Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 40


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah


Terima kasih:)


Lanjut.


Nampak Risa terlihat senang ketika melihat Mela dan Luna sampai ia tak henti hentinya memuji kecantikan Luna.


"Eh,, kayaknya kalian berdua masih muda dari pada kita yah"ucap salah satu teman Risa.


"Eh,,iya jeng kok aku baru nyadar yah"ucap Risa kepada teman-temannya.


"Mm,,Mbak mending kita ngobrolnya di cafe sana aja"ucap Mela sambil menunjuk ke arah cafe yang ada di seberang jalan itu.


"Wah iya ide bagus tuh lagian saya masih pengen ngobrol sama kalian berdua"ucap Risa menyetujui tawaran Mela.


Mereka pergi meninggalkan mall tersebut dan menyebrangi jalan untuk masuk ke cafe tempat tujuan mereka, sementara itu Luna hanya mengikuti kemana Mela berjalan.


"Eh,,sini mbak Luna duduk di sebelah saya"ucap Risa sambil menarik tangan Luna.


"Eh,,iya mbak makasih"ucap Luna yang masih canggung.


"Ya ampun mbak Luna kok cantik banget sih saya jadi iri deh"ucap Risa yang terus menerus memuji kecantikan Luna.


"Eh,,iya ngomong ngomong umur kalian berdua berapa?"ucap Risa.


"Umur saya dua puluh dua tahun mbak"ucap Mela.


"Kalo mbak Luna?"ucap Risa.


"Saya sama kaya Mela dua puluh dua tahun"ucap Luna.


"Wah kalian masih pada muda yah,,enggak kaya kita kita yah jeng udah pada tua"ucap Risa sambil tertawa.


"Iya"ucap kedua teman Risa.


"Kalo Mbak Risa sendiri?"ucap Mela.

__ADS_1


"Kalo saya tiga puluh tiga tahun kalo mereka berdua sama kaya saya tiga puluh tiga tahun juga"ucap Risa.


"Kita emang udah tua yah jeng"ucap Risa kepada teman-temannya.


"Eh tapi mbak Risa sama temen temennya enggak keliatan tua kok,iya kan Lun"ucap Mela memuji Risa dan teman-temannya.


"Iya Mbak Risa mbak Yuni sama mbak Sarah gak keliatan tua kok"ucap Luna berusaha untuk tidak terlihat canggung dengan ibu ibu sosialita yang sedang berbincang dengannya.


"Ah,,masa sih"ucap ketiganya bersamaan.


"Iya apa lagi mbak Risa"ucap Mela.


"Hm,,ya iyalah orang dia selalu dimanjain sama suaminya,suaminya kan CEO"ucap Yuni sambil melirik kearah Risa.


"Wah benarkah"ucap Mela pura pura tak percaya bahwa suami dari Risa adalah CEO.


Sementara itu Luna hanya terdiam menyimak pembicaraan para sosialita itu"Mel gaya ngomong Lo udah kaya jadi sosialita beneran aja sih Mel "ucap batin Luna menyimak pembicaraan antara para sosialita itu dengan Mela, sementara dirinya hanya bicara jika dia di ajak bicara.


"Iya,,Mbak Mel tau gak uang jajannya nya aja dikasih 15 juta belum lagi keperluan dia yang lain kaya baju tas sepatu perhiasan itu beda lagi"ucap Sarah yang merupakan sahabat dekat dari Risa.


"Wah,,pak Daniel baik banget sih sama istri nya saya jadi iri"ucap Mela sambil berdecak kagum dengan kemewahan yang Risa miliki.


"Pak Daniel?"ucap Sarah bertanya.


Mendengar ucapan Mela yang menyebut nama Daniel sebagai suaminya sontak Risa terkejut di buatnya karena suami yang di maksud teman-temannya itu adalah Dewa bukan Daniel yang merupakan selingkuhannya.


"Siapa itu Mbak Mel"ucap Yuni yang merasa aneh dengan ucapan dari Mela.


