
”Tapi ngomong ngomong kenapa kakak mengikuti Nathali?”
Mendengar pertanyaan adiknya itu tentu saja membuat Teguh panik, dia bingung harus menjawab apa maka jurus satu satunya yang tersisa hanyalah kabur.
Teguh beralasan tiba tiba teringat ada janji penting maka dia harus pergi sekarang juga, meski hal itu membuat Sari merasa aneh namun saat ini dia tidak memperdulikan urusan itu.
...----------------...
Siang ini tiba tiba saja media sosial heboh mengenai foto yang viral mengenai Sari yang berdiri didepan dua orang dimana salah satunya memangku yang lain sambil berlumuran darah.
Tidak ada caption pada foto itu namun unggahan itu langsung dibanjiri komentar oleh ratusan ribu orang sesaat setelah diunggah.
Selang sejam kemudian foto lain muncul dan kali ini ada caption yang memancing reaksi warga net. Di foto kedua itu tertulis sifat asli CEO CH Group, tidak segan menghabisi orang yang lemah.
Tentu saja hal itu langsung dibanjiri komentar kecaman dan banyak juga yang mengetag institusi kepolisian agar menangani kasus ini.
Tidak lama kemudian Arya yang mengetahui viralnya foto tersebut langsung bertindak dan menghaous seluruh postingan serupa di seluruh media sosial.
Namun bukannya mereda malah muncul foto ketiga dengan caption ’Aku sudah mencoba melaporkannya namun tidak ada tanggapan. Bahkan foto yang sebelumnya pun telah di banned. CH Group menguasai media dan hukum, aku tidak sanggup melawannya sendiri maka dari itu dukunglah aku dan tegakkan hukum di negara ini.’
Postingan itu sungguh membuat kekacauan, bahkan beberapa warga di berbