Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 49


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah


Terima kasih:)


_


Luna pun di bawah ke ruang rawat inap VIP rumah sakit tersebut dan nampak ia masih tak sadarkan diri di temani oleh Mela yang kala itu di beri tahu oleh Gani bahwa Luna masuk rumah sakit dan harus di rawat.


Sementara Dewa dan Gani nampak sedang berbincang di taman belakang rumah sakit entah apa yang sedang mereka berdua bicarakan namun terlihat dari raut wajah mereka berdua terlihat sedang membicarakan hal yang sangat serius.


"Gimana Lo udah kasih uang ke semua orang yang tadi ada tadi"ucap Dewa nampak penasaran.


"Lo tenang aja gue udah bungkam mulut mereka pake uang dan Lo jangan khawatir kalo emang masih ada orang yang bicara tentang kejadian tadi anak buah Lo gak bakal kasih ampun tuh orang"ucap Gani.


"Ini beneran istri gue gak bakalan tau?"ucap Dewa nampak masih sedikit khawatir akan rahasianya yang akan diketahui Risa.


"Lo tenang aja si Risa gak bakalan tau kok"ucap Gani berani menjamin.


"Jadi gimana rencana Lo yang mau nikahin si Luna sekarang,Lo yakin sekarang?"


"Lagian kita belum nentuin acaranya mau dimana belum lagi pesen wedding organizer nya mana si Luna nya juga harus di rawat lagi,Lo masih yakin mau sekarang atau di undur aja jadi besok atau besoknya lagi atau nunggu sampai si Luna bener bener pulih"ucap Gani seperti pusing memikirkan semua itu.


"Hakh,,"Dewa menyeringai.


"Lo ngomong apa sih Gan wedding organizer? acaranya mau dimana?itu semua gak penting gue bakal nikah sama si Luna sekarang dan gak ada acara-acaraan gue bakal nikah di sini di rumah sakit ini"ucap Dewa nampak terbahak ketika mendengar ucapan Gani.


"Maksud Lo?"ucap Gani yang tak mengerti.


"Setelah Luna sadar gue bakal langsung nikahin dia tanpa wedding organizer tanpa acara yang meriah, lagian gue cuman nikah siri kok sama dia"ucap Dewa sambil tersenyum puas.


"Hah? cuman nikah siri"ucap Gani yang masih belum bisa mencerna apa maksud dari ucapan Dewa.


"Gue cuman nikah secara agama bukan secara negara karena gue gak mau istri gue sampai tau kalo gue nyelingkuhin dia, Lo bisa bayangin kan betapa sakitnya hati istri gue kalo dia sampai tau kalo gue punya istri lagi dan gue gak bisa bayangin itu semua"


"Dan satu hal lagi,Lo tau kan gue ini pengusaha properti terkenal di kota ini,kalo sampai semua orang di sini tau gue selingkuh bisnis gue bakalan hancur dan Lo juga bakal kehilangan pekerjaan Lo"ucap Dewa sambil menghisap rokok nya.

__ADS_1


Gani hanya terdiam tak berkutik sama sekali ia hanya menuruti keinginan bos nya itu tanpa melawannya walau dalam hati ia sangat ingin membangkang untuk membela Luna.


"Sebentar lagi penghulu akan datang kesini,gue minta Lo cariin perhiasan yang bagus buat mas kawin gue nanti"ucap Dewa sambil pergi meninggalkan Gani.


-


Di ruang rawat inap nampak Mela masih setia menunggu sahabatnya yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit dengan keadaan masih tak sadarkan diri,terdengar suara seseorang membuka pintu kamar terbuka dan itu adalah Dewa dengan memasang wajah palsunya ia berpura pura terlihat sedih dihadapan Mela.


Ia menghampiri Luna yang sedang terbaring dan duduk di sebuah kursi sambil memegang tangan Luna sambil menatap sendu wajah Luna membuat Mela merasa iba terhadap dirinya.


"Tolong maafin mas yah sayang"ucap Dewa sambil menggenggam tangan Luna dan mencium punggung tangan nya dengan ekspresi wajah sedih.


"Udah mas Dewa jangan terlalu sedih Luna pasti maafin mas kok"ucap Mela yang merasa kasihan kepada Dewa.


Tok tok tok


Terdengar suara seseorang mengetuk pintu Mela pun bergegas membukakan pintu kamar ruang rawat inap tersebut dan nampak seorang pria berpeci berdiri di depan pintu sambil tersenyum.


"Cari siapa yah pak?"tanya Mela ketika melihat orang asing di hadapannya.


"Iya bapak siapa yah?"tanya Mela.


"Saya penghulu yang akan menikahkan saudari Luna Ayudia dengan saudara Dewa Danuar"jawab pria paruh baya tersebut kepada Mela.


"Oh iya pak silahkan masuk"ucap Mela mempersilahkan pria tersebut masuk.


"Mas penghulunya udah dateng"ucap Mela kepada Dewa.


"Oh iya,,pak Badrun silahkan duduk"ucap Dewa sambil bangkit dari duduknya dan langsung bersalaman dengan penghulu tersebut.


"Ya terimakasih pak Dewa"ucap pria paruh baya tersebut sambil duduk di atas sofa ruang rawat inap tersebut di ikuti oleh Dewa yang duduk di sebelah pria paruh baya tersebut.


"Jadi gimana calon istri pak Dewa masih belum sadarkan diri?"ucap penghulu tersebut.


"Mas Mas"ucap Luna manggil manggil nama Dewa.

__ADS_1


"Mas Dewa Luna udah sadar mas"ucap Mela dengan pelan.


Mendengar Luna memanggil manggil namanya Dewa pun langsung menghampiri Luna"Mas kita dimana?"ucap Luna dengan nada suara yang hampir sama sekali tidak terdengar.


"Kita ada di ruang rawat inap sayang"ucap Dewa sambil menggenggam tangan Luna.


"Mas bayi kita gapapa kan mas?"ucap Luna terkejut ketika mendengar bahwa ia ada di ruang rawat inap.


"Bayi kita aja kok sayang"ucap Dewa sambil tersenyum kepada Luna dan mengelus perut Luna yang masih rata itu kemudian mencium kening sang calon istri.


"Syukurlah neng Luna sekarang sudah sadar"ucap penghulu tersebut sambil menghampiri ranjang tempat Luna berbaring.


"Mas bapak ini siapa?"ucap Luna ketika melihat pria paruh baya berada di ruang rawat inap dirinya.


"Ini pak Badrun penghulu yang akan nikahin kita sayang"ucap Dewa.


Mendengar hal Luna hanya mengangguk dan tersenyum kepada bapak penghulu tersebut.


"Mas aku mau senderan"ucap Luna.


"Sebentar yah sayang"ucap Dewa sambil membenarkan posisi ranjang tempat Luna berbaring.


Tak lama kemudian Gani bersama beberapa orang anak buah Dewa pun datang membawa beberapa kotak berisi barang seserahan untuk Luna.


"Nih Wa barang yang Lo minta"ucap Gani sambil menyodorkan sebuah kotak perhiasan kepada Dewa.


"Lo taro aja di meja sana"ucap Dewa kepada Gani.


Gani dan para anak buah Dewa pun menyimpan kotak kotak tersebut di atas meja"kalo begitu kalian boleh keluar"ucap Gani menyuruh anak buah Dewa untuk keluar dari ruangan tersebut.


"Jadi ijab Kabul nya bisa kita mulai sekarang?"ucap penghulu tersebut kepada Dewa.


"Bisa pak"ucap Dewa terlihat sangat berani.


~

__ADS_1


Salam Author;)


__ADS_2