Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 67


__ADS_3

Jangan lupa Like komen dan vote nya yah


LANJUT


_


"Karla duduk sama papa yah nak"ucap Luna menyuruh putrinya untuk duduk di pangkuan Dewa.


Mendengar hal itu seketika Dewa melihat kearah Luna ia terkejut dengan apa yang di katakan Luna, sementara Karla menatap Luna aneh sambil menuruti apa kata ibunya itu.


Dewa nampak senang karena Karla duduk di pangkuan dirinya bersama Luna yang duduk di samping nya,begini kah rasanya memiliki sebuah keluarga?


"Bunda katanya Karla udah gak punya papa tapi sekarang kok bunda bilang om ini papa nya Karla"


"Jadi yang bener itu yang mana bunda?"oceh nya kepada Luna sontak hal itu membuat Luna tersenyum.


"Karla sayang papa ini hadiah buat Karla, sebenernya Karla dari dulu punya papa sayang tapi waktu itu papa nya sibuk kerja jadi baru sekarang deh bisa ketemu sama Karla"ucap Luna terpaksa berbohong kepada putrinya itu.


"Gapapa kan sayang?"


"Maaf yah bunda udah boong sama Karla"


"Berarti om ini papa Karla Bun?"tanyanya seperti tidak percaya.


Luna hanya mengagumkan kepalanya dan seketika Karla langsung memeluk tubuh Dewa erat yang langsung di balas dengan pelukan hangat dari Dewa tak terasa air mata bahagia menetes dari mata Dewa ia benar benar bersyukur karena telah di pertemukan kembali dengan istri dan juga putrinya.


"Gue ikutan seneng bro"ucap Gani sambil menepuk pundak Dewa.


"Makasih bro sekarang gue bahagia banget karena istri dan anak gue ada di samping gue"ucap Dewa


"Makasih sayang karena udah mau terima mas lagi untuk yang ketiga kalinya"ucap Dewa sambil mengecup kening Luna.


Luna terkejut dengan apa yang dilakukan Dewa sebenarnya ia masih enggan untuk di sentuh oleh Dewa ingin rasanya ia menolak namun demi menjaga perasaan putrinya ia menerima kecupan manis dari Dewa.

__ADS_1


"Bunda Karla gak mau panggil papa Karla maunya panggil Ayah biar sama kaya temen temen Karla"ucapnya kepada Luna.


"Boleh dong sayang Bunda terserah mau Karla panggil ayah apa yang penting minta persetujuan dulu sama ayah yah nak"ucap Luna sambil mengelus rambut putrinya.


"Boleh kan Karla panggil ayah?"ucapnya sambil menengok ke arah wajah Dewa.


"Boleh dong sayang apa sih yang enggak boleh buat anak ayah ini"ucapnya sambil mengecup pipi Karla.


"Yee Karla punya ayah Karla punya ayah"ucap bocah itu kegirangan.


"Ya udah yu sekarang kita pergi jajan"ucap Dewa sambil memangku Karla.


"Ibu Ayah Adit mana kok ayah gak pulang pulang sii Bu ayah Karla aja udah pulang trus ayah Adit kapan?"ucap bocah laki-laki itu dengan ekspresi wajah murung.


Mendengar ucapan Adit semua orang di sana seketika terdiam terutama Lastri hatinya begitu sakit mendengar ucapan sang putra yang menanyakan prihal sang ayah yang tak tau entah dimana.


"Adit ayah akan pulang kok nak kamu yang sabar yah sayang ibu juga kangen sama ayah,kamu harus inget ayah kan lagi kerja cari uang buat beli mainan yang banyak buat Adit"ucap Lastri berusaha menahan air matanya.


"Tapi Bu"


"boleh kan yah?"tanya Karla kepada Dewa.


Dengan senang hati Dewa mengiyakan permintaan dari putrinya semata wayangnya itu,ini adalah permintaan pertama putrinya kepada dirinya.


Anak laki laki itu nampak tersenyum dan langsung menghampiri Dewa yang sedang menggendong tubuh Karla dan seketika memeluk erat kaki Dewa.


