
Nita pulang ke panti dengan perasaan kesal setelah melihat kebahagiaan Sari. Ia ingin sekali membalasnya sekarang juga, namun ia tidak mau melakukan hal bodoh seperti mamanya. Ia harus menyusun rencana yang benar benar bagus agar bisa menyakiti keluarga Jayadiningrat tanpa mengotori tangannya sendiri.
Cukup lama Nita duduk di taman panti sendirian hingga sesorang ikut duduk di taman itu, Nita menengok namun ia sendiri merasa asing dengan orang itu.
Siapa dia? sepertinya aku baru liat dia disini. Apa dia dibuang juga ke panti?
Sosok yang duduk di sebelah Nita adalah Doni, ia tidak sengaja melihat Nita saat hendak pulang setelah menemui ibu panti.
Dahulu memang Doni anak panti disini, namun sudah 3 tahun ini ia di adopsi oleh keluarga yang kaya. Meski sudah diadopsi, ia tetap sering mengunjungi panti karena ia sudah tinggal di panti itu sejak kecil.
”Kamu anak baru di panti ini? namamu siapa?” tanya Doni dengan ramah. Pada dasarnya Doni memang orang yang ramah dan penyayang, mungkin karena ia lama di asuh di panti asuhan sehingga sifatnyapun ramah.
”Kamu siapa? aku gak pernah liat kamu disini.” Nita bertanya balik.
”Namaku Doni, dulu aku tinggal di panti ini tapi sekarang aku sudah di adopsi. Dan hari ini aku ingin datang aja menemui ibu panti dan adik adik disini.”
”Oh gitu, aku Nita.” jawabnya singkat.
”Nita kenapa bisa disini?” Doni bertanya karena penasaran, kebanyakan anak panti sudah datang di panti sejak bayi ataupun sejak kecil saat belum mengerti apapun. Namun ia melihat Nita sudah besar mungkin sudah SMA.
”Aku disini karena dibuang oleh orang yang sudah membuat papaku meninggal dan juga mamaku masuk penjara, setelah menghancurkan keluargaku mereka malah membuangku ke panti ini.” Nita memasang wajah sedih, kalau urusan playing victim memang Nita sudah pro walaupun dia baru berusia 15tahun.
”Jahat banget mereka. Kamu sabar ya jangan menangis.” Doni merasa iba dan memeluk Nita yang menangis.
”Aku pengin nuntut keadilan buat orangtuaku, tapi mereka bukan keluarga sembarangan bahkan hukum saja bisa mereka beli.”
__ADS_1
Nita menceritakan semua tentang nasib buruknya, tentu saja semua cerita itu sudah ia lebih lebihkan. Ia memang berniat membuat semua orang di panti memihaknya dan membuat mereka percaya bahwa dirinya anak yang baik, dia juga berusaha mencoreng nama baik keluarga Jayadiningrat sedikit demi sedikit.
”Tolong, jangan ceritakan pada siapapun tentang ini ya? keluarga Jayadiningrat bukan keluarga biasa, kalau mereka tahu aku menceritakan ini kepada seseorang, pasti hidupku akan makin hancur.” Nita memang paling pandai berakting seakan menjadi pihak yang paling menderita.
”Tentu saja.” ucap Doni sambil mengusap air mata di wajah Nita.
Kemudian Nita juga bertanya mengenai Doni. Disitu ia jadi tahu bahwa Doni diadopsi oleh keluarga yang kaya walaupun mereka belum sebanding dengan keluarga Jayadiningrat namun menurutnya Doni bisa juga menjadi salah satu senjata yang akan ia persiapkan untuk membalas dendam.
Aku akan mendekati dia, dia bisa juga aku manfaatkan nanti. Aku akan menyusun kekuatanku dulu baru aku mulai pembalasan langsung pada mereka. Kalian tunggu saja pembalasanku, dan kamu Sari akan aku pastikan pembalasan untukmu adalah yang paling menyakitkan.
Sejak obrolan itu, Doni menjadi sedikit menaruh perhatian pada Nita. Ia juga merasa Nita cukup cantik walau ia baru 15 tahun.
