Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 07


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote nya yah


terima kasih:)


Lanjut.


Tak ingin berlama lama memandangi wajah Dewa Luna pun langsung memalingkan wajahnya karena jantung nya terus berdebar dengan kencang ketika ia terus memandangi wajah tampan Dewa dan ia takut jika ia berlama-lama memandangi wajah tampan Dewa jantungnya malah akan semskin berdebar sangat kencang dan suara detakannya akan terdengar oleh telinga Dewa dan itu akan membuatnya malu.


"Ya ampun ini jantung gue kenapa kok deng degan gak karuan gini yah?biasanya juga enggak,mana gue tiba tiba canggung lagi "oceh batin Luna sambil mengelus ngelus dadanya.


"Luna"panggil Dewa sambil menepuk pundak Luna sontak Luna terkejut dan langsung berteriak.


"Aaaaaa...."teriakan Luna membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkejut sekaligus keheranan terutama Dewa ia sangat keheranan dengan tingkah laku Luna.


"Luna kamu kenapa?"tanya Dewa sambil membalikkan badan Luna menjadi kehadapan.


"Ehh...saya gapapa kok Tuan ehh..maksud saya Dewa"ucap Luna yang canggung dengan wajah memerah.


"Tuh anak kenapa yah gak biasanya dia kaya gitu"ucap batin Mela yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku temannya yang hari ini bertingkah aneh,Mela nampak keheranan karena tak biasanya Luna canggung kepada seorang tamu malahan biasanya Luna lah yang paling ahli dalam menggoda para tamu dan tak malu atau pun canggung dengan tamu baru.


"Kalo memang kamu tidak kenapa napa lalu kenapa wajah mu memerah seperti kepiting rebus?"bisik Dewa tepat di leher jenjang Luna.


"i,,itu karena udara di sini sangat panas ekhh.."ucap Luna sambil merasakan ngangkatnya nafas Dewa di lehernya.


"Benarkah?"bisik Dewa sambil terus menghirup udara di sekitar dileher Luna.


Luna memejamkan matanya menikmati sensasi hangat dari nafas Dewa yang terus menghirup udara di sekitar Lehernya,ia seakan terbawa suasana yang diberikan Dewa kepadanya hingga ia terkejut ketika Mela dan Gani mulai bernyanyi dengan volume sangat keras.


Luna pun langsung melihat kearah Mela dan Gani dan dilihatnya Mela yang begitu berani duduk di pangkuan Gani sambil berhadapan satu sama lain,Luna hanya mengabaikan hal itu karena ia pun sering melakukan hal seperti itu ketika ia sedang menemani tamu,dan akhinya ia pun ikut bernyanyi untuk menghilangkan rasa canggung dan malunya.


"Yang satu ini durennya luar biasaa....bisa bikin Abang gak tahan sampai sampai ketagihan....

__ADS_1


Terdengar suara nyayian dari Luna dan Mela.


"Akhhh..."D*sah Mela yang sangat jelas terdengar di speaker ruangan tersebut.


Seketika Luna dan Dewa langsung melihat kearah sumber suara dan sontak mata mereka langsung terbelalak melihat Gani yang sedang asyik mer*mas sikembar milik Mela nampak mereka sangat menikmati ken*kmatan tersebut hingga mereka tak menyadari bahwa Luna dan Dewa sedang menadangi mereka berdua.


"Ya ampun Mel saking asyiknya sampe sampe Lo gak nyadar suara d*sahan Lo itu sampei kedengaran di speaker,,,dasar tuh anak kebelet sang* "ucap batin Luna.


"Hakhh...emang gak ada malunya tuh anak"ucap Dewa yang terkekeh melihat sahabatnya yang sudah kebelet sang* itu.


Luna pun kembali bernyanyi tanpa menghiraukan suara d*sahan yang terus di keluarkan Mela,ia hanya terus bernyanyi tanpa menggoda Dewa karna ia takut detak jantungnya akan semakin kencang jika ia menggoda Dewa,hingga saat ia sedang fokus bernyanyi Dewa yang sedari tadi memperhatikan Luna dan seketika langsung menarik tubuh Luna dan langsung mel*mat bib*r Luna.


