
LANJUT
***
Tangisan Luna bukanlah tangisan bahagia karena kembali di pertemukan dengan suaminya namun tangisan Luna adalah tangisan kekecewaan mengigat kejadian empat tahun lalu dimana ia merasa dirinya di jatuhkan sejatuh jatuhnya oleh Dewa yang telah membohonginya dan hanya memanfaatkan dirinya.
"Mas kangen sama kamu sayang"pekik Dewa sambil memeluk tubuh Luna erat.
"Lepasin aku mas!"tegasnya sambil mendorong tubuh Dewa agar berhenti memeluk nya.
"Ayo kita pulang sayang"sambung Luna yang hendak mengambil putrinya dari tangan Dewa namun Dewa mencegahnya.
"Tolong dengerin dulu penjelasan mas sayang mas minta maaf atas semua kesalahan mas dulu sama kamu,mas benar benar menyesal dengan semua itu sayang,tolong maafin mas"ucap Dewa membujuk Luna agar mendengarkan penjelasannya.
"Selama empat tahun ini mas cari cariin kamu sayang mas gak bisa hidup tanpa kamu tolong maafin kesalahan mas Lun"
"Kita mulai hidup baru lagi yah sayang,kita tinggal di kampung lagi kaya dulu kita bangun keluarga kecil yang bahagia di sana,mas janji mas gak akan ngulangin kesalahan yang sama lagi sama kamu"
Dewa benar benar bahagia setelah sekian lama ia memendam rindu kepada Luna dan putrinya,selama di tinggalkan oleh Luna Dewa benar benar kacau ia sama sekali tak peduli dengan kesehatan dan penampilannya sendiri bahkan jika bukan karena Gani mungkin perusahaan nya saat ini sudah bangkrut karena di tipu.
"Aku gak mau mas!!"ucapnya menolak nampaknya Luna masih kapok dengan kejadian ketika acara tasyakuran itu.
"Sekarang balikin Karla sama aku!!"
Mendapat penolakan dari Luna membuat Dewa seketika marah kepada Luna ia langsung memanfaatkan putrinya sendiri untuk menjadi umpan supaya Luna bisa kembali lagi dengan dirinya.
"Gak mas gak akan ngasih Karla ke kamu sebelum kamu mau maafin mas dan pulang sama mas!"ucap Dewa sambil menjauhkan Karla dari Luna.
__ADS_1
"Dia itu anak aku aku yang mengandung dan ngelahirin dia jadi kamu gak berhak atas Karla mas!!"tegasnya sambil ingin mengambil Karla dari pangkuan Dewa.
"Oke kalo kamu mau nya gitu"ucap Dewa.
"Gan bawa putri gue kedalam mobil"sambungnya sambil menyerahkan Karla yang sedang menangis itu kepada Gani.
Melihat hal itu sontak Luna terkejut dan langsung ingin merebut putrinya dari tangan Gani namun dengan cepat Dewa menghalangi nya"Lepasin aku mas!!kamu gak berhak atas putri aku"ucap Luna dengan tatapan tajam.
"Karla jangan nangis nak bunda pasti bawa Karla pulang kok nak"ucap Luna sambil berusaha terlepas dari tangan Dewa yang menahan tubuhnya.
"Mas akan izinin Karla ketemu sama kamu asal kamu mau pulang sama mas sayang"ucap Dewa sambil menyentuh dagu Luna dengan tatapan liciknya.
Luna menatap tajam wajah Dewa dengan mata berkaca-kaca"Jahat kamu mas"
Dewa hanya terkekeh mendengar ucapan Luna dan langsung mencengkeram wajah Luna dengan tatapan tajamnya kini sifat tempramental nya kembali terlihat dan untuk kedua kalinya Luna mendapat kekerasan dari Dewa di depan umum para pegawai proyek pun nampak terkejut sekaligus kasihan dengan Luna namun mereka tidak bisa berbuat apa apa karena Dewa adalah atasan mereka Adit yang saat itu sedang berada di samping Luna pun menangis ketakutan melihat Luna yang sedang di perlakukan tidak wajar oleh Dewa.
