
Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah
Terima kasih:)
_
Hari hari pun telah berlalu terlihat penghuni apartemen mewah nomor 306 itu sedang sibuk mengemasi barang-barang mereka masing masing.
"Sayang udah biar mas aja yang beresin ini yah, ibu hamil gak boleh kecapean"ucap Dewa sambil mengambil baju dari tangan Luna.
"Eh udah mas gak usah lagian ini cuman pakaian doang kok ini sama sekali gak buat aku cape"ucap Luna sambil kembali mengambil baju tersebut dari tangan Dewa dan tersenyum kepada Dewa.
"Bener kamu gapapa beresin ini sendiri?"ucap Dewa menatap Luna dengan tatapan khawatir.
"Beneran mas"ucap Luna sambil kembali tersenyum kepada Dewa.
"Baiklah,tapi awas yah jangan cape cape,mas mau ke ruang kerja mas dulu mau ngemasin barang barang mas"ucap Dewa sambil mengelus rambut wanitanya.
"Iya mas"ucap Luna.
"Haehh kenapa truk pindahan nya belum datang juga yah"ucap Dewa sambil berjalan pergi meninggalkan kamar tidur tersebut.
"Ini kan masih pagi mas"ucap Luna sambil tertawa kecil melihat tingkah laku Dewa.
"Benarkah?"ucap Dewa kembali berbalik ke arah Luna.
"Iya tuh liat ini masih pukul lima pagi mas"ucap Luna sambil menunjukan jari telunjuknya ke arah jam dinding kamarnya.
"Oh iya benar"ucap Dewa.
Pasangan pengantin baru ini nampak sangat sibuk mengemasin barang barang mereka karena ini adalah hari mereka pindah ke rumah baru mereka di perkampungan tak jauh dari kota tersebut,dengan alasan untuk kesehatan Luna dan bayi yang dikandungnya.
Flashback off
Satu hari setelah Luna keluar dari rumah sakit,Dewa kembali nampak Dewa hanya duduk terdiam di kursi meja kerjanya, entah apa yang ia sedang pikirkan hingga ia menggigit kuku jempolnya terus menerus.
Tok tok tok
"Masuk"ucap Dewa.
Seseorang di balik pintu itupun membuka pintu tersebut kemudian masuk ke dalam ruangan Dewa,dan nampak seorang perempuan berpakaian rapi dengan pengawakan yang tinggi itu menghampiri meja kerja Dewa dengan membawa beberapa dokumen di tangannya wanita tersebut kemudian duduk di kursi yang berhadapan dengan meja kerja Dewa.
__ADS_1
"Pak ini ada beberapa dokumen yang perlu bapak tanda tangani"ucap karyawan wanita tersebut sambil menaruh dokumen yang sedang ia pegang ke atas meja kerja Dewa.
Dewa pun dengan cepat menarik kertas tersebut langsung menandatangani nya dan kembali memberikannya kepada karyawan wanita tersebut.
"Gimana proyek yang ada di B apa berjalan dengan lancar?"ucap Dewa.
"Untuk saat ini ada beberapa kendala yang menghambat proses pengerjaan proyek kita pak,terutama faktor cuaca dan lambat nya pekerja di sana,mungkin kita butuh waktu yang lebih lama untuk pengerjaan proyek ini pak"ucap karyawan wanita tersebut.
BRAKK
Terdengar gebrakan meja yang sangat keras nampak karyawan wanita tersebut terkejut dengan gebrakan meja yang di lakukan Dewa.
"Kamu gimana sih bukankah di rapat pertama saya sudah bilang kalo proyek ini sudah harus selesai dalam waktu satu tahun"ucap Dewa dengan nada tegas.
Nampak karyawan wanita tersebut sedikit menunduk ketika Dewa memarahinya.
"Tolong maafin kami pak"ucap karyawan wanita tersebut.
"Panggil sekertaris Gani sekarang"ucap Dewa dengan amarah.
"Ba...baik pak"ucap karyawan wanita tersebut nampak sedikit takut dengan kemarahan Dewa.
