Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 44


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah


Terima kasih:)


Lanjut


Mendengar hal itu Luna merasa sangat senang namun ia berusaha sok jual mahal agar Dewa bersikap lebih manja lagi kepada dirinya.


"Oh…gitu yah"ucap Luna singkat.


Dewa yang merasa aneh dengan sikap Luna pun menatap wajah Luna dengan penuh tanya.


"Mas kamu kenapa kok mukanya kaya gitu?"ucap Luna sambil tertawa kecil melihat ekspresi wajah Dewa.


Dewa tak bergeming sama sekali ia hanya menatap wajah Luna Tanpa berkedip yang membuat Luna salah tingkah di buatnya.


"Mas udah dong liatin akunya"ucap Luna sambil menutup mata Dewa dengan tangannya namun Dewa langsung menyingkirkan tangan Luna yang menghalangi pandangannya dan seketika juga ia langsung menindih tubuh Luna.


"Ah...mas"pekik Luna ketika Dewa menindih tubuhnya.


Luna nampak terkejut sekaligus kegelian ketika Dewa mulai memancing dirinya,dan nampak kini mereka saling menatap satu sama lain,Luna seakan sudah tau dengan tatapan mata yang di berikan Dewa padanya seolah tatapan mata itu adalah kode yang menandakan bahwa Dewa sedang ingin bercinta dengan dirinya.


"Kamu siapkan sayang?"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna dengan tatapan penuh arti berharap mendapat jawaban YA atau anggukan kepala dari wanitanya.


Dan benar saja Luna dengan mudah mengatakan YA tanpa berpikir bahwa ia hanya di jadikan pemuas hasrat dari pria yang ada di hadapannya itu.


Mendapat jawaban YA dari Luna membuat usahanya tidak sia-sia dan kini Dewa memulai permainannya itu dengan mencium bibir Luna namun seketika Luna mendorong tubuh Dewa dan langsung bangkit dari berbaringnya membuat Dewa terkejut sekaligus marah dengan penolakan yang dilakukan Luna.


Sementara itu Luna dengan cepat berlari masuk kedalam kamar mandi dan terdengar suara orang muntah dari dalam sana, mendengar suara tersebut membuat Dewa seketika panik dan langsung menghampiri Luna kedalam kamar mandi.


Dilihatnya Luna sedang berjongkok di depan toilet kamar mandi tersebut dengan wajah pucat sontak hal itu membuat Dewa terkejut dan segera menghampiri Luna.


"Ya ampun sayang kamu kenapa"ucap Dewa langsung menghampiri Luna.


"Gak tau mas tiba tiba aku mual gitu pengen muntah mungkin karena semalem aku terlalu banyak minum wine"ucap Luna sambil membalikan tubuhnya mejadi menghadap Dewa.

__ADS_1


"Ya udah kita ke rumah sakit aja mas gak mau kamu sakit"ucap Dewa sambil berdiri kembali.


"Gak usah mas aku kayanya masuk angin aja deh"ucap Luna dengan lemas.


"Oh,,ya udah kalo gitu kamu olesin minyak angin aja yah"ucap Dewa nampak tak peduli dengan Luna


"Iya mas"ucap Luna sambil berusaha bangkit dengan keadaan lemas.


Melihat Luna yang terlihat lemas untuk berdiri Dewa sama sekali enggan untuk membantunya ia hanya memperhatikan Luna sambil menyilang kan tangannya nampak ia masih kesal karena gagal memuaskan hasratnya dengan Luna.


"Mas tolong bantu aku"ucap Luna yang sangat Lemas karena seluruh tenaganya terkuras akibat rasa mual yang sangat hebat.


Dewa pun dengan terpaksa membantu Luna untuk berdiri namun dengan tiba-tiba Luna kembali mual dan akhirnya ia muntah kembali yang mengenai tangan dan kaki Dewa,sontak hal itu membuat Dewa sangat marah dan langsung melepaskan tangannya yang memegang tangan Luna dan seketika itu juga Luna terjatuh.


"Aww,,"pekik Luna ketika tangannya terbentur dengan toilet tak jauh dari tempat ia berdiri.