"Itu su....


"Ah,,itu loh jeng pas kemarin liburan mas Dewa ngepalsu-in identitas aslinya jadi nama Daniel karena kan dia itu orang penting jadi takut terjadi apa-apa jadi mas Dewa palsu-in indentitas nya karena kan"ucap Risa memotong ucapan Mela.


Ia berusaha menyangkal dengan membuat alasan tak masuk akal untuk menutupi perselingkuhannya dengan Daniel agar teman-temannya tak mencurigai hubungannya dengan Daniel.


Mendengar hal itu Mela merasa aneh karena seingat dia Daniel yang ia kenal memang bernama asli Daniel bukan Dewa, sementara itu Luna yang mendengar kalo suami Risa bernama Dewa merasa terkejut karena nama yang sama dengan nama kekasihnya.


"*Aneh kok namanya bisa samaan kaya begitu yah kerjaannya sama juga sebagai CEO,,apa jangan jangan mbak Risa istrinya mas Dewa

__ADS_1


"Ah,,tapi gak mungkin mana mungkin mas Dewa punya istri lebih tua dari umurnya,udah dong Lun jangan berpikiran negatif sama mas Dewa*" ucap batin Luna yang terus bertanya-tanya dengan nama suami dari Risa.


"Ya udah yuk jeng kita pergi aja dari sini kita kan masih ada janji"ucap Risa sambil bangkit dari duduknya dan langsung menuntut tangan kedua teman temannya untuk segara pergi dari tempat itu, nampak ia sangat khawatir takut Mela akan berbicara yang lain lagi kepada temen-temennya.


"Janji apa?"ucap kedua teman temannya itu merasa aneh dengan tingkah laku Risa.


"Eh,,kan kita ada janji buat ke salon hari ini"ucap Risa berusaha untuk tetap tenang supaya orang-orang di sekitarnya itu tidak curiga dengan dirinya.


Nampak kedua sahabatnya itu merasa aneh karena hari ini mereka tidak mempunyai janji untuk pergi ke salon tetapi dengan Risa yang terus mengajak mereka mereka pun terpaksa ikut dengan Risa.


"Maaf yah mbak Mel mbak Luna kita buru buru,,sampai ketemu lagi yah dah"ucap Risa sambil menuntun kedua temannya.


"Iya Mbak,,dah"ucap Luna dan Mela sambil melambaikan tangannya.


"Ya udah yuk Mel kita juga pergi,,lagian gue masih ada yang mau di beli di mall tadi"ucap Luna sambil bangkit dari duduknya dan mengambil tas selempang nya dari atas meja.


"Kenapa tadi gak bilang"ucap Mela sambil bangkit dari duduknya.


"Gimana gue mau bilang orang Elo nya aja malah ngajak kesini sama para sosialita tadi"ucap Luna sambil memakai tas nya.


"Ya udah ayo"ucap Mela sambil berjalan menuju kasir untuk membayar kopi yang tadi mereka pesan.


-


Di dalam mall nampak Luna sudah membeli barang yang belum sempat ia beli tadi dan pandangan kini tertuju pada toko perlengkapan bayi yang membuat dirinya ingin mengunjunginya entah kenapa hatinya ingin sekali melihat lihat perlengkapan bayi yang ada di toko itu.


"Eh,,Mel kita ke toko itu dulu yuk"ucap Luna sambil menunjukan jari telunjuknya kearah toko perlengkapan bayi kepada Mela.


"Buat apa sih Lun,, emangnya Elo mau punya bayi,,hah apa jangan-jangan Lo lagi bunting"ucap Mela sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Apaan sih Lo,mana ada gue bunting tuh liat perut gue rata gini mana mungkin bunting"ucap Luna sambil memperlihatkan perut ratanya yang terhalang oleh mini dress yang ia kenakan.


"Trus Lo mau apa hah ke toko perlengkapan bayi kalo Lo gak punya bayi?"ucap Mela dengan malas.


~


Salam Author;)

__ADS_1


__ADS_2