Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Pasar Malem


__ADS_3

Bel pulang sekolah berbunyi, Sari bergegas keluar kelas dan menuju gerbang sekolah. Dia melihat Arya sudah menunggu diatas motornya.


”Udah lama?”


”Udah lama banget, ada lah kira kira 2 h a ri disini.”


”Iiih, bercanda mulu.” jawab Sari sambil mencubit pinggang Arya.


”Aduh, Sakit tau.” ucap Arya sambil memegang pinggangnya.


”Yaudh maaf , lagian bercanda mulu si. Ini jadi gak nih.”


”Iya jadi, ayo naik.”


Sari naik ke motor Arya, Arya mengarahkan motor ke kantornya.


”Lho, emang pasar malemnya dimana? bukannya ini jalan ke kantormu.” tanya Sari.


”Iya, kita ke kantor dulu, ada yang mau aku berikan ke kamu.”


”Apa itu?”


”Udah ikut aja dulu.”


”Jangan aneh aneh ya? awas aja macem macem.”


”Ya ampun, mana mungkin aku berbuat aneh aneh ke kamu. Udah percaya aja.”


Mereka sampai di kantor Arya dan masuk ke dalam kantor.


”Ini, kamu ganti baju dulu. Ga mungkin kan kamu pakai seragam.”


”Kamu beliin aku baju? Harusnya gak usah repot repot gitu.”


”Ini bukan baju baju branded si, tapi gapapa lah dipakai sebentar, nanti kamu bisa buang kalau ga suka.”


Sari membuka kotak yang berisi T-shirt dan celana jeans. Walaupun itu bukan stylenya, entah kenapa ia. merasa sangat senang.


”Siapa bilang aku akan buang, akan aku simpen ini kan hadiah pertama dari kamu.”


Arya senyum mendengar jawaban spontan Sari, Sari merasa malu dan menyuruh Arya menunggu diluar.


”Udahlah, kamu tunggu diluar dulu. Aku mau ganti baju.” ucap Sari sambil mendorong Arya.


Arya menunggu di luar sambil senyum sendiri, hingga akhirnya Sari keluar dengan memakai baju yang dibelikan Arya.


”Baju apapun yang kamu pakai, kamu terlihat tetap cantik.” puji Arya.


”Udah ah jangan ngaco, ayo kita pergi.”


Mereka berboncengan motor menuju pasar malam.


”Waah, pasar malam ini ramai banget ya? seru deh.” ucap Sari kagum.


”Ya memang iya, kamu mau main apa?”


”Aku gatau karena ga pernah ke sini.”


”Gimana kalau kita naik itu” ujar Arya sambil menunjuk ke arah biang lala.


”Apa itu aman?” tanya Sari ragu.


”Aman, semua yang ada disini aman tenang aja, ayo kita main sepuasnya.” ucap Arya sambil. menarik tangan Sari menuju biang lala.


Mereka naik biang lala, Sari tampak sangat senang melihat pemandangan yang indah dari atas.


”Wah, indah banget ya?”


Arya hanya mengangguk dan menatap wajah Sari yang tampak sangat senang, ia merasa puas bisa melihat Sari tersenyum lepas.


Namun tiba tiba biang lala itu macet, dan posisi mereka ada di paling puncak. Sari sontak takut dan memeluk Arya yang duduk di sebrang nya.


”Kamu bilang aman, ini apaan? apa kita akan jatuh?” omel Sari sambil terus menenggelamkan kepalanya di dada Arya.

__ADS_1


”Tenang aja, ini cuma macet aja, sebentar lagi juga jalan. Jangan takut, gak mungkin aku bikin kamu terluka.”


Tak lama kemudian biang lala kembali menyala seperti semula.


”Tuh kan, udah jalan lagi. Kamu ga perlu takut ya?”


Sari langsung melepaskan pelukannya dan memandang Arya yang juga sedang menatap dirinya.


Entah karena suasananya yang mendukung atau karena wajah mereka saling berdekatan, tiba tiba Sari mengecup bibir Arya.


Sari terkejut dengan apa yang ia lakukan dan spontan menutupi bibirnya dengan kedua telapak tangannya, sedangkan Arya hanya terdiam memandang Sari.


”Maaf aku ga sengaja, ayo kita pulang aja.”


”Kita kan baru naik ini, masih banyak yang belum kita coba.” ucap Arya.


”Tapi aku malu, kita jadi canggung nanti. Kita pulang aja.” jawab Sari sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


Arya memegang kedua pipi Sari agar wajahnya menatap dirinya.


”Kenapa kamu malu, apa karena kamu duluan yang menciumku? kalau begitu akan aku buat kita impas.”


Setelah berkata seperti itu Arya langsung mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Sari.


”Sekarang kami gak perlu canggung lagi. Sekarang kita impas.”


Sari hanya terdiam dengan apa yang sebenarnya terjadi. Akhirnya mereka turun dari biang lala.


”Aku mau pulang aja.” ucap Sari sambil terus berjalan meninggalkan Arya.


Arya mengejarnya dan memegang tangan Sari dari belakang.


”Kenapa kamu pergi begitu aja, kamu marah? Aku minta maaf, aku ngelakuin itu supaya kamu gak merasa canggung.”


Sari membalikkan badannya dan menatap Arya.


”Kamu gak salah, aku marah pada diriku sendiri. Kenapa aku berbuat itu, apalagi kamu yang bilang kita impas itu membuat aku semakin merasa kesal.”


”Tapi kenapa? aku gak marah atau nyalahin kamu.”


