
Semenjak tiba di hotel, Sari memang tidak bisa beristirahat. Sebenarnya sebelum kepulangannya ia mendapatkan kiriman foto foto Nita yang tampak berpelukan dan juga Arya yang tampak menggendong Nita ke mobilnya. Ia sendiri tidak tahu siapa pengirimnya sehingga ia ingin memastikannya sendiri, itulah yang sejak awal perjalanan membuatnya diam karena terus berpikir. Sejujurnya ia tidak percaya bahwa Arya akan melakukan hal itu namun menurut pengalamannya memang tidak seharusnya ia mempercayai siapapun.
Kalaupun Arya memang mengkhianatinya setidaknya saat ini belum terlambat untuk melindungi keluarganya, itu yang dipikirkannya sehingga ia sengaja pulang tanpa memberitahu siapapun.
Karena ia tidak bisa tidur akhirnya ia memutuskan untuk pergi semenjak dini hari menuju rumah Arya. Ia sengaja mengamatinya dari jauh, ia ingin tahu apa yang ia lakukan seharian saat tidak ada dirinya.
Ia lama berada di dalam mobilnya itu sambil mengamati rumah Arya dari jauh agar tidak ketahuan.
Sari hanya diam mengamati sambil terus khawatir, sejujurnya dalam hati terdalamnya ia berharap Arya tidak mengkhianatinya, namun ia sendiri tahu rasanya di khianati oleh orang yang dicintai sehingga ia tidak ingin pengalaman menyakitkan itu terulang kembali.
Cukup lama ia menunggu hingga akhirnya ada sebuah taxi yang berhenti di depan rumah Arya, seseorang turun dari taxi itu dan ternyata orang itu adalah Nita.
Mata Sari terbelalak karena terkejut melihat Nita yang datang ke rumah Arya sambil membawa sesuatu di tangannya, sepertinya itu kue.
Untuk apa Nita datang ke rumah Arya, apa mungkin?
Sari tidak sanggup berpikir lebih lanjut karena ia begitu takut dengan kenyataan yang ada.
Namun ia berusaha mengendalikan dirinya dan tetap memantaunya, ia juga memerlukan bukti jika memang Arya mengkhianatinya.
Sejujurnya hal ini masih berat baginya, ia merasa begitu bodoh jika memang tertipu lagi oleh trik Nita yang sama seperti masalalu.
Nita tampak mengetuk pintu dan yang membuka pintunya adalah Arya. Nita tampak memberikan kue yang ia bawa namun ekspresi Arya tampak kesal.
Sari tidak tahu apa yang mereka bicarakan karena terlalu jauh namun yang jelas ia memotret pemandangan itu dengan kamera yang sudah ia bawa. Saat sedang memperhatikan mereka tiba tiba Nita langsung masuk ke dalam rumah sedangkan Arya masih diluar sambil memasang wajah kesal.
Jika mereka memiliki hubungan lalu kenapa Arya memasang ekspresi seperti itu, itu bukan ekspresi yang ditunjukan kepada orang yang dicintainya. Bahkan dulu Doni menatap penuh cinta pada Nita.
”Ada apa ini sebenarnya, haruskah aku masuk? atau aku tunggu dulu.” gumam Sari bingung.
Sari memutuskan untuk menunggu dan tidak lama kemudian mereka keluar, Arya tampak menarik tangan Nita lalu mendorongnya keluar rumah lalu Arya kembali masuk dan menutup pintu rumahnya, sedangkan Nita tampak kesal dan akhirnya pergi dari rumah Arya.
Sari bingung dengan apa yang terjadi, apa mungkin ini pertengkaran kekasih?
Akhirnya ia memilih untuk tetap menunggu, ia berniat mengikuti Arya seharian ini.
Aku belum tahu apa yang terjadi sebenarnya, jadi akan lebih baik jika aku mengawasi dulu sebelum mengambil langkah selanjutnya.
__ADS_1
Sambil menunggu Arya keluar dari rumah, Sari mengaktifkan handponenya. Ternyata ada banyak sekali panggilan tak terjawab dan juga pesan dari Nathali.