"Dengar yah mas gak akan ngelakuin hal seperti ini kalo sebelumnya kamu bersikap baik dan nurut sama mas!"ucap Dewa dengan tatapan tajamnya.
"Kamu pikir dengan cara seperti ini aku bakal maafin kamu mas?"
"Gak mas aku gak akan maafin kamu meski aku harus nanggung rasa sakit sesakit apapun itu"ucap Luna yang masih di cengkraman oleh Dewa.
Dewa semakin emosi mendengar pernyataan Luna hingga ia memerintahkan Gani untuk pergi membawa Karla pergi menjauh dari Luna"Gan bawa anak gue pergi jauh dari sini"perintah nya seketika membuat Luna terkejut.
"Siap"ucap Gani langsung menjalankan perintah bosnya itu.
Dewa sengaja melakukan hal itu agar Luna pulang bersama nya,ketika Gani ingin menjalankan mobilnya seketika Luna berkata bahwa ia bersedia untuk pulang kembali bersama Dewa.
__ADS_1
"Oke oke mas aku maafin kamu dan aku mau pulang sama kamu tapi dengan satu syarat!"
"Kamu harus minta izin nek Asih dulu sebelum kamu bawa aku pulang!"ucap Luna.
Dewa nampak mengernyitkan dahinya pikiran kenapa ia harus meminta izin terlebih dahulu kepada nenek si penjual nasi uduk itu untuk membawa pulang Luna dan putrinya,namun Dewa enggan memikirkan hal itu yang penting bagi dirinya sekarang harus membawa istri dan anaknya pulang kembali ke rumahnya meski harus meminta izin kepada orang asing sekali pun.
"Ya sudah kalo begitu ayo kita temui nek Asih"ucapnya sambil menuntun tangan Luna.
Semua orang di sana tak percaya dengan kejadian tadi ternyata selama ini wanita penjual nasi uduk yang setiap hari mereka makan adalah seorang istri dari bos mereka terlebih lagi dengan Arman ia sangat terkejut karena selama ini wanita yang selalu ia goda adalah istri dari pemilik gedung tempat ia bekerja.
DIDALAM MOBIL
Karla dan Adit nampak kembali happy karena berada di samping Luna kedua bocah tersebut nampak sangat asyik karena ini adalah kali pertama mereka menaiki sebuah mobil semewah ini.
"Eh Karla Adit duduk yah nanti mobil om nya kotor loh sayang"ucap Luna kepada kedua bocah itu.
Kedua bocah tersebut nampak menurut dan duduk di samping Luna kembali"Karla sini mau duduk sama papa?"ucap Dewa sambil menengok kebelakang.
"Gak Karla gak mau om udah jahat udah bikin Karla bunda sama kak Adit nangis dan satu lagi om itu bukan papa nya Karla!"ucap Karla menegaskan sambil menyilang kan tangan nya.
"Iya kan Bun?"sambungnya sambil melirik ke arah Luna,Luna hanya menanggapi pertanyaan putrinya dengan tersenyum ia belum siap mengatakan bahwa Dewa adalah ayah kandungnya.
Dewa hanya bisa menghela napas berat ia hanya bisa menerima kenyataan bahwa putrinya masih belum mengenali diri nya.
"Gan gimana kabarnya si Mela,kamu jadikan nikahin dia?"tanya Luna dengan suara agak serak.
"Jadi Lun dan kabar dia juga baik kok"jawab Gani.
__ADS_1
"Syukurlah saya seneng denger nya"ucapnya dengan formal, karena lima tahun lamanya mereka tidak bertemu membuat Luna canggung dan berbicara formal kepada Gani.
Luna yang dulu dikenal dengan wanita nakal kini berubah menjadi sosok perempuan yang ber jiwa keibuan apalagi kini ia memiliki anak perempuan.