
Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah.
Terima kasih:)
Lanjut.
"Hah..apa yang salah dari ucapan Om sayang"ucap pria tersebut kembali menyentuh dagu Mela.
"Memang benar bukan kamu pernah bermain dengan Om mu ini,, bagaimana kalo kita bermain lagi??
"Om udah lama gak main sama kamu"ucap pria tersebut sambil membelai pipi Mela.
"Tolong jaga sikap anda!!"tegas Mela sambil menyingkirkan tangan pria tersebut dari wajahnya.
Mendapat perlakuan seperti itu dari Mela amarah pria tersebut memuncak hingga ia mengeluarkan kata kata hinaan kepada Mela.
"Hahk..dasar pelac*r tak tau diri"hina pria tersebut.
"Gue bukan pelac*r!!"teriak Mela sambil menampar wajah si pria brengsek itu Dangan sangat keras hingga pria tersebut hampir tersungkur ke pasir.
"Aba apa ini"ucap Gani yang datang menghampiri mereka berdua.
Seketika Mela langsung memeluk tubuh Gani"Kamu baik baik aja kan sayang"ucap Gani sambil memeluk tubuh Mela.
"Aish..dasar jal*ng gila"ucap pria tersebut sambil kembali bangkit dan berapa terkejut nya ia ketika melihat pria yang sedang memeluk wanita yang ia sebut sebagai pel*cut itu begitupun dengan Gani ia sama terkejutnya dengan pria tersebut.
"Pak Daniel"ucap Gani terkejut ketika melihat orang yang ia kenal ada di hadapannya.
Dan orang yang lebih terkejutnya lagi adalah Mela ia sangat terkejut mendengar Gani memanggil nama dari si pria brengsek itu.
"Wah wah,,ternyata anda suka barang bekas juga Gani"ucap Daniel sambil tertawa kecil.
"Tolong anda jaga ucapan anda pak!!"ucap Gani dengan tegas.
"Wah..kau memang beruntung jal*ng"ucap Daniel sambil menatap rendah kepada Mela.
"Saya tegaskan sekali lagi tolong jaga ucapan anda!!!"ucap Gani dengan nada kesal.
Karena tidak ingin membuat emosi Gani semakin memuncak dan menimbulkan pertengkaran Mela pun berusaha untuk membawa Gani pergi dari hadapan Daniel.
"Baby udah ayo kita pergi aja diri sini yah"ucap Mela sambil menarik tangan Gani.
__ADS_1
"Tapi baby aku gak terima kalo kamu di hina kaya gitu"ucap Gani sambil terus menatap tajam kearah Daniel.
"Aku gapapa kok,,udah ayo sekarang kita masuk kedalam vila dan kita istirahat,yuk ayo"bujuk Mela berusaha meredamkan amarah Gani.
Gani pun menuruti keinginan Mela karena ia tau pasti akan begitu sakit bagi Mela jika terus melihat dan mendengar hinaan dari Daniel meski Gani tak tau apa masalah di antara mereka berdua.
Skipp.
Gani dan Mela pun sudah berada di dalam vila tempat mereka menginap nampak Mela hanya terdiam menunduk, didalam hatinya ia takut untuk menceritakan tentang masa lalunya kepada Gani karena ia takut setelah mendengar cerita tentang dirinya di masa lalu Gani akan meninggalkannya dan memutuskan hubungan mereka.
"Coba kamu cerita sama aku,kenapa pak Daniel bisa kenal sama kamu"ucap Gani sambil menggenggam tangan Mela untuk menenangkan nya.
"Jangan nunduk terus dong sayang kan orang yang ngajak kamu ngomong ada di sini bukan ada di bawah"ucap Gani.
"Coba liat muka aku"sambung Gani.
Mela pun mengangkatnya wajah nya dan menatap wajah Gani nampak Gani tersenyum manis kepada Mela.
"Kenapa hm..coba cerita sama aku"ucap Gani sambil menggenggam erat tangan Mela.
"Tapii..kamu janji yah gak bakalan marah dan
Gani hanya mengangguk sambil tersenyum kepada Mela.
