Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Pertunangan Teguh


__ADS_3

Setelah beberapa hari terasa begitu menyesakkan bagi Sari, akhirnya hari ini dirinya sedikit bisa merasa hidup.


Hari ini adalah hari pertunangan Teguh kakaknya dengan Tania. Dia sendiri merasa bahagia karena akhirnya di kehidupan kali ini dirinya bisa melihat kakaknya bertunangan dengan seseorang yang tidak pernah terjadi di kehidupan sebelumnya.


Meskipun karena campur tangannya masa depan yang dia ingat banyak yang berubah sehingga dirinya sudah tidak bisa lagi menebak yang akan terjadi nantinya namun setidaknya semua orang yang berharga baginya masih berada di sisinya hingga saat ini, dan itu adalah prioritas utamanya sebelum balas dendamnya.


Sore itu orang tuanya tampak sibuk menyapa para tamu begitupula Teguh kakaknya. Pesta pertunangan memang sengaja diadakan di kediaman Jayadiningrat yang lebih luas dibandingkan kediaman Tania mengingat pesta ini berskala besar yang juga mengundang beberapa klien penting perusahaan orang tuanya dan juga beberapa ingin mencoba menjalin koneksi dengan dirinya yang seorang CEO CH Group.


Bahkan beberapa wartawanpun hadir meski hanya bisa berada di halaman kediaman Jayadiningrat.


Sari tampak selesai bersiap dengan menggunakan mermaid dress tanpa lengan berwarna merah kemudian dipadukan dengan sepatu hak tinggi berwarna silver serta memakai anting emas berliontin merah dan rambutnya di gerai bergelombang.


Dia tampak keluar dari kamarnya dan melihat Nathali yang mengenakan little black dress dengan rambut yang dikuncir kuda sedang melamun berdiri menyender di tembok samping pintu kamarnya.


Seketika itu pula Sari memanggil Nathali namun Nathali tidak merespon sama sekali sehingga Sari menepuk pundaknya, reflek Nathali memegang tangan Sari dan hampir saja dia membanting Sari untunglah dia cepat sadar bahwa tangan itu adalah tangan Sari.


”Maafkan saya nona, saya tidak tahu bahwa itu anda.”


”Gak papa, aku juga baik baik saja. Tapi apa kamu sakit? kamu tidak seperti biasanya melamun sampai sampai kamu tidak menjawab saat kupanggil.” tanya Sari yang terlihat khawatir.


”Saya baik baik saja, tadi saya hanya kurang fokus. Tapi saya tidak akan melakukan hal itu lagi, jadi anda tidak perlu cemas.”


”Nat, kalau kamu lelah kamu boleh beristirahat hari ini lagipula kan ada para anak buahmu yang menyamar sebagai tamu sambil menjaga pesta ini. Jadi tidak akan ada yang terjadi padaku.”


”Tidak bisa, bagaimana kalau anda di celakai dalam jarak dekat. Mungkin mereka akan sedikit terlambat dan nona akan terluka. Hanya saya yang bisa menjaga nona dari dekat.”


”Kamu gak usah khawatir, Arya akan terus menempel padaku jadi aku pasti baik baik saja. Aku khawatir pada kesehatanmu.”

__ADS_1


”Tapi..”


Nathali hendak melanjutkan ucapannya namun seseorang datang dan memotong perkataannya.


”Aku yang akan menjaga kekasihku dari dekat, jadi kau bisa istirahat dengan tenang.”


Mendengar hal itu seketika Sari dan Nathali menoleh ke arah datangnya suara. Ternyata orang itu adalah Arya yang datang untuk menjemput Sari agar bisa ke area pesta bersama. Arya terlihat sangat tampan mengenakan setelan jas formal, Arya menonjolkan sisi mudanya dengan pilihan sepatu sneakers yang keren. Jas yang dipilih pun berpotongan slim fit, sehingga ia terlihat muda dan dinamis. Ditambah gaya rambut clean cut.


”Baiklah kali ini saya mempercayakan nona pada anda, tapi jika ada yang terjadi padanya makan orang pertama yang harus menerima akibatnya adalah anda. Mengerti?” ancam Nathali.


