
Jangan Lupa Like Komen dan Vote nya yah
Terima kasih:)
Lanjut.
Malam pun tiba Luna yang sudah merasa kesepian itu hanya terus menerus menghubungi Dewa"Ih..mas Dewa kemana sih kok gak bisa dihubungi padahalkan ini waktunya dia istirahat masa iya udah malam begini masih kerja aja"oceh Luna kesal.
"Hem..sepinya idup gue,percuma tinggal di rumah mewah kaya gini tapi tetep kesepian mana mas Dewa gak ada ngabarin lagi tambah sepi aja nih idup gue"ucap Luna sambil menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.
"Mas kamu kapan pulang sih aku udah kangen banget sama kamu tau,,cepet pulang yah"ucap Luna sambil memandangi foto Dewa yang ada di meja kecil yang ada di kamarnya.
"mm..bosen"ucap Luna sambil bangkit dari tempat tidur nya.
"Apa gue maen ke bar aja kali yah siapa tau di sana ada si Mela juga sekalian mau minta maaf karena udah ngusir dia"ucap Luna merasa bersalah kepada Mela.
-
Luna pun nampak turun dari taksi tepat di depan bar tersebut dan langsung berjalan memasuki bar tersebut.
"Aduhh aduhh...gadis centil kuuu kok baru kesini lagi sih"ucap Roni ketika melihat Luna masuk kedalam bar.
"Hem..biasalah bos"ucap Luna sambil tersenyum lebar kepada mantan bosnya itu.
"Hm..mentang mentang dapet pacar orang kaya Lo tega ninggalin eike kaya gini,eike itu kewalahan tau banyak pengunjung yang pada nanyain Lo,kepala eike sampei pusing pusing kaya gini"ucap Roni sambil meminum satu gelas kecil minuman alkohol.
"Ya maaf,gue kan di suruh pacar gue buat berhenti kerja ya udah deh gue nurut aja"ucap Luna sambil melihat Roni yang mulai mabuk.
"Jhon gue pengen yang kaya gini dong sebotol"ucap Luna sambil menunjuk kearah botol minuman alkohol yang ada di hadapan Roni.
"Siap Lun"ucap seorang bartender sambil mengambil gelas dan sebotol minuman beralkohol itu dari bawah meja,nampak Luna dan bartender itu sudah sangat akrab karena Luna dan Mela sudah menjadi pelanggan di bar milik Jhonatan.
"Nih Lun minuman Lo"ucap Jhonatan sambil menyajikan minuman tersebut kepada Luna.
"Makasih ya Jhon"ucap Lina sambil tersenyum kepada Jhonatan dan langsung meminum minuman tersebut.
"Iya sama sama Lun"ucap Jhonatan sambil membalas senyuman dari Jhonatan.
"Ahhh...."pekik Luna setelah meminum minuman alkohol tersebut.
Jhonatan hanya terkekeh melihat Luna"Eh..iya Jhon Lo liat si Mela gak"tanya Luna sambil menyodorkan lagi gelas kecil tersebut kepada Jony.
"Tuh si Mela baru dateng"ucap Jhonatan sambil mengisi kembali gelas tersebut.
Sontak Luna pun langsung melihat kearah pintu masuk bar tersebut dan benar Mela sedang berada di sana.
"Mel"teriak Luna sambil melambaikan tangan ke arah Mela,Mela yang melihat Luna hanya membuang muka ia malas jika bertemu Luna, melihat Mela yang tak menghiraukan dirinya Luna pun langsung menghampiri Mela.
"Mel maafin gue yah gue ngaku gue salah karna udah ngusir Lo,,gue minta maaf banget sama Lo Mel,minta maaf yah"ucap Luna sambil memegang tangan Mela.
__ADS_1
"Lo apa apaan sih Lun malu tau di liatin orang"ucap Mela sambil melepaskan pegangan tangan Luna dari tangannya.
"Gak peduli yang penting Lo harus maafin gue Mel"ucap Luna seperti anak yang merengek sambil memeluk tubuh Mela.
"Nih si Luna gaada berubah berubahnya yah masih aja kaya anak kecil ,kelakuannya aja centil tapi pikirannya polos trus cepet percayaan lagi sama orang yang baru dia kenal,,,aduh Lun Lo itu bodoh atau gimana sih,,"ucap batin Mela.
"Iya Deh iya gue maafin Lo"ucap Mela sambil melepas pelukan dari Luna.
"Pokoknya gue harus pantau terus kegiatan si Luna dan gue bakalan cari tau siapa itu si Dewa karna gue yakin si Luna lagi di bodohin sama tuh cowo"Mela mengumpat didalam hati.
"Yee thanks ya Mel Lo emang sahabat gue"u ap Luna sambil kembali memeluk tubuh Mela,nampak Mela sedikit malu karena banyak orang yang melihat mereka berdua.
"I....ya iya sama sama Lun"ucap Mela yang merasa sesak karena pelukan Luna terlalu erat dan berusaha melepaskannya.
"Yu Mel kita minum gue yang traktir"ucap Luna sambil memegang tangan Mela.
"Iya iya ayo"ucap Mela yang malas.
Luna pun menarik tangan Mela dan membawanya ke tempat ia tadi memesan minuman"Jhon gue mau coba anggur paling mahal di sini dong"ucap Luna sambil memduduki bokongnya di kursi yang ada di bar tersebut.
