
Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah
Terimakasih:)
LANJUT
"Risa!!"bentak Dewa.
"Apa mas!!"teriak Risa dengan berlinang air mata.
"Kamu gak percaya sama aku mas?
"Aku gak mungkin kaya gitu mas tolong kamu percaya sama aku,foto itu cuman akal akalan wanita busuk itu mas"ucap Risa sambil berpura pura menangis karena ia tau kelemahan Dewa adalah tak tahan ketika melihat wanita yang ia cintai menangis tersedu sedu.
Namun naas usaha yang dilakukan Risa ternyata sia sia kini Dewa tidak lagi merasa iba ataupun merasa bersalah karena telah membuat Risa menangis,dirinya terlanjur kecewa karena wanita yang sangat ia cintai ternyata diam diam berselingkuh dengan orang yang sangat ia benci seumur hidupnya.
"Apa wanita busuk kamu bilang?"ucap Mela ketika mendengar ucapan Risa yang menyebutnya sebagai wanita busuk.
"Harusnya...."seketika ucapan Mela terhenti ketika melihat isyarat tangan dari Dewa
"Kalo memang itu bukan kamu lalu kenapa kamu banting ponselnya si Mela?"tanya Dewa membuat Risa tak bisa menjawab apa apa.
Risa benar benar tamat ia sama sekali tidak bisa menayangkan lagi perselingkuhannya dengan Daniel karena kebodohannya.
"Kenapa sayang?gak bisa jawab yah"ucap Dewa sambil mengangkat wajah Risa yang tertunduk.
Risa tidak dapat menjawab ia hanya bisa menatap tajam Dewa dan tiba tiba mendorong tubuh Dewa dengan sangat kuat hingga Dewa tersungkur ke lantai dan lutut tangan kanannya membentur ujung meja dengan sangat keras.
__ADS_1
Mela yang melihat kejadian tersebut sontak langsung membantu Dewa begitupun dengan Gani ia yang baru datang pun langsung membantu Dewa untuk berdiri kembali.
"Dasar perempuan gila,sini Lo"ucap Mela langsung menghampiri Risa yang tersenyum puas melihat Dewa yang begitu kesakitan.
Mela yang terbawa emosi sontak langsung menjambak rambut wanita yang sedang tersenyum puas tersebut membuat Risa menjerit kesakitan.
"Anj*ng Lo Risa,dasar perempuan gila"caci Mela sambil terus menjambak rambut Risa.
Tak mau kalah Risa pun melawan serangan dari Mela dengan menjambak rambut Mela,kini meraka saling menjambak rambut sambil mencaci satu sama lain dengan kata kata kotor yang keluar dari mulut mereka,Gani yang melihatnya pun berusaha melerai namun ia malah terkena imbas,ia terkena cakaran dari kuku Risa yang panjang di wajahnya, melihat wajah calon suaminya berdarah sontak Mela pun terkejut dan langsung mendorong tubuh Risa dengan penuh emosi hingga tersungkur ke sofa.
"Hah..wajah kamu baby"ucap Mela terkejut melihat darah di bekas cakaran Risa.
"Aku gapapa kok baby,kamu gapapa?"ucap Gani sambil memegang pundak Mela dan mengecek kondisi wanitanya.
"Tapi wajah kamu"ucap Mela dengan mata berkaca-kaca
"RISA!!mas talak kamu saat ini juga"ucap Dewa yang benar benar sangat marah dan muak dengan semua kebusukan istrinya.
"Aku gak mau mas,tolong jangan ceraiin ade mas"ucap Risa memohon kepada Dewa sambil memeluk Dewa.
"Oke ade terima di poligami tapi jangan ceraiin ade mas,Ade sayang sama mas Ade cinta sama mas tolong maafin Ade mas"ucap Risa dengan Isak tangis di pelukan Dewa namun Dewa yang saat itu terlanjur kecewa kepada Risa dan enggan untuk menerima permintaan maaf dari Risa meski dengan berlutut sekalipun.
Dilain tempat di waktu yang sama terdengar suara Isak tangis dari seorang perempuan yang sedang berjalan menyusuri jalan raya yang sepi tanpa penerangan dengan memegang perutnya yang terlihat buncit,kedua kakinya nampak lecet dan bengkak karena berjalan satu kilometer tanpa henti.
