Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 16


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote nya yah


Terima kasih:)


Lanjut.


Luna hanya memandangi punggung Dewa yang semakin lama semakin menghilang"Lo harus berpikir positif sama mas Dewa okey"ucap Luna kepada dirinya sendiri.


"Aww..."pekik Luna ketika merasakan perihnya lagi saat ia ingin berjalan menuju kamar mandi


"Aduh kok perih banget yah"rintih Luna sambil memegangi areanya,nampak ia berjalan pincang ke arah kamar mandi dengan raut wajah menahan sakit.


Luna terus melamun hingga ia tak sadar bahwa air dalam bathtub itu penuh hingga ia sadar ketika air tersebut membasahi kakinya.


"Astaga"ucap Luna kaget melihat air dalam bathtub yang ada di hadapannya itu penuh, Luna pun langsung mematikan keran air tersebut.


"Ya ampun Lo kenapa sih Lun ceroboh banget"ucap Luna sambil menaiki bathtub dan merendamkan tubuhnya di bathtub tersebut.


Ditempat lain.


Nampak Dewa turun dari mobil sport mewah tepat di depan sebuah gedung,nampak semua karyawan yang melihatnya langsung memberi salam kepadanya Dewa sedangkan ia hanya terus berjalan tanpa sedikitpun ingin membalas sapaan dari para karyawannya


"Tungguin gue bro"teriak Gani sambil ketika melihat pintu lift itu akan segera tertutup.


Gani pun masuk kedalam lift tersebut dengan napas ngos-ngosan"Bro kok Lo gak nelpon gue sih kalo Lo mau kesini"ucap Gani dengan napas yang masih ngos-ngosan.


"Ehemm"gerutu Dewa.


"Eh iya lupa,maksud gue bos"ucap Gani yang mengerti apa yang di maksud Dewa karena jika waktu istirahat Gani selalu berbicara non formal kepada Dewa tetapi jika belum jam istirahat ia akan berbicara formal kepada Dewa karena Dewa adalah atasannya.


Dewa hanya diam membisu sementara Gani terus menceritakan tentang pergulatannya tadi malam bersama Mela.


Ting.


Pintu lift pun terbuka Dewa dan Gani pun keluar dari dalam lift tersebut nampak Dewa berjalan paling depan sedangkan ganj sebagai sekertaris hanya mengekori Dewa di belakang kemudi masuk ke ruangannya masing-masing.


-


Nampak Dewa sangat disibukan dengan pekerjaannya dan tak terasa waktu istirahat pun tiba nampak Gani yang tiba tiba masuk kedalam ruangan Dewa"Hai bro"sapa Gani sambil berjalan menutup pintu ruangan Dewa.


"Lain kali kalo masuk keruangan orang itu ketuk pintu dulu"ucap Dewa sambil menutup komputernya.

__ADS_1


"Iya sorry bro sorry soalnya gue udah kebiasaan"ucap Gani sambil duduk di sofa yang ada di ruangan Dewa.


"Eh..iya bro gimana kabarnya si Luna,apa Lo udah dapetin dia?"Tanya Gani sambil berduduk santai di atas sofa.


"Udah"ucap Dewa singkat.


"Trus trus sekarang dia dimana"ucap Gani seakan penasaran dengan Luna.


"Dia ada di apartemen gue"ucap Dewa sambil duduk di atas sofa yang berhadapan dengan sofa yang diduduki Gani.


"Sejak kapan"ucap Gani yang sangat penasaran.


"Sejak kemaren malem"ucap Dewa dengan singkat.


"Hah.. berarti Lo udah"ucap Gani terjeda ketika melihat Dewa menggukan kepalanya


"Wahwah..gue beneran gak nyangka,, secepat itu si Luna percaya sama Lo"ucap Gani seolah-olah tidak percaya.


"Gue bilang juga apa dia itu bodoh,,buktinya dia rela ngasih keperawanannya sama gue"ucap Dewa sambil terkekeh.


"Keperawanannya sama Lo?maksud Lo dia masih perawan gitu"ucap Gani yang tak mengerti maksud dari ucapan Dewa.


"Aih..berarti si Risa udah gak perawan sejak nikah sama Lo dong"ucap Gani merasa ada yang aneh dengan ucapan Dewa.


"Gue gak tau kalo soalan itu yang penting semalem gue udah puas ngelepasin beban yang selama ini gue tahan"ucap Dewa seperti sangat puas dengan ritualnya semalam.


"Ya udahlah terserah Lo,,trus trus sekarang keadaan si Luna kaya gimana apa dia jalannya pincang atau mungkun itunya robek lagi,,soalnya kan punya Lo itu besar"ucap Gani sambil melirik kearah arah ************ Dewa.