"Makasih ya Om,Karla sekarang Adit seneng bangettt karena om mau anggap Adit kaya anak om sendiri"ucapnya seraya tersenyum kepada ayah dan anak itu.


"Gak masalah kok nak sini mau om gendong juga?"ucap Dewa.


"Mau om mau"ucap Adit dengan antusias.


Dewa pun dengan kuat menggendong dua anak kecil sekaligus tanpa rasa berat sedikit pun ia berjalan keluar dari rumah untuk memenuhi janjinya kepada putrinya itu.

__ADS_1


"Ehhh..Mas mau kemana?"tanya Luna ketika melihat Dewa membawa dua bocah itu keluar dari rumah.


"Ayo sayang kita ke suatu tempat,mas mau ajak anak anak buat beli sesuatu"ucapnya sambil menoleh kearah Luna.


"Kemana mas?"tanya nya lagi


"Rahasia"ucapnya sambil menggoda Luna.


DEGG


Seketika jantung Luna ber degup kencang ketika Dewa mengedipkan sebelah matanya refleks Luna tersenyum malu dengan kedipan mata itu,ini seperti saat Dewa menggodanya dulu rupanya Dewa masih sama seperti yang dulu masih bisa bisanya ia bersikap seperti itu meski di depan anaknya sekalipun.


"Gak ah mas aku gak ikut aku jagain nenek aja di sini Las kamu aja gih yang ikut mbak jagain nenek aja di sini"ucapnya seketika bersikap seolah tak peduli lagi namun sebenarnya ia malu karena tiba tiba tersebut hanya dengan kedipan mata dari Dewa tadi.


"Eh..Mbak udah mbak aja yang pergi mbak kan istri nya masa Lastri yang ikut lagian kan hari ini bagian Lastri yang jaga nenek"ucap Lastri.


Dengan terpaksa Luna pun ikut dengan Dewa,di perjalanan Dewa yang duduk di kursi penumpang terus bersikap manja kepada Luna tak peduli di belakang ada Karla dan Adit yang sedang bermain game di tablet milik Dewa,mungkin karena untuk sekian lamanya ia tak bermanja manja kepada Luna dan sekarang waktunya tak peduli dengan anak anak dan Gani yang berada di dalam mobil.


"Mas kangen kamu sayang"ucapnya sambil memeluk tangan Luna.


"Mas..malu ih diliatin anak anak"ucap Luna berusaha melepaskan tangannya dari pelukan Dewa.


"Em..gapapa sayang lagian mereka lagi asyik main game kok"ucap Dewa kembali bermanja kepada Luna.


Namun ketika Dewa sedang bermanja kepada Luna Gani tiba tiba mengejutkan nya dengan memberi tahu bahwa ada polisi"Bro bro bro pake sabuk Lo di depan ada polisi yang anak anak juga"ucap Gani mengejutkan Dewa dan Luna, dengan cepat Luna memakaikan sabuk kepada kedua bocah itu sementara ia sendiri di bantu oleh Dewa untuk memasangkan sabuk nya sendiri.


"Ayah kita mau kemana sih?"tanya Karla yang sudah mulai bosan karena perjalanan yang cukup memakan waktu.


"Kita kan mau jajan sayang kan tadi ayah udah janji sama Karla buat ngajak Karla sama Adit jajan"ucap Dewa sembari menoleh kearah kedua bocah itu.


"Kalo mau ajak Karla jajan kenapa gak ke warung Bu Siti aja Yah Karla kan biasa jajan di sama kak Adit ngapain harus jauh jauh kesini"ucap Karla dengan polosnya.


Semenjak lahir Luna dan Lastri belum pernah mengajak Karla dan Adit pergi ke pusat kota mereka berdua hanya mengenakan putra putri nya daerah sekitar desa tempat mereka tinggal karena itulah Karla dan Adit sedikit Anek dengan suasana kota.

__ADS_1


~


Salam Author;)


__ADS_2