”Sari, aku ngelakuin itu bukan karena ingin membuat kamu gak canggung atau melindungi harga dirimu. Tapi aku melakukan itu karena aku yang menginginkannya.”


”Maksud kamu apa?”


”Aku menyayangimu, aku akan berusaha melindungi dirimu ataupun harga dirimu. Aku akan melakukan apapun untukmu. Tapi akunmerasa saat ini aku gak pantas untukmu. Aku belum punya kekuatan, itulah kenapa aku gak pernah mengatakannya.”


Sari hanya terdiam mendengar ucapan Arya.


”Aku ingin menjadi pria yang pantas untukmu, aku ingin sukses dan punya kekuatan untuk melindungimu. Tapi saat ini, aku belum memilikinya.”


”Kamu putri orang terhormat, cantik, berani dan uga baik, sedangkan aku cuma orang biasa, apalagi usiaku lebih tua darimu. Aku merasa gak oantas mengucapkan ini.”


Arya bicara panjang lebar sambil menunduk. Kemudian ia sadar bahwa yang ia katakan sudah melewati batas.


”Ah, maafkan aku. Anggap aku ga pernah ngomong apapun, yaudh ayo aku antar kamu pulang.”


Sari hanya bisa meneteskan mendengar semua yang dikatakan Arya.


”Aku sudah mendengarnya bagaiman bisa kamu nyuruh aku menganggap gak pernah ada omongan itu? Apa kamu meremehkanku.” ucap Sari.


Arya yang melihat Sari menangis langsung menyeka air matanya.


”Maafkan aku, tolong jangan menangis.”


”Dasar bodoh,” jawab Sari sambil memukul dada Arya.


”Maafin aku sar, aku gak tahu diri.”


”Kenapa kamu minta maaf, jatuh cinta itu gak salah. Aku juga menyukaimu.”


Arya kaget mendengar jawaban itu.


”Apa kamu bilang?”

__ADS_1


”Apa selain bodoh, kamu juga tuli? ”


”Aku dengar, tapi aku rasa ini seperti gak nyata.”


Sari mencubit pipi Arya.


”Aduh sakit” ucap Arya sambil memegang pipinya.


”Sakit kan, Artinya kamu gak mimpi.”


”Jadi aku gak mimpi? kamu beneran menyukaiku? aku yang banyak kekurangan ini?”


Sari menganggukkan kepalanya dan Arya langsung memeluk erat tubuh Sari.


”Aku gak nyangka, cintaku gak bertepuk sebelah tangan. Aku janji, aku akan melindungi kamu. Jadi apapun masalahmu, kamu harus beritahu aku ya?” ucap Arya dengan menggebu gebu.


Malam itu sepasang kekasih menghabiskan malam yang membahagiakan dengan bermain di pasar malam.


...----------------...


Aku gak nyangka, Arya juga menyukaiku. Aku gak pernah sebahagia ini sebelumnya, bahkan saat aku menikah dengan Doni di masalalu juga perasaanku tidak semendebarkan ini. Ya Tuhan, semoga kali ini aku benar benar bisa bahagia.


Sari terus bermonolog dengan dirinya sendiri di dalam kamar sambil memukul mukul bantal dan berguling guling di kasur karena begitu bahagia.


ceklek


”Gila kamu ya de, ngapain guling guling dan nari nari gitu. Jangan jangan kamu kesambet lagi ya?” ucap Teguh.


”Kakak nih gak sopan, udah aku bilangin berkali kali kalo masuk ketuk pintu dulu jangan main nyelononh aja.” omel Sari


”Iya maaf, kamu kenapa de kayak seneng banget.”


”Gapapa kok”


“Kasih tau kakak dong,” rengek Teguh.


”Kepo banget kakak mah.”


”Ayo kasih tau kakak, kalo engga kakak akan lakuin itu.” ledek Teguh


”Lakuin apa? jangan macem macem ya kak,” ancam Sari


”Kakak akan lakuin ini..” jawab Teguh sambil mengelitiki Sari.


”Hahaha kak, lepasin gak hahahaha kakak geli kak, berhenti hahahah” ucap Sari kegelian.


”Gak mau”


”Hahahaah kak berhenti, hahahaha iya iya kak, aku akan kasih tau tapi kakak berhenti dulu.”


Teguh berhenti mengelitiki adiknya.


”Jadi kak, tadi diluar aku liat sesuatu yang menarik banget.”


”Apa itu?”


”Coba kakak liat dulu, itu ada dilantai bawah, keliatan koq dari depan kamarku.”


”Apaan si, ceritain aja napa.”


”Susah diucapkan dengan kata kata, kita liat aja yuk.”


Teguh yang penasaran akhirnya keluar kamar diikuti adiknya untuk melihat sesuatu apa yang menarik itu.


Ketika sampai diluar kamar, dengan cepat Sari mendoronh tubuh Teguh lalu menutup dan mengunci kamarnya.


braakkk


”De, kamu bohongin kakak ya? beraninya kamu ya de. Keluar cepet, biar kakak kasih pelajaran kamu.” omel teguh sambil menggedor pintu.


”Makanya jangan kepo, udah sana pergi aku mau tidur.”


Sari memasang headsetnya dan berbaring di ranjang agar suara teriakan kakanya tidak ia dengar.

__ADS_1


Lagian kepo banget si, kayaknya aku harus nyariin pacar buat kak Teguh biar dia gak gangguin aku mulu. Batinnya


...****************...


__ADS_2