Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Serangan Telak


__ADS_3

Pagi ini Sari tampak cantik mengenakan kemeja berwarna biru toska muda dan rok ala mermaid berwarna putih sepanjang dibawah lutut serta memakai blazer yang juga berwarna putih menambahkan kesan simple, bersih, tapi juga tetap penuh gaya. Sedangkan Arya terlihat makin tampan dengan setelan jas warna biru dongker berkerah V.


Mereka sudah bersiap untuk pertemuan para pengusaha yang masuk dalam forum pengusaha terbaik.


Mereka berdua menunggu di ruangan Sari sambil memeriksa persiapan rencana mereka.


Nathali pun tampak sibuk mengerahkan anak buahnya agar berada di posisi yang sudah ditentukan dan menjaga keamanan sedangkan Arya mengecek kembali kesiapan anak buahnya yang sudah mengumpulkan awak media dan persiapan siaran langsung di ruang pertemuan.


Sedangkan Sari mengecek kembali rekaman yang akan ditayangkan di ruang pertemuan.


”Sepertinya semua sudah siap, Nathali bagaimana apa sudah ada tamu yang terlihat.” tanya Sari melalui earpiece karena Nathali berada di sekitar ruang pertemuan untuk memastikan agar rencana yang sudah disusun tidak bocor apalagi di sabotase.


”Sudah mulai berdatangan nona, mobil mereka tampak memasuki area parkir.” ucap Nathali.


”Baiklah tetap di posisi, aku dan Arya akan menyambut mereka.”


”Baik.”


Sari dan Arya langsung menuju lobi dan menyambut para pengusaha yang sudah mulai berdatangan dan mereka akan di antar oleh staf keamanan menuju ruang pertemuan.


Sebagian besar pengusaha sudah terlihat hadir namun tamu yang begitu dinantikan belum juga tiba.


Akhirnya setelah menunggu lima menit tampak Zayn diikuti sekretaris dan asistennya masuk dan disambut oleh Sari dan Arya.


”Wah, aku tidak menyagka akan disambut langsung oleh CEO CH group. Biasanya kita hanya akan disambut staf menuju ruangan.” ucap Zayn dengan senang.


”Saya menyambut semua tamu, bukan hanya anda saja. Anda terlambat dan membuat semua orang menunggu jadi kita sudahi saja basa basinya.” ucap Sari dengan datar.


Arya hanya menyambut dengan senyuman getir karena sejujurnya meski dirinya tak menyukai Zayn tetap saja Zayn bukan orang sembarangan yang bisa diperlakukan seenaknya.


”Kau masih saja ketus, ngomong ngomong ini kekasihmu?” tanya Zayn sambil melirik Arya.

__ADS_1


”Nama saya Arya.” ucap Arya memperkenalkan diri.


”Ya saya tahu siapa kamu, tapi kamu harus bersiap siap melepaskan kekasihmu ya?” ucap Zayn.


”Apa maksud anda?” Arya mulai meninggikan nada bicaranya karena tidak menyukai ucapan Zayn itu.


”Aduh, kau jangan kasar kasar begitu. Nanti Sari ilfeel loh.” ledek Zayn sambil tersenyum licik.


”Ann daa”


Arya hampir saja kehilangan kendali karena Zayn tampak terus mencari ribut dengannya, Arya paling tidak bisa mengontrol emosinya jika berkaitan dengan Sari.


”Anda tolong berhenti membuat lelucon, disini kita mengadakan pertemuan penting mengenai kemajuan ekonomi kota. Jadi sebaiknya mari kita menuju ruang pertemuan.” ucap Sari memotong.


Sari memegang tangan Arya agar Arya tidak terprovokasi oleh perkataan Zayn, untunglah Arya langsung mengerti dan tenang.


”Baiklah, aku juga tidak ingin dipukul oleh kekasihmu ini.”


...----------------...


Sebagai tuan rumah, Sari membuka acara pertemuan itu dengan kalimat yang membuat semua orang bingung.


”Saya merasa senang karena anda semua datang di acara pertemuan ini, saya merasa terhormat karena bisa secara langsung menyambut Anda semua terlebih lagi saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Zayn selalu ketua forum ini karena memberikan saya kehormatan untuk menjadi tuan rumah pertemuan ini, oleh karena itu saya akan memberikan hadiah untuk ketua kita. Bapak Zayn.”


