
Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah
Terima kasih:)
Lanjut.
Malam hari pun tiba nampak Luna pun kini telah bangun dari tidurnya dan mendapati Mela sudah tidak ada di samping nya ia pun langsung bangkit dari tempat tidurnya itu dan kemudian berjalan menuju pintu kamarnya.
"Mel gue laper nih kita cari makan yuk"sambil duduk di sofa ruang tengah.
Hanya hening yang terdengar di apartemen itu dan nampak Luna merasa aneh karena tidak ada jawaban dari Mela.
"Mel Mela"ucap Luna sekali lagi memanggil nama Mela namun tidak ada jawaban sama sekali dari Mela,merasa ada yang aneh Luna pun langsung bangkit dari duduknya dan langsung mencari Mela ke seluruh penjuru ruangan yang ada di apartemen tersebut ia takut terjadi sesuatu kepada sahabatnya itu,namun ia tak menemukan Mela dimana-mana.
"Mel Lo dimana sih"ucap Luna nampak khawatir.
Luna pun kemudian berlari menuju kamarnya dan langsung mengambil ponselnya untuk menelpon Mela namun ia malah mendapat pesan dari Mela yang membuat ia sangat kecewa dan marah.
🗨️Mela"Lun sorry yah gue gak jadi nginep di apartemen Lo karena Gani larang gue buat nemenin Lo,gue minta maaf yah)"ucap Mela dalam isi pesan tersebut.
Setelah membaca pesan tersebut nampak Luna sangat kecewa dan marah dengan kedua orang tersebut.
🗨️Luna"Gue kecewa sama Lo Mel"balas Luna.
Kini Luna mulai kembali kesepian hening di apartemen yang ia tempati menambah kesepian di dalam hati nya semua orang yang selalu ada di sampingnya kini tak ada satupun
__ADS_1
"Hakh,,percuma gue tinggal di apartemen sebesar ini kalo cuma tinggal sendiri"ucap Luna sambil membanting pintu kamarnya.
Luna hanya termenung di depan layar tv nya tak ada sedikit pun niatan untuk nya menelpon Dewa karena ia tau panggilan telepon dari nya hanya akan membuat Dewa marah karena telah menggangu pekerjaannya.
"Mas kamu kapan pulangnya sih aku di sini kangen tau"ucap Luna sambil menatapi wajah Dewa yang menjadi wallpaper layar ponsel nya.
Hatinya kini merasa lebih tenang ketika melihat wajah orang yang paling ia sayang namun ketika ia melihat hadiah dari Mela ia hatinya seketika merasa kesal karena sikap Mela yang lebih mementingkan pacarnya dari pada perasaan sahabatnya.
"Gue kecewa sama Lo Mel"ucap Luna sambil melempar kotak hadiah yang di berikan Mela pada nya ke sembarang arah.
"Gue benci"
"Aaaaa"teriak Luna meluapkan kekesalannya dengan menjerit sekeras-kerasnya.
Merasa sangat kesal kepada sahabatnya itu Luna pun berjalan menuju dapur dan mengambil sebuah botol dari dalam sebuah lemari dan langsung membuka penutup botol tersebut dengan penuh tenaga dan langsung meminum cairan berwarna ungu itu tanpa menuangkannya ke dalam gelas.
"Hakh,,bisa bisanya Lo sebegitu tega sama gue Melll,,apa Lo gak tau perasaan gue hah?gue kesepian Mel,,gue butuh temen curhat,temen main,mas Dewa juga kenapa sih kalo gue telpon dia suka marah marah padahal gue itu cuma pengen merhatiin dia doang dan Lo Gani gue gak bakal maafin Lo berani beraninya Lo larang si Mela buat nemenin gue"oceh Luna yang mulai mabuk.
"Kenapa sih orang orang yang gue kenal gak pernah ngertiin perasaan gue,aaaa gue kesel sama kalian bertiga"ucap Luna sembari berteriak melampiaskan semua kekecewaan di dalam hatinya.
Setelah cukup lama berdiam diri di teras balkon apartemennya ia pun kembali ke dalam apartemen tersebut dengan langkah sempoyongan karena terlalu mabuk membuat langkah Luna berjalan ke sembarang arah dan tidur tergeletak di atas karpet di bawah meja ruang tengah dengan sangat nyenyak.
Tak berselang lama terdengar suara seseorang sedang membuka kunci pintu apartemen tersebut yang menggunakan kunci digital dan nampak seorang pria masuk kedalam apartemen tersebut dengan penampilan berantakan dan berjalan menuju ruang tengah,dan dilihatnya Luna sedang berbaring di di atas karpet di kolong meja sambil tertidur nyenyak.
Nampak pria itu hanya menatap Luna sambil tersenyum melihat wajah Luna pria itu adalah Dewa pria yang sedang tersenyum melihat wanitanya itu nampak sedikit mabuk terlihat dari penampilan dan cara ia menatap wajah Luna.
__ADS_1
"Hakh,,rupanya kau mabuk"ucap Dewa ketika melihat sebuah botol wine kosong tergeletak di atas meja.
Setelah sudah cukup menatap wajah wanitanya itu Dewa pun duduk di atas sofa tak jauh dari tempat Luna tertidur ia sama sekali tak peduli dengan Luna yang tertidur di lantai dan hanya memandangi nya namun pandangannya seketika tertuju pada kotak yang ada di atas meja dekat botol wine itu berada, karena penasaran ia pun mengambil kotak tersebut dan langsung membukanya dan di lihatnya perlengkapan bayi perempuan tertata rapi di dalam kotak tersebut.
"Hakh,,"Dewa hanya terkekeh melihat isi dari kotak tersebut kemudian kembali menaruhnya di tempat sebelumnya.
…
Keesokan paginya nampak Luna terbangun dari tidurnya karena merasa sesuatu yang berat menimpa tubuhnya dan setelah ia membuka matanya ia begitu terkejut dengan kehadiran Dewa yang sedang memeluk tubuhnya.
Merasa terkejut sekaligus tak percaya ia langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangannya.
"Pagi sayang"gerutu Dewa sambil memeluk erat tubuh Luna.
"Mas ini beneran kamu?"ucap Luna sambil memegang wajah Dewa seolah masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.
"Kenapa hm?kaget yah"ucap Dewa sambil menatap wajah Luna dengan tatapan penuh arti.
"Udah entar aja kagetnya ini masih pagi banget mending kita tidur lagi yah"ucap Dewa sambil membawa Luna kedalam dekapannya.
Luna pun hanya menurut saja karena memang ia masih sangat mengantuk tetapi karena tangan kekar Dewa yang memeluk tubuhnya membuat ia terbangun karena ia tak terbiasa dengan hal itu sejak Dewa tidak pulang ke apartemen mereka,namun tidak bisa di pungkiri dalam hatinya ia sangat senang dan bahagia melihat orang yang selama ini ia rindukan telah kembali hingga ia membalas pelukan itu dengan sangat erat untuk melepas kerinduannya selama ini kepada seseorang yang berada di hadapannya ini.
Nampak Dewa mencium kening wanitanya itu dan mengelus rambut wanitanya"Mas kata mau tidur lagi,kok ini malah elusin rambut aku sih"ucap Luna sambil menatap wajah Dewa.
"Mas lagi tidur kok sayang cuman mas itu kangen banget sama kamu sayang mas pengen cium kamu,mas pengen berdua sama kamu,mas pengen seharian bareng kamu, semua hal hal yang mas lakuin itu pengen bareng kamu"ucap Dewa sambil mencium hidung Luna dan tersenyum kepada nya.
__ADS_1
~
Salam Author;)