Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 34


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah


Terima kasih:)


Lanjut.


Tak lama kemudian pak Jek pun datang membawa satu bungkus nasi uduk untuk Luna nampak Luna sangat senang hingga ia makan dengan lahap.


"Sayang apa kamu gak bosen gitu tiap hari sarapan nasi uduk terus"ucap Dewa yang melihat Luna makan dengan lahap.


"Enggaklah mas aku gak pernah bosen kalo makan masih uduknya nek Asih"ucap Luna dengan mulut penuh makanan.


"Mas kamu gak mau"sambungnya.


"Enggak ah mas bosen"ucap Dewa.


"Hm..ya udah"ucap Luna sambil memakan makanannya.


Luna makan dengan lahap hingga nasi uduk itu pun habis tak tersisa"Ah..kenyang"ucap Luna setelah meneguk satu gelas air.


"Udah makannya"ucap Dewa yang sedari tadi memperhatikan Luna.


"Udah tuh liat udah abis kan"ucap Luna sambil memperlihatkan piring bekas ia makan.


"Mas kamu mau makan apa biar aku masakin"ucap Luna sambil bangkit dari duduknya.


"Mmm..mas mau di masakin ayam goreng aja sama nasi gorengnya yah sayang"ucap Dewa sambil tersenyum kepada Luna.


"Oke mas tunggu sebentar yah sayang"ucap Luna dengan centilnya berjalan dengan lunggak lenggok.


Dewa hanya terkekeh melihat tingkah laku Luna yang manja dan centil kepada dirinya hingga ia teringat bahwa ia akan memberikan hadiah kepada Luna.


"Duh gue hampir lupa lagi"ucap Dewa yang langsung bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju ruang kerjanya entah apa yang ia bawa dari ruangannya tersebut,dengan langkah pelan Dewa langsung memeluk tubuh wanitanya itu dari belakang sontak Luna yang sedang memasak pun terkejut dibuatnya.


"Ih..mas kirain kamu siapa ngagetin aja"ucap Luan sambil melirik kearah wajah Dewa.


"Biarin,,aku suka liat ekspresi wajah kamu kalo lagi kaget"ucap Dewa tepat di telinga Luna.


"Ih.. mas geli ih.."ucap Luna berusaha menyembunyikan wajah Dewa dari pundaknya.


"Sayang"ucap Dewa kembali tepat di telinga Luna.


"Iya apa mas"ucap Luna sambil kembali fokus kepada masakannya.


"Aku punya sesuatu buat kamu"ucap Dewa.


"Apa"ucap Luna kembali melirik kearah wajah Dewa.


"Selesainyin dulu dong masaknya"ucap Dewa sambil membenamkan wajahnya di pundak Luna

__ADS_1


"Hm..


Setelah beberapa saat akhirnya Luna pun selesai dengan acara masaknya walau ia sedikit tergantung karena Dewa yang enggan untuk melepas pelukannya.


"Mas udah yah jangan nempel terus,,ini udah nih masaknya tinggal kamu makan"ucap Luna sambil meletakan piring berisi nasi goreng dan ayam goreng yang Dewa minta.


"Oh udah yah"ucap Dewa sambil melirik meja makan tanpa melepas semua.


"Iya udah"ucap Luna sambil melepas paksa tangan Dewa yang melingkar di pinggang nya.


Dewa pun duduk di kursi meja makan tersebut dan langsung memakan sarapannya itu begitupun dengan Luna ia ikut duduk di samping Dewa untuk menemani Dewa makan.


"Mas ini hadiah buat aku?"ucap Luna sambil membawa kotak yang ada di hadapannya itu.


"Iya itu buat kamu,,buka sayang"ucap Dewa dengan mulut penuh dengan makanan.


Tanpa berlama lama Luna pun langsung membuka bungkus kotak tersebut dan betapa terkejutnya ia ketika melihat isi dari kotak tersebut.


"Wah..ini seriusan buat aku mas"ucap Luna senang sekaligus tak percaya dengan apa yang ia pegang sekarang.