"Ahghh kamu ini apa apaan sih Lun"bentak Dewa kepada Luna yang terjatuh tanpa menolongnya.


Dengan cepat ia langsung membasuh tangan dan kakinya hingga berkali kali"Akh sial"pekik Dewa sambil terus membasuh tangan dan kakinya dengan sabun dan air hingga berkali kali.


"Ternyata kamu sama sekali belum berubah mas" ucap batin Luna menangis.


Dengan sekuat tenaga Luna berusaha berdiri dan berjalan dengan lemas melihat Luna berjalan dengan tertatih seperti itu Dewa hanya mengabaikan nya dan terus membasuh tangan dan kakinya.


Setelah beberapa saat nampak Dewa keluar dari kamar mandi tersebut dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawah dari tubuhnya,tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Dewa ketika melihat Luna terbaring lemas di atas ranjang.


"Mas kamu mau kemana?"tanya Luna dengan nada suara yang hampir tidak terdengar.


"Kerja"ucap Dewa dengan singkat.


Hal yang sama yang dirasakan Luna ketika Dewa bersikap acuh dan dingin kepada dirinya membuat hati Luna kembali sakit seperti pertama kali masuk kedalam kehidupan Dewa.


"Ya udah aku buatin sarapan yah"ucap Luna sambil beranjak dari ranjangnya.


"Gak usah"ucap Dewa sambil memakai jam tangannya.

__ADS_1


Mendapat penolakan dari Dewa membuat hati Luna semakin hancur membuat air matanya lolos begitu saja tanpa sepengetahuan dirinya.


"Mas"ucap Luna sambil ingin meraih tangan Dewa untuk mencium punggung tangan nya.


"Gak usah"ucap Dewa langsung menyingkirkan tangannya dari tangan Luna seolah olah ia enggan untuk di sentuh oleh Luna.


"Kamu kenapa sih mas"teriak Luna sambil menangis.


"Hakh..pikir aja sendiri"ucap Dewa tanpa berbalik melirik Luna kemudian pergi meninggalkan Luna sendiri di dalam apartemen.


"Aku salah apa sama kamu mas,aku salah apa?"teriak Luna semakin histeris


"Aaaakhh,,,semua orang di sini sama aja gak ada yang bisa ngertiin perasaan gue,,kalian semuanya Anji**"ucap Luna sambil menjambak rambutnya sendiri.


Setelah beberapa menit Luna mulai kembali tenang namun ia kembali merasa mual karena bau dari pengharum ruangan otomatis di ruang tengah membuat ia kembali muntah.


Luna merasa aneh dengan kondisinya saat ini karena ia belum pernah merasakan mual dan muntah sehebat ini ketika ia sedang masuk angin atau ketika ia terlalu mabuk.


"Hah..apa jangan jangan gue hamil"ucap Luna sambil memandang wajahnya yang pucat di depan cermin di wastafel di kamar mandi utama di apartemennya.


"Ah..gak mungkin gak mungkin ini pasti mual karena masuk angin sama gue mabuk berat semalem jadi kaya gini nih"ucap Luna berusaha berpikir jernih.


"Iya gue gak mungkin hamil"ucap Luna menggelengkan kepalanya.


"Mendingan gue makan dulu abis itu minum obat"ucap Luna sambil berjalan keluar dari kamar mandi nya.


Luan pun nampak hanya memakan telor mata sapi dan sedikit nasi putih sebagai pelengkap namun lagi lagi ia mual ketika memakan nasi putihnya.


"Akhh,,kok bau banget sih nasinya"ucap Luna memuntahkan nasi putih itu kembali.


"Ini kenapa sih kok nasinya bau banget mana gak enak lagi,apa mungkin rice cooker nya rusak kali yah"ucap Luna sambil bangkit dari bangku meja makannya dan langsung mengecek rice cooker nya.


"Enggak kok ini gapapa ini masih bangus,terus kenapa nasinya bau mana gak enak lagi"ucap Luna merasa aneh dengan kondisinya.


~

__ADS_1


Salam Author;)


__ADS_2