karena terkejut melihat Dewa yang tiba-tiba membuka handuk yang melilit pinggangnya.


"Loh loh mas kamu mau ngapain kok di lepas handuknya"ucap Luna sambil berusaha menyingkirkan tubuh Dewa yang ingin mendekati tubuhnya.


"Kenapa ngehindar kaya gitu sih sayang kan mas cuma mau ngasih kejutan sama kamu"ucap Dewa semakin mendekati tubuh Luna dan menghirup udara di leher Luna


"Maaaksud kamu kejutan apa mas"ucap Luna sambil menyingkirkan wajah Dewa dari lehernya.


Plakk


Satu tamparan berhasil mendarat di pipi Luna nampak Luna langsung tersungkur karena tamparan Dewa yang begitu keras"Aww"pekik Luna sambil memegangi pipinya.


"Ayo bangun"ucap Dewa sambil membakitkan tubuh Luna dengan cara yang kasar.


"Maksud kamu apa sih mas aku salah apa sama kamu sampai kamu berani nampar aku"ucap Luna yang dengan mata berkaca-kaca.


"Apa ini kejutan yang mau kamu kasih ke aku hah"sambung Luna.


"Hakh...masih nanya salah kamu apa"ucap Dewa sambil mencengkram pipi Luna.


"Mas sakit"pekik Luna sambil berusaha melepaskan tangan Dewa dari wajahnya.


"Aku salah apa sama kamu hiks..."Sambungnya sambil terus berusaha melepaskan tangan Dewa.


"Kenapa kamu minum minum tanpa seizin dari pacar kamu hah"teriak Dewa tepat dihadapan wajah Luna dan semakin erat mencengkram wajah wanitanya itu.


~

__ADS_1


Salam Author;)


__ADS_2