”Pasti dia khawatir, lebih baik aku menghubunginya.” gumamnya
Baru saja ia hendak mengabari namun ternyata Nathali sudah menelponnya lebih dulu.
Pasti dia berusaha menghubungiku terus daritadi, aku jadi merasa bersalah.
Sari mengangkat teleponnya dan langsung menjauhkan telinganya dari handponenya itu.
[Anda dimana? anda tidak tahu bagaimana khawatirnya saya, saya sudah mencari anda tapi saya tidak bisa menemukan anda. Bagaimana bisa anda pergi sendiri tanpa saya, untuk apa anda membawa saya kemari kalau anda hanya ingin bertindak sendiri.]
”Aku gak nyangka ternyata kamu bisa juga ngomong sebanyak ini.”
[Maaf kalau anda merasa tidak nyaman, tapi sekarang tolong anda beritahu dimana anda.]
”Kamu gak usah khawatir, hanya hari ini aku pergi sendiri. Aku sengaja agar kau istirahat. Besok dan seterusnya mungkin kau akan sangat sibuk.”
[Tidak bisa, saya harus selalu bersama anda]
”Aku mohon, hanya hari ini ya? tolong. ”
”Maka dari itu, kali ini biarin aku ya?”
[Baiklah, tapi lain kali saya tidak akan setuju membiarkan anda pergi sendiri.]
”Iya makasih, kamu istirahat saja ya?”
Setelah menutup teleponnya tak lama kemudian Arya keluar dari rumahnya dan pergi dengan mobilnya. Sari bergegas mengikutinya dengan jarak aman agar Arya tidak curiga.
Mobil Arya berhenti di depan kantor pusat CH group.
Sebaiknya aku masuk sambil mengamati Arya.
Sari mencoba masuk namun security langsung menghadang dan bertanya padanya.
”Maaf, anda siapa? sepertinya anda bukan karyawan sini.”
__ADS_1
Dia baru ingat bahwa karyawan CH group belum mengetahui identitasnya, jika ia memaksa masuk mungkin akan menimbulkan keributan dan akhirnya keberadaannya di ketahui Arya.
Akhirnya Sari memutuskan untuk berpura pura melamar pekerjaan.
”Saya mau melamar kerja pak, apa disini ada lowongan.”
”Oh mau melamar kerja, mana CV anda?”
”Oh saya sudah serahkan CV nya lewat email jadi katanya saya disuruh datang aja untuk interview langsung dengan HRD.”
Sari mencoba mengarang bebas sambil berharap semoga hari ini benar benar ada interview kerja sehingga ia diizinkan untuk masuk.
”Setahu saya jadwal interview itu setelah jam makan siang, ini masih terlalu pagi untuk datang.”
”Saya takut kena macet karena kontrakan saya lumayan jauh dari sini maka dari itu saya datang lebih awal, tapi ternyata jalanan sangat lancar sehingga saya sampai lebih cepat.”
”Oh begitu, ya bagus sih semangat tapi apa anda mau menunggu di lobi selama itu.”
”Tidak masalah pak, saya bisa mempersiapkan diri saya agar tidak gugup saat interview nanti.”
”Yasudah silahkan masuk saja dan langsung tunggu saja di lobi sampai ada pemberitahuan. ”
”Terimakasih pak.”
Sari akhirnya bisa bernapas dengan lega, beruntung sekali Sari hari ini karena kebohongannya tidak ketahuan.
Ia menunggu di lobi beberapa saat sampai security itu tidak memperhatikannya lagi lalu saat orang orang sedang sibuk, ia menyelinap masuk.
Sari naik lift dan menuju lantai paling atas yang hanya ada ruangan CEO.
Setelah sampai di lantai paling atas, ia melihat ada sebuah ruangan besar dan didepannya terdapat meja sekretaris.
Tampaknya sekretaris sedang tidak berada ditempatnya sehingga Sari mengendap ngendap mendekati ruangan itu sambil menempelkan telinganya di pintu berharap mendengar sesuatu.
”Kenapa tidak ada suara siapapun, apa mungkin Arya sedang tidak ada diruangan?” gumamnya.
Saat sedang berusaha menguping tiba tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang.
__ADS_1
...****************...