"Serius nih Lun"ucap Jhonatan sambil menghampiri Luna dan Mela.
"Yaiyalah Jhon gue serius masa gue becanda sih iya kan Mel"ucap Luna sambil menggoda Jhonatan dengan memegang tangan Jhonatan dengan manja.
"Iya Jhon"ucap Mela malas, sebenarnya ia masih enggan untuk berbicara dengan Luna tetapi ia ingin membantu sahabatnya itu supaya tidak terlalu percaya dengan laki laki yang baru sahabatnya kenal itu.
"Iya buruan yah Jhon"ucap Luna sambil menuangkan minuman beralkohol itu untuk Mela.
"Nih Mel minum"ucap Luna sambil menyodorkan gelas kecil kepada Mela.
"Thanks Lun"ucap Mela sambil membawa gelas tersebut dan langsung bersulang dengan Luna.
"Ahhh..."pekik mereka berdua sesudah meminum cairan bening yang ada di gelas kecil tersebut.
"Aeghhh..."pekik Roni yang membuat Luna dan Mela terkejut karena suara aslinya keluar ketika si banci itu mabuk.
"Ya ampun suara aslinya keluar Mel"ucap Luna sambil memegang dadanya.
"Iya Lun gue baru tau suara aslinya kaya gitu,,suaranya gentle banget"ucap Mela sambil tertawa.
"Iya yah Mel padahal suara nya gentle banget kenapa kelakuanya cewe banget"ucap Luna sambil melirik kearah Roni yang sedang duduk dan melantur akibat pengaruh minuman beralkohol.
"Iya sayang banget padahal Lo ganteng Loh bis kalo jadi cowo"ucap Mela sambil menatap kasihan kepada bosnya itu.
"Nih Lun anggur termahal di bar ini"ucap Jhonatan sambil menaruh sebotol anggur merah kehadapan Luna dan Mela.
"Tuangin dong Jhon"ucap Luna dengan nada centil.
"Oke"ucap Jhonatan sambil menuangkan anggur merah tersebut kedalam gelas.
__ADS_1
"Makasih Jhon"ucap Luna dengan nada suara centil.
"Nih Mel punya Lo"ucap Luna kembali menyodorkan gelas berisi anggur merah.
"Makasih Lun,makasih Juga yah Jhon"ucap Mela sambil menerima gelas tersebut.
"Yuk"ucap Luna sambil menyodorkan gelasnya ke arah gelas Mela.
Merekapun bersulang hingga sebotol anggur merah mahal itu habis oleh mereka berdua"Nih Jhon gue bayar pake ini"ucap Luna sambil menyodorkan black card kepada Jhonatan.
"Hah serius Lo bayar pake ini,,wah wah sekarang Lo jadi orang kaya Lun"ucap Jhonatan tak percaya sampai geleng geleng kepala.
"Iya buruan Jhon si Luna udah mabuk banget nih"ucap Mela sambil membopong tubuh Luna nampak Luna sudah sangat mabuk hingga terus melantur.
"Iya iya bentar"ucap Jhonatan sambil terburu buru.
"Nih Mel"ucap Jhonatan sambil memberikan black card tersebut kepada Mela.
"Duh Jhon bantuin gue ngapa si Luna berat banget nih"ucap Mela sambil menahan tubuh Luna.
"Iya iya bentar"ucap Jhonatan sambil memutari meja bar tersebut dan langsung membopong tubuh Luna bersama Mela.
"Aduh nih si Luna bau alkohol banget sih tadi sebelum gue dateng dia udah minum berapa gelas sih Jhon"ucap Mela sambil membopong tubuh Luna.
"Dia baru minum satu gelas Mel trus tadi sama Lo satu botol anggur ya wajar lah badannya bau alkohol banget,,eh..Mel tapi Lo kok gak mabuk sama sekali sih"ucap Jhonatan menghentikan langkahnya.
"Hakh..minum segitu doang mh gada apa apanya buat gue"ucap Mela terkekeh.
"Wah berarti Lo kuat dong Mel"ucap Jhonatan kembali menggelengkan kepalanya.
"Lo kaya yang ga tau gue aja sih Jhon gue kan pelanggan bar Lo masa Lo gatau"ucap Mela kembali terkekeh.
"Woy..udah kalian jangan harap bisa ngerebut mas Dewa dari gue,,mas Dewa itu cuma cinta sama gue titik"ucap Luna melantur.
"Apaan sih Lo Lun,,Dewa dan Dewa terus yang ada di pikiran Lo"ucap Mela kesal.
"Mel siapa Dewa itu"ucap Jhonatan nampak iw belum tau tentang hubungan Luna dan Dewa.
"Itu cowo yang ngasih si Luna black card"ucap Mela sambil melambaikan tangan kepada taksi.
"Oh..pacarnya si Luna atau dady sugarnya si Luna"ucap Jhonatan sambil menganggukkan kepalanya.
"Katanya sih pacaranya tapi si Luna kaya baby sugarnya,,ya udah gue nganterin si Luna dulu thanks yah Jhon"ucap Mela sambil memasukan Luna kedalam taksi.
"Iya sama sama Mel"ucap Jhonatan sambil melambaikan tangannya
~
Salam Author;)
__ADS_1