Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Dugaan


__ADS_3

”Maafkan aku ya? aku tidak cerita karena takut kamu akan bereaksi seperti ini. Lagipula aku tidak apa apa karena Nathali bisa membereskan mereka semua sendirian.” ujar Sari sambil memegang tangan Arya.


”Iya, anda tenang saja selama saya ada, tidak akan saya biarkan satu ekor pun lalat yang berani mendekati nona.” tambah Nathali.


Arya tetap diam menunduk karena masih merasa takut kehilangan Sari terlebih keadaan saat ini sangat serius.


”Arya..” ucap Sari perlahan.


”Baiklah tapi aku mohon kalau ada kejadian seperti ini lagi kamu harus cerita padaku.”


”Tentu saja.”


”Nathali terimakasih sudah menjaga Sari. Aku harap kamu jangan pernah mengkhianati Sari, atau aku sendiri yang akan menghancurkan hidupmu.”


”Saya sudah bersumpah untuk melindungi dan mengikuti perintah nona jadi anda tidak perlu khawatir.”


”Aku mengawasimu.”


Sari lega karena Arya sudah tidak gemetar lagi karena kabar itu.


”Kalau begitu artinya Zayn sudah menyerangmu sejak kamu di Inggris? tapi saat itu tidak ada satu orang pun yang tahu tentang identitas CEO CH group, lalu dia tahu darimana?” seru Arya.


”Apa mungkin identitas nona sudah bocor?” jawab Nathali.


”Sepertinya itu mustahil karena hanya aku dan Sari yang mengetahui soal ini.”


”Bisa jadi ada yang tidak sengaja mendengar anda saat berbicara di telepon dengan nona.”


”Saya tidak pernah bicara hal penting seperti ini di sembarang ruang. Kamu pikir aku ceroboh.”


”Saya hanya mengatakan kemungkinannya.”


Sari diam karena terus berpikir sepertinya ada hal yang terlewatkan namun Sari sendiri lupa apa itu.


”Sudah cukup jangan bertengkar lagi.” lerai Sari.


Arya dan Nathali yang sempat bertengkar karena beradu argumen langsung diam.


”Kalau yang dikatakan Nathali benar, apa mungkin ada mata mata di sekitar Arya?” tanya Sari.


”Seprtinya itu mustahil karena aku sudah menyelidiki semua orang yang memiliki jabatan penting.”


”Ya aku tahu, kalau begitu ada kemungkinan opsi yang lain.” ucap Sari.


”Opsi yang lain?” Arya bertanya tanya apa yang akan diucapkan Sari selanjutnya.


”Ya, kemungkinan Zayn tidak tahu bahwa orang orang suruhannya ini pernah menyerangku. Artinya Zayn tidak berhubungan langsung dengan preman ini.” ujar Sari.


”Jadi ada yang menghubungkan mereka, dan kemungkinan besar penghubung itu adalah orang yang mengenalmu sayang.” tambah Arya.

__ADS_1


”Lalu siapa orang yang mengenal nona dan berniat jahat?” tanya Nathali.


”Sepertinya aku tahu dia siapa.”


Sari memikirkan satu nama yang sangat mungkin menjadi penghubung ini.


”Siapa?”


Arya dan Nathali bertanya serentak karena begitu penasaran siapa orang yang terpikirkan oleh Sari.


”Arya, aku minta tolong lagi sama kamu ya? selidiki kegiatan Doni belakangan ini, termasuk keluarganya juga. Apa mereka ada hubungannya dengan Zayn atau mungkin pernah ada pertemuan di antara mereka.”


”Jadi Doni si penghubung itu?”


Arya tampak sangat marah begitu pula dengan Nathali yang tampak tidak bisa menahan amarahnya hingga dia menggebrak meja.


Brakk


Sari sampai menggelinjang karena tersentak kaget mendengar gebrakan meja itu.


”Ya Tuhan, kalian ini jangan emosi terus. Kita belum punya bukti jadi jangan main hakim sendiri.”


Perkataan Sari tidak didengar sama sekali oleh Arya dan Nathali yang wajahnya sudah merah padam.


”Hey kalian berdua.” teriak Sari.


Nathali dan Arya langsung menciut mendengar teriakan Sari itu.


Arya dan Nathali hanya menganggukan kepala tanpa mengatakan sepatah katapun, kemudian Sari melanjutkan ucapannya.


”Gitu dong, ingat ya keselamatan kalian lebih penting dari apapun jadi yang harus kalian utamakan adalah keselamatan diri sendiri. Paham?”