"Tiga hari lagi saya akan ke kota B tolong kamu siapkan semua keperluan saya"ucap Dewa kepada Gani.
"Dan kamu Jem pecat semua pegawai di sana ganti dengan yang baru dan cepat dalam bekerja"ucap Dewa dengan tegas.
"Baik pak"ucap kedua bawahan Dewa.
"Kalian semua boleh pergi dari ruangan saya sekarang"ucap Dewa sambil membalikan kursi kerjanya.
Nampak ia memijat keningnya karena terlalu banyak beban di pikirannya,ia benar benar sangat frustasi dengan masalah yang sedang melanda hidupnya,belum lagi kehamilan Luna yang membuatnya merasa sangat terbebani dan takut suatu saat rahasianya akan terbongkar sekarang di tambah dengan masalah perusahaan nya.
"Ah kepala gue pusing banget,masalah si Luna aja belum kelar eh,,udah di tambah sama masalah kantor heeeehhh gue bener bener pusing"ucap Dewa menghela napas panjang.
Kemudian ia mengambil sesuatu dari dalam laci meja kerjanya,nampak sebuah botol pil tergeletak di dalam laci tersebut Dewa kemudia mengambil botol pil tersebut dan mengambil satu pil di dalamnya lalu kemudian meminumnya,namun tiba tiba saja tersirat di pikirannya untuk membawa Luna ke kota B yang lebih asri di bandingkan ibu kota tempat mereka tinggal sekarang.
Dengan cepat Dewa langsung menelpon Gani lewat telepon kantor yang ada di mejanya.
📞Dewa"Halo Gan gue mau Lo beliin villa yang ada di pinggiran kota B"
📞 Gani"..........
__ADS_1
📞Dewa"Udah jangan banyak tanya,gue mau villa yang bagus bersih luas sama ada kolam renangnya"
📞Gani"...........
📞Dewa"Gue gak peduli harganya berapa pokoknya dalam dua hari villa itu harus udah ada"
📞Gani"..........
📞Dewa"Bagus"
Nampak Dewa menutup telpon tersebut dan kemudian bangkit dari kursi kerjanya sambil memakai jas hitamnya dan berjalan pergi dari ruangan kerjanya.
-
Dikediaman Dewa yang asli nampak Risa sedang bersantai di ruang tengah rumah mewah tersebut sambil melakukan perawatan mahalnya.
"Nyonya di depan ada mobil tua Dewa"ucap pembantu rumah tersebut.
"Biarin aja mbok nanti juga dia masuk sendiri,mbak tolong tambahin bunga bunga kecil warna putih di kukunya yah mbak"ucap Risa nampak tak menghiraukan kedatangan suaminya.
Tak lama kemudian Dewa pun masuk ke dalam rumahnya dan memanggil manggil nama Risa.
"Di sini mas di ruang tengah"teriak Risa di ruang tengah.
"Haehh,,berisik banget sih"pekik Risa ketika mendengar teriakan Dewa yang memanggil manggil namanya.
Dewa pun menghampiri Risa dan langsung duduk di dekat istrinya tersebut"Mmm,,mas kangen banget sama kamu sayang"ucap Dewa langsung merangkul dan mencium pipi Risa.
"Ih,,udah mas aku lagi cat kuku aku nanti kalo belepotan gimana"ucap Risa sambil menyingkirkan wajah Dewa dengan tangan kanannya dari wajahnya.
"Mbak tolong ganti warna nya pake warna pink aja saya gak suka warna merah"ucap Dewa kepada wanita yang sedang mengecat kuku istrinya tersebut.
"Baik tuan"ucap wanita muda tersebut.
"Ih kamu apaan sih mas aku suka warna ini,udah mbak lanjutin aja"ucap Risa menolak karena ini adalah wanita kesukaan Daniel.
"Ya udah deh kalo kamu suka,mas gapapa"ucap Dewa mengalah.
~
Salam Author;)
__ADS_1