Sontak Luna terkejut hingga mikrofon yang sedang ia pegang pun terjatuh kelantai,Luna tak memberontak sama sekali nampak ia terbawa suasana hingga ia membalas l*matan tersebut walaupun jantungnya semakin berdebar kencang walau begitu Luna terus membalas l*matan dari Dewa.


Karena terbawa arus ken*kmatan Luna semakin mendekatka tubuhnya dengan tubuh Dewa hingga tidak ada cela diantara mereka berdua,kini tangan Dewa mulai mer*mas si kembar milik Luna.


"Emhh.."Des*ah Luna yang tertahan karena lu*matan bib*r Dewa.


Adegan ci*man mereka begitu sangat panas di iringi lagu dangdut Belah duren membuat suasana di ruangan tersebut sangat sangatlah panas.


Dewa pun langsung menghentikan aksinya itu karena ia pun sudah kehabisan napas setelah cukup lama berc*uman dengan Luna,nampak mereka mengatur nafasnya kembali.


"Sepertinya aku akan menyukaimu"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna dengan napas ngos ngos-ngosan.


"Maksud kamu?"ucap Luna dengan napas ngos-ngosan juga.


Blagg.


Terdengar suara pintu yang ditutup dengan sangat keras Luna dan Dewa pun melihat kearah pintu tersebut dan mendapati Mela dan Gani sudah tidak ada diruangan tersebut.


"Gani bawa Mela kemana?"Tanya Luna kepada Dewa.

__ADS_1


"Paling di bawa ke apartemennya atau paling kehotel"Jawab Dewa dengan napasnya yang sudah kembali.


"Duh tuh si Mela gaada kapok kapoknya yah tuh anak padahal dia udah sering ngegururin kandungan gara gara si cowonya lupa pake pengaman trus dia hamil,,ihh dasar tuh anak harus di kasih tau nih"ucap batin Luna yang khawatir dengan Mela.


Luna pun langsung menelpon Mela di depan Dewa.


📞 Luna"Halo Mel Lo lagi dimana?.


📞 Mela"...........


📞 Luna"Mel gue cuma mau ngingetin suruh si Gani buat pake pengaman biar Lo gak hami* lagi kaya dulu,,,yaudah gue tutup telponnya yah dah semoga sukses Mel"ucap Luna sambil mematikan panggilan teleponnya tersebut.


Dewa hanya terkekeh melihat kelakuan Luna, melihat Dewa yang menwetawakan dirinya Luna seakan malu sibuatnya


"Ehem Jadi bagaimana?"tanya Dewa kepada Luna.


"Maksud kamu?"ucap Luna sambil menaikan sebelah alisnya ia tak mengerti dengan pertanyaan Dewa.


"Kamu mau kan jadi pacar aku?"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna dan menggenggam tangan Luna.


"What' apa gue gak salah dengar si Dewa ini suka sama gue,, secepat ini kah dia jatuh cinta? tapi kok jantung gue kembali berdebar debar yah"ucap batin Luna yang tak percaya dengan ucapan yang di lontarkan dari mulut Dewa kepada dirinya.


"Mmm.. apa gak kecepetan?"ucap Luna yang menjadi gugup di buatnya.


"Gak sama sekali"ucap Dewa berusaha meyakinkan Luna dengan tatapan matanya sambil menggenggam tangan Luna.


Tanpa pikir panjang Luna pun langsung menerima Dewa untuk menjadi kekasihnya karena ia juga menyukai Dewa pada pandangan pertama karena itulah jantungnya selalu berdebar debar ketika ia dekat dengan Dewa.


"Iya aku mau"ucap Luna sambil menatap wajah Dewa dan tersenyum manis kepadanya.


Sesingkat itukah Luna dapat mempercayai orang yang baru ia kenal tanpa ia ketahui asal usul orang tersebut.

__ADS_1


~


Salam Author;)


__ADS_2