Ucapan Sari hanya dijawab dengan anggukan lagi oleh mereka berdua kemudian Sari hanya bisa menghela napas panjang menghadapi tingkah kekanakan mereka berdua.


”Oh iya Nathali apa kamu bisa mencari tahu tentang preman ini? selagi kamu mencari tahu keberadaan supir dan kenek kita.”


”Baik nona, saya akan pergi setelah mengantar anda pulang dengan selamat.” ucap Nathali.


”Tidak usah khawatir, aku yang akan mengantar kekasihku sampai rumah. Kamu lakukan saja tugasmu dan bawa hasil yang bagus. Kau kan prajurit terlatih, jadi maslah seperti ini pasti sepele untukmu kan?” sindir Arya.


”Saya akan lebih tenang jika saya yang mantan prajurit terlatih ini yang mengantar nona saya sampai kediamannya.” jawab Nathali dengan memasang ekspresi wajah dingin.


”Kamu ini ya berani sekali kamu padaku.”


”Saya yang mantan prajurit terlatih ini tidak takut apapun kecuali Tuhan dan nona saya.”


”Kau benar benar ya minta di hajar.”


Lagi dan lagi mereka berdua bertengkar terus, kenapa mereka kekanakan sekali sih.

__ADS_1


”Kalian berdua sebenarnya mau membantuku atau membunuhku sih? aku bahkan lebih pusing mendengarkan kalian yang terus bertengkar daripada memikirkan menyingkirkan musuh. Kalau kalian tidak sanggup membantuku ya sudah tidak apa apa, aku akan meminta orang lain mengerjakan tugas kalian.” ancam Sari.


”Jangaaaannn..”


Mereka berdua kompak menjawab karena mereka sangat takut ada orang lain lagi yang menjadi saingan mereka dalam memperebutkan perhatian Sari.


”Kalau begitu, Nathali kamu kerjakan tugasmu sekarang ya? kamu tenang saja, aku akan pulang dengan Arya sekalian aku juga mau memberikan tugas lain padanya.” ucap Sari.


”Baik nona, saya akan pergi sekarang. Tapi nona harus segera menghubungi saya jika sudah dirumah ya? jika pria ini macam macam jangan lupa teknik yang sudah saya ajarkan. Serang itunya.”


Nathali melirik ke arah area vital milik Arya untuk memberikan kode pada Sari bahwa area itu yang harus dia hajar ,kemudian Nathali pergi meninggalkan ruangan.


Arya paham apa yang di maksud Nathali kemudian dia menjadi kesal padanya.


”Wanita itu benar benar menyebalkan, sayang apa kamu tidak mau mengganti dia saja.” ucap Arya.


”Sayang jangan mulai ya?”


”Ya ya ya baiklah.” Arya menyerah dan tidak melanjutkan lagi protesnya.


Arya mendapatkan duduknya agar lebih menempel pada Sari kemudian memegang tangan Sari yang sedari tadi sibuk dengan laptopnya, melihat tingkah Arya itu membuat Sari menghentikan kegiatannya.


”Kamu bilang kamu mau memberikanku tugas lain, tugas apa itu? apa tugas ini?” tanya Arya memegang bibir Sari.


”Kamu ini ya nakal banget, bukan itu.” jawab Sari sambil menyentil pelan bibir Arya.


”Hmmm aku kira kamu merindukanku tapi sepertinya hanya aku yang merindukanmu.” seru Arya sambil memasang tampang kecewa.


Sari tersenyum lalu mencium pipi Arya.


”Aku sangat merindukanmu.”


”Kau ini ya? kenapa menyerang tiba tiba begitu.” omel Arya sambil memegang pipinya.


”Memang gak boleh?”


”Bukannya gak boleh, kalau kaya gini caranya kamu yang curang.”


”Curang apa?”


”Kau selalu membuatku berdebar dan semakin cinta padamu tapi aku bahkan tidak bisa membuatmu berdebar.”


”Apa kamu tahu? setiap kamu ngambek, kamu jadi seratus kali lebih imut.”


Wajah Arya seketika memerah, dia merasa lagi lagi kalah oleh pesona Sari yang berani seperti ini.


Sari mendekatkan wajahnya ke telinga Arya kemudian berbisik dengan lembut yang membuat Arya serasa ingin pingsan mendengarnya.


”Hanya memikirkanmu saja aku udah berdebar, apalagi mendengar suaramu membuat aku sesak. Bagiku kamu yang curang karena selalu muncul di pikiranku.”

__ADS_1


...****************...


__ADS_2