"Lo geliatin apa heh..Lo lagi ngeliatin raja gue"ucap Dewa ketika sadar bahwa Gani sedang membicarakan miliknya.


"Engga gue gak liatin punya Lo lagian ngapain ngeliatin punya Lo orang gue juga punya,,udah mending Lo jawab pertanyaan gue tadi si Luna itunya sakit atau engga"ucap Gani mengalihkan pembicaraan.


"Dia sih sempet bilang sama gue kalo itunya perih tapi gue gak peduli yang penting dia bisa layanin gue kapanpun dan di mana pun"ucap Dewa yang tak peduli sama sekali kepada Luna.


"Wah Lo gak berperikemanusiaan banget bro, kalo gue jadi Lo pasti gue batuin tuh si Luna karna gue kasian sama dia,,tapi ini malah ngebiarinya gitu aja Lo gak bertanggung jawab baget sih jadi orang,nih yah bro meskipun Lo gak cinta sama sekali sama si Luna setidaknya Lo harus bantuin dia dong dia bisa begitu kan juga karna Lo"ucap Gani menasehati Dewa yang sungguh tak peduli dengan keadaan Luna.


Mendengar nasehat dari Gani Dewa hanya mengacuhkannya dan tak mendengarkannya baginya yang harus dia pedulikan hanya lah Risa dan bukan Luna.


"Sini gue pinjem ponsel Lo"ucap Gani sambil menjulurkan tangannya.


"Mau ngapain Lo minjem ponsel gue Lo juga punya kan"ucap Dewa yang aneh dengan Gani yang tiba tiba ingin meminjam ponselnya.

__ADS_1


"Udah sini aja gue pinjem"ucap Gani tetap memaksa.


Dewa pun memberikan ponselnya kepada Gani lalu Gani pun membuka WhatsApp di ponsel Dewa dan langsung mengetik pesan kepada Luna.


🗨️Dewa"Sayang mas minta maaf yah tadi pagi mas gak peduli sama kamu mas benar benar minta maaf.


Begitulah isi pesan yang di ketik Gani menggunakan ponsel Dewa.


"Nih"ucap Gani sambil mengembalikan ponsel Dewa kepada pemiliknya.


"Lo apa apaan sih Gan ngapain pake segala minta maaf sama si Luna mana pake nama gue segala lagi"ucap Dewa kesal kepada Gani.


"Udah gak usah marah marah gue ngelakuin ini demi kebaikan Lo kedepannya,,ntar kalo si Luna nyangka Lo cuman manfaatin dia doang kan bisa ancur tuh semua rencana Lo"ucap Gani berusaha menjelaskan maksud dari permintaan maaf yang ia buat di ponsel Dewa.


Seketika Dewa terdiam karena ia tak pernah berpikir sampai sana karena yang ia pikirkan hanyalah Risa Risa dan Risa.


"Hai mas"ucap seseorang yang datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, seketika Gani menatap kearah wanita tersebut dengan tatapan malas sementara Dewa terlihat nampak senang dengan kedatangan wanita tersebut.


"Mas maafin aku yah"ucap wanita tersebut sambil memeluk tangan Dewa.


"Iya mas maafin kamu kok Dee"ucap Dewa sambil tersenyum manis kepada istrinya tersebut.


"Emm..mas mas pulang yah kerumah pliss"ucap Risa dengan manja.


"Iya Dee mas bakal pulang kok sayang"ucap Dewa sambil terus memandangi wajah Risa.


Dewa seperti sudah melupakan semua perbuatan Risa kepada dirinya karena rasa cintanya yang begitu besar kepada Risa membuat ia mudah memaafkan kesalahan yang telah di perbuat Risa.


"Emm..mas aku kangen banget sama kamu mas"ucap Risa sambil terus bersikap manja kepada Dewa.


"Ehh..kamu gak sofan banget sih liatin orang lagi mesra mesraan,,udah sana keluar"ucap Risa mengusir Gani dari ruangan Dewa.


Gani pun keluar dari ruangan tersebut dengan tatapan tak suka kepada Risa"Mas jatah bulanan aku udah abis aku mau minta lagi dong sama kamu"ucap Risa


"Iya sayang nanti mas transfer yah,,sekarang kamu diem dulu aja di sini temenin mas,mas mau nyelesaiin kerjaan mas dulu yah"ucap Dewa terdengar


"Hah dasar wanita matre"pekik Gani yang menguping pembicaraan Risa dan Dewa di balik pintu.


~


Salam Author;)

__ADS_1


__ADS_2