Arya sudah terbiasa dengan ancaman atau gertakan Nathali, dia sangat mengerti Nathali begitu melindungi Sari sehingga dia tidak mudah mempercayakan keselamatan Sari kepada siapapun termasuk dirinya.


Namun mungkin karena hari ini dia merasa kurang sehat sehingga fokusnya berkurang maka dirinya lebih memilih mengalah daripada mengancam keselamatan Sari.


Setelah meminta izin, Nathali kembali masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Arya menggandeng tangan Sari untuk berjalan bersama menuju area pesta.


”Ayo kekasihku yang tampan.”


Mereka akhirnya tiba di area pertunangan yang sudah di penuhi tamu undangan. Mereka hanya tinggal menunggu mempelai wanita tiba bersama orangtuanya setelah itu acara inti bisa dilaksanakan.


Sari dan Arya berbaur dengan para tamu undangan lain, beberapa orang tampak menghampiri Sari untuk menjalin koneksi. Sedangkan beberapa lainnya tampak mengobrol dengan orangtua Sari.


Daniel dan Heni juga terlihat hadir dan berbaur dengan tamu lain yang mereka kenal, sedangkan Leon tidak bisa datang karena dirinya sedang syuting di luar kota.


Tidak lama kemudian Tania datang bersama orangtuanya sehingga acara pertunangan pun segera dimulai.


Teguh tampak tampan mengenakan tuxedo berwarna putih dan Tania tampil anggun mengenakan potongan bishop sleeves berwarna putih dengan tambahan flower crown bak putri negeri dongeng.

__ADS_1


Mereka berdua tampak sangat serasi dan berjalan bersama menuju altar pertunangan.


Semua tamu undangan bertepuk tangan diiringi guguran kelopak bunga yang berjatuhan dari atas mempelai sehingga menambah kesan romantis didalamnya.


Ketika proses pemasangan cincin akan dimulai tiba tiba Ilyas dan Rita (orangtua Sari dan Teguh) terjatuh tidak sadarkan diri dengan darah yang keluar dari mulut dan juga hidung.


Sari, Arya dan juga Teguh segera berlari ke arah orangtuanya yang pingsan itu dengan sangat panik. Arya dengan segera menelpon rumah sakit SEHAT yang letaknya paling dekat dengan kediaman Jayadiningrat agar menyiapkan IGD.


Dengan segera Teguh, Arya dan beberapa anak buah Tania membantu mengangkat orangtua Sari menuju mobil agar bisa segera dibawa ke rumah sakit.


Arya menyetir mobilnya sedangkan Sari di belakang bersama orangtuanya yang pingsan dengan terus mengeluarkan air mata tanpa suara dengan ekspresi wajah penuh ketakutan begitupula dengan Teguh yang tampak ketakutan duduk di bangku depan sambil terus menengok ke belakang untuk melihat orangtuanya yang pingsan.


Tania dan orangtuanya menyusul mereka dengan mobil dibelakangnya, begitu pula Daniel yang menyusul menggunakan mobilnya sendiri ditemani Heni yang terpaksa ikut karena tidak mau pulang sendirian dengan taxi.


Suasana di dalam mobil hanya di penuhi oleh suara Teguh yang terus berteriak memaksa Arya lebih cepat lagi melakukan mobil itu, Sedangkan Sari sama sekali tidak mengeluarkan suara apapun selain air mata yang tidak berhenti keluar dari kedua bola matanya.


”Arya lebih cepat lagi ayo ngebut.” teriak Teguh.


”Iya ini aku udah ngebut. Kita akan cepat sampai rumah sakit.”


Hanya itu yang bisa diucapkan oleh Arya, dia begitu mengkhawatirkan calon mertuanya itu namun tidak hanya itu, dia juga sangat mengkhawatirkan kakak beradik yang tampak sangat hancur.


Ya Tuhan kumohon jangan sampai terjadi apapun pada mereka.


Hanya do'a yang saat ini bisa dipanjatkan oleh Arya sambil menyetir menuju rumah sakit. Entah mengapa jarak dari kediaman Jayadiningrat ke rumah Sakit yang hanya tiga kilometer serasa berpuluh puluh kilometer.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2