Luna terus berjalan menyusuri jalan raya tanpa penerangan tersebut hingga terlihat satu kendaraan melintas di jalan tersebut dan membuat jalan sedikit menerang,Luna sama sekali tidak peduli dengan kendaraan roda dua yang melintas tersebut namun entah mengapa kendaraan tersebut seperti menghampiri dirinya.
"Teh Luna"ucap seseorang yang mengendarai motor tersebut.
__ADS_1
Seketika langkah Luna terhenti ketika mendengar suara yang tak asing bagi dirinya"Ali"ucap Luna kepada pemuda tersebut.
"Iya ini Ali teh,teteh kenapa kok jalan sendirian disini pak Dewa nya kemana?"ucap Ali sambil turun dari motornya.
Seketika Luna langsung memeluk erat tubuh pemuda tersebut dan menangis sangat keras di pelukan Ali,pemuda yang masih duduk di bangku SMA tersebut sontak terkejut dengan apa yang dilakukan Luna,ia bertanya tanya kenapa wanita yang kerap ia panggil dengan sebutan teteh(kakak)tersebut berjalan di jalan sepi seperti ini sendirian,bukan kah saat ia menghadiri acara Tasyakuran nya wanita yang kini sedang menangis di pelukannya tersebut terlihat sangat bahagia tapi mengapa sekarang ia terlihat sangat bersedih?.
Dalam hatinya Ali begitu bertanya tanya ada apa dengan Luna?,namun karena kedewasaannya pemuda tersebut mengerti apa yang sedang dirasakan oleh wanita yang sedang memeluk erat tubuhnya sambil terisak tangis ia juga memaklumi tindakan yang dilakukan Luna padanya meskipun terlihat agak berlebihan.
Ali mengusap punggung Luna berusaha untuk menenangkan wanita yang sedang menangis di pelukannya itu tanpa bertanya apapun kepada wanita tersebut,ia hanya akan bertanya ketika suasana hati Luna sudah mulai tenang.
"Teh,teteh kenapa?"tanya Ali ketika suara tangis Luna sudah tidak terdengar.
Ia dengan pelan ingin melepas pelukan Luna yang memeluk tubuhnya,karena takut orang berprasangka buruk pada mereka berdua namun Luna malah semakin erat memeluk tubuhnya.
"Ali tolong sebentar lagi,teteh mohon izinin tetep buat peluk tubuh kamu sebentar lagi"ucap Luna dengan suara serak.
"Teteh gak tau lagi harus gimana Li,hati teteh bener bener sakit setelah teteh tau kalo suami teteh bohongin teteh,dia ternyata udah punya istri Li"ucap Luna kembali menangis di pelukan Ali.
Pemuda tersebut nampak terkejut dengan apa yang di ucapkan Luna,ia sama sekali tidak tahu karena saat kejadian tersebut Ali sudah tidak ada di acara tersebut,Ali memeluk erat tubuh Luna karena merasa kasian dan iba atas apa yang telah di alami oleh wanita yang sedang memeluk tubuhnya sambil terisak tangis.
"Kenapa pak?kenapa,,,kenapa pak Dewa bisa lakuin hal Setega ini sama wanita sebaik teh Luna,kalo Ali jadi bapa Ali gak akan sakiti teh Luna,Ali gak akan sia siain teh Luna..tunggu Ali sukses Teh Ali pasti bakal nikahin teteh dan sayang sama anak teteh nanti " ucap batin Ali.
Nampak pemuda tersebut mengepalkan tangan kanan nya setelah mendengar cerita dari wanita yang ia sukai sejak pandangan pertama tersebut,ia begitu marah dan kecewa kepada Dewa,pria yang ia kagumi dan menjadi motivasi baginya karena kesuksesan dan keramahannya kepada semua orang di desa tersebut.
~
Sekedar informasi Ali itu pemuda desa tempat Luna dan Dewa tinggal,Ali berumur delapan belas tahun ia jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Luna yang sudah bersuami.
__ADS_1
Salam Author;)