"Iya itu buat kamu"ucap Dewa sambil menganggukkan kepalanya.


"Seriusan nih mas"ucap Luna yang masih tidak percaya.


"Iya sayang mas serius itu ponsel buat kamu sayang"ucap Dewa.


"Mmm...makasih mas"ucap Luna sambil memeluk tubuh Dewa.


"Maafin mas yah karna ponsel kamu yang dulu rusak karna mas"ucap Dewa sambil mengusap rambut Luna.


"Hm..iya gapapa kok mas"ucap Luna sambil terus memandangi ponsel barunya dengan ekspresi wajah senang.


"Coba kamu nyalain ponselnya"ucap Dewa yang langsung dituruti oleh Luna dan nampak wallpaper layar ponsel tersebut adalah gambar Luna dan Dewa yang sedang berada di dalam mobil.


"Wah bagus banget"ucap Luna takjub.


"Bagus kan,,di situ cuman ada nomor telepon aku aja"ucap Dewa.


"Hm.."ucap Luna malas.


"Mas ponsel kamu bunyi tuh"ucap Luna ketika mendengar deringan ponsel Dewa yang berada di ruang tengah.


"Siapa sih ganggu orang lagi makan aja"ucap Dewa.


"Bentar yah sayang"ucap Dewa sambil bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ruang tengah apartemennya.


Dewa pun mengambil ponselnya dan dilihatnya Gani yang mem video call nya.


📱Gani"Halo bro..

__ADS_1


📱Dewa"Iya ada apa"ucapnya dengan malas.


📱Gani"Lagi dimana Lo bro..


📱Dewa"Lagi di apartemen"ucap Dewa sambil kembali berjalan menuju ruang makan.


📱Gani"Hm..di apartemen mulu,mantai dong mantai"ucap Gani sambil memperlihatkan dirinya dan Mela yang sedang berjemur di tepi pantai.


📱Dewa"Bodi amat"ucap Dewa sambil duduk kembali di kursi meja makan dan tanpa sengaja Luna yang sedang mencuci piring pun terlihat oleh Gani.


📱Gani"Eh..itu cewe siapa bro?pembantu Lo bukan..


📱Dewa"enak aja Itu pacar gue lah"ucap Dewa


"Sayang"ucap Dewa kepada Luna.


"Iya ada apa mas"ucap Luna sambil menengok ke arah belakang.


Dan betapa terkejutnya Gani ketika melihat Luna berada di rumah Dewa.


📱Gani"Itu kan si Luna"ucap Gani terkejut.


Mela yang mendengar kata Luna pun sama terkejutnya seperti Gani ia langsung melihat layar ponsel milik Gani dan benar saja di dalam video call tersebut terlihat jelas Luna sedang bersama Dewa.


📱Dewa"Gan itu kok muka pacar Lo kaya yang kaget gitu itu dia kenapa"ucap Dewa ketika melihat ekspresi wajah Mela ketika melihat Luna.


📱Gani"Bro gue udahan dulu yah video call nya si Mela katanya pengen makan dah..bro..


"Dih apaan tuh si Gani gak jelas banget"ucap Dewa sambil menaruh ponselnya di atas meja.


"Mas tadi kamu panggi aku ada apa"ucap Luna sambil kembali duduk dari samping Dewa.


"Itu tadi si Gani ngira kamu itu pembantunya aku"ucap Dewa.


"Ih..apa apaan sih si Gani emang penampilan aku kaya pembantu gitu"ucap Luna geram.


"Iya kamu kan emang pembantu"ucap Dewa sambil memandang wajah Luna.


"Apa kamu bilang"ucap Luna kesal.


"Iya pembantu,, pembantu di hati aku"goda Dewa sambil mengedipkan matanya.


"ah..kamu bisa aja deh mas"ucap Luna dengan wajah memerah.


"Mm...peluk dong mas nya"ucap Dewa dengan manja.


"Mmm...


Luna pun langsung memeluk Dewa dengan hangat tetapi Luna nampak terlihat gelisah.

__ADS_1


~


Salam Author;)


__ADS_2