Sementara itu ditempat lain nampak Daniel sedang tergesa gesah berlari menghampiri Risa yang sedang bersantai di tepi di kolam renang yang ada di vila tepat mereka berdua menginap yang tempatnya agak jauh dari tempat Gani dan Mela menginap.
"Sayang"teriak Daniel.
"Hm,,ia ada apa sayang"ucap Risa sambil menoleh ke arah Daniel.
Daniel pun menghampiri Risa yang sedang bersantai di tepi di kolam renang"Kita harus pergi dari tempat ini sekarang"ucap Daniel dengan tergesa-gesa.
"Eeehhh.. ini ada apa kok mendadak banget sih sayang"ucap Risa
"Kamu masih inget wanita yang kamu temui di bandara waktu itu?"ucap Daniel.
"Iya inget mbak Mela bukan,,emang ada apa sama dia"ucap Risa.
"Ternyata laki laki yang kamu sebut suaminya itu adalah Gani sekertaris Dewa"ucap Daniel yang masih tidak percaya dengan apa yang sudah ia lihat.
"Apa!!"ucap Risa terkejut mendengar ucapan dari Daniel.
__ADS_1
"Jadi si Gani liburan kesini juga?..
"Wah ini gak bener,,kalo sampai si Gani ngeliat kita berdua di sini dan dia bilang ke mas Dewa hubungan kita bisa terbongkar dan rencana kita bisa gagal"ucap Risa.
"Akh..kenapa sih si Gani harus liburan kesini juga"ucap Risa frustasi.
"Ini gimana dong sayang,,aku gak mau kalo kita harus ketauan"ucap Risa yang ketakutan perselingkuhan nya selama ini akan terbongkar oleh Gani sekretaris dari suaminya.
_
Kini malam pun tiba kembali kekediaman Dewa dan Luna nampak mereka berdua sedang menikmati waktu bersama dengan menonton TV di ruang tengah apartemennya.
"Mas..
"Iya ada apa sayang"ucap Dewa yang masih fokus kepada layar tv.
"Aku boleh nanya sesuatu sama kamu??"ucap Luna sambil menatap wajah Dewa karena ia sedang berbaring di paha milik Dewa.
"Mau nanya apa sayang kuu"ucap Dewa sambil menyuapi Luna dengan mata yang masih fokus kepada layar tv.
"Emmm..apa orang tua kamu masih ada?"ucap Luna dengan ragu.
Mendengar pertanyaan dari Luna Dewa hanya tersenyum kepada Luna"Eh,,kok malah senyum sih mas"ucap Luna yang keanehan dengan ekspresi wajah Dewa.
"Bukannya jawab pertanyaan aku ini malah senyum"ucap Luna.
"Heeemm"Dewa menghela nafas panjang dan beralih menatap wajah Luna.
"Mas udah gak punya orang tua sayang,orang tua mas udah meninggal"ucap Dewa sambil tersenyum kepada Luna.
Dan memang benar Dewa adalah seorang yatim piatu sejak ia berusia 12 tepatnya saat ia duduk di bangku kelas enam sekolah dasar ia sudah kehilangan orang tuanya akibat perampokan yang terjadi di rumah besarnya yang dulu yang menyebabkan kedua orang tua nya tewas ditangan para perampok.
Mendengar hal itu seketika Luna pun bangkit dan langsung memeluk tubuh Dewa"Maafin aku yah mas karena udah buat kamu sedih dengan pertanyaan aku tadi"ucap Luna sambil memeluk Dewa.
Dewa melepas pelukan dari Luna dan beralih menatap wajah Luna"Gapapa kok sayang,,kalo kamu gak nanya hal itu kamu gak akan tau,,bukan?"ucap Dewa kembali tersenyum kepada Luna.
"Ya tapi tetep aja mas aku ngerasa bersalah karena udah nanya hal itu ke kamu"ucap Luna merasa sangat bersalah karena sudah membuat luka lama yang sudah Dewa lupakan kembali teringat oleh Dewa.
~
Salam Author;)
__ADS_1