Semua tamu saling menatap dan bingung tak terkecuali dengan Zayn, ekspresinya mulai terlihat serius karena dia yakin bahwa ini bukan hadiah seperti yang dipikirkan orang orang.


”Pak Zayn, saya berterimakasih karena tempo hari bapak memberikan saya hadiah yang sangat menarik. Dan ini adalah balasan atas hadiah dari bapak. Semoga bapak menyukainya. Pak Arya, silahkan dimulai.” ucap Sari sambil meminta Arya memutar rekaman video yang sudah di buat sebelumnya.


Video yang diputar di layar besar itu memperlihatkan aktivitas ZA chemical, dan cara pengelolaan limbahnya yang tidak sesuai aturan dengan menggunakan kedok tambak ikan namun ternyata tambak itu adalah tempat pengelolaan limbah kimia yang tidak sesuai aturan, tidak hanya itu ada pula video penanggung jawab tambak yang mengakui bahwa dirinya mendapatkan bayaran dari pekerjaannya itu dari ZA chemical melalui perusahaan cangkang yang didaftarkan berada di Tiongkok namun sebenarnya perusahaan itu tidak pernah ada.


Tidak sampai disitu, video itu juga memperlihatkan warga sekitar sungai yang sudah terpapar radiasi limbah mengalami kanker bahkan banyak juga yang meninggal karena kanker. Banyak yang mengira penyakit kanker itu adalah perubahan (mutasi) genetik pada sel sehingga sel tersebut tumbuh tidak normal, namun sebenarnya yang terjadi adalah penyebab kanker yang menimpa warga sekitar aliran sungai karena mereka terpapar radiasi zat kimia itu.

__ADS_1


Karena kehidupan masyarat yang sederhana mereka memilih tidak melanjutkan pemeriksaan sehingga tidak mengetahui alasan pasti penyebab kanker itu.


Selama video itu diputar semuanya kaget namun mereka juga tidak bisa mengatakan apapun, mereka bahkan masih berada di bawah Zayn jika urusan reputasi dan kekayaan.


Zayn yang melihat itu langsung memasang wajah marah hanya saja dia tidak bisa menunjukannya secara terang terangan.


Ferdy yang merupakan sekretaris Zayn hanya bisa memprotes atas tindakan Sari yang dia bilang mencemari nama baik Zayn.


Arya membela Sari bahwa itu fakta dan bukannya fitnah maka terjadilah adu mulut diantar mereka, sedangkan Zayn hanya diam dan menatap tajam ke arah Sari, begitupun Sari hanya diam menatap balik Zayn sambil sedikit mengangkat ujung bibirnya.


”Ferdy hentikan.” ucap Zayn.


Ferdy langsung diam setelah Zayn menyuruhnya untuk menghentikan keributan itu.


”Bu Sari, apa maksud Anda memfitna saya seperti ini?” tanya Zayn dengan tenang.


Tamu yang lain langsung membela Zayn dan ikut bertanya dan mendesak Sari kenapa memfitnah Zayn.


”Hah, anda masih bisa bilang sayang memfitnah anda pasti karena anda yakin bahwa semua orang di sini bisa anda bungkam.” ucap Sari dengan santai.


”Ya anda memang benar, mereka semua antek antek anda jadi mereka akan bungkam, begitupun dengan polisi, mereka juga tidak akan bisa menangkap anda dengan alasan kurang bukti. Tapi bagaimana ya? yang mengetahui hal ini bukan cuma mereka.” tambah Sari.


”Apa maksud anda?” tanya Zayn.


”Anda bisa lihat di sebelah sana, sana, sana, dan sana.” ucap Sari menunjuk ke arah kamera kecil yang sudah dipasang di beberapa tempat.


”Itu kamera dan apa yang terjadi disini disiarkan secara langsung. Jadi seluruh warga kota ini pasti sudah mengetahuinya. Apa Anda bisa membuktikan bahwa saya memfitnah anda? ” tanya Sari.


Mendengar hal itu Zayn marah dan pergi dari ruangan itu tanpa sepatah katapun, begitupula dengan Ferdy dan tamu lain yang mengikuti di belakangnya.


Mereka ingin sekali menyerang Sari hanya saja hal itu disiarkan secara langsung terlebih disamping Sari sudah ada Arya dan Nathali yang menjaganya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2