Itulah kesan pertemuan pertama mereka, dimana Doni yang merasa iba pada Nita sedangkan Nita yang berencana memikat Doni agar ia bisa memanfaatkannya.
...----------------...
Doni memang di persiapkan mereka untuk menjadi penerus keluarga, mereka ingin hidup nyaman dimasa tua tanpa memikirkan kekurangan uang. Maka dari itu Doni dipersiapkan agar bisa terus menghasilkan uang untuk mereka kelak.
Donipun tahu bisnis orangtua angkatnya yang ilegal, mereka mengekspor kayu berkualitas tanpa perizinan resmi pada pemerintah. Tentu mereka juga bekerjasama dengan salah satu oknum aparat polisi sehingga bisnis mereka lancar tanpa hambatan, mereka juga melakukan bisnis dengan tidak terlalu mencolok agar bisnis itu tidak mudah disadari orang. Mereka tidak melakukan pembalakan liar terlalu ekstrem yang menyebabkan hutan gundul sehingga pemerintah pun tidak menyadarinya.
Walau sifat Doni ini ramah, namun ia juga berfikir realistis. Menurutnya bisnis ini bukanlah kejahatan, sehingga dengan senang hati ia mau belajar agar bisa melanjutkan bisnis ini. Dia sendiri juga ingin hidup nyaman tanpa memikirkan uang tidak seperti waktu di panti asuhan yang membuat ia hidup sederhana.
Malam itu Mirna dan Sandi sedang makan malam saat Doni baru pulang dari panti, orangtuanya pun mengajak Doni makan bersama.
”Baru pulang nak, sini makan dulu.” ucap Mirna.
__ADS_1
”Iya ma, aku udah makan tadi di panti. Aku ke kamar dulu ya ma.”
”Doni ingat ya? jangan terlalu mencolok di masyarakat. Jangan terlalu baik ataupun terlalu jahat sehingga memancing perhatian orang. Mengerti?” ucap Sandi.
”Iya pa, tenang aja. Aku akan menjamin bisnis papa akan aku lanjutkan dan hidup kalian akan selalu nyaman tanpa memikirkan apapun.” Doni meyakinkan papanya agar tidak terlalu mencemaskan nya.
”Bagus, kamu memang anak yang bisa diandalkan.” Sandi merasa tenang dan tidak menyesal menjadikan Doni menjadi penerusnya.
Doni pergi ke kamarnya sambil terus memikirkan Nita, ia sangat ingin membantu Nita agar kehidupannya menjadi lebih bahagia, ia juga ingin mengeluarkan Nita dari panti. Namun saat ini ia belum bisa karena bisnis papanya baru akan sepenuhnya menjadi miliknya setelah ia lulus SMA dan itu butuh setahun lagi.
Saat sedang memikirkan Nita, tiba tiba ia menjadi penasaran siapa itu keluarga Jayadiningrat, sekuat apa mereka sehingga Nita sangat takut pada mereka.
Doni langsung mengambil laptopnya dan mencari tahu tentang keluarga Jayadiningrat di internet.
Ia melihat bisnis keluarga itu yang sangat berkembang pesat, keluarganya juga terpandang dan di segani.
Ternyata benar mereka bukan keluarga sembarangan, sulit untuk mengusik keluarga ini.
Doni terus mencari informasi terkait keluarga itu, sampai tiba tiba ia terkejut melihat foto yang ada di laptopnya itu.
Ini kan foto cewe yang waktu itu, belakangan ini aku jadi semakin sering ke panti karena berharap bertemu dia lagi namun semenjak hari itu dia tidak pernah terlihat lagi. Jadi namana Sari dan ia putri bungsu keluarga Jayadiningrat.
Doni tersenyum melihat foto Sari.
Dia memang cantik, aku bahkan jatuh cinta padanya saat itu. Namun sayang, dia bukan keluarga baik baik. Orang seperti mereka memang sukanya menindas yang lemah. Hah, pantas saja waktu itu dia langsung pergi begitu saja setelah tidak sengaja memelukku. Apa dia merasa jijik karena memeluk orang yang bukan standard nya? hah.. sungguh menyebalkan.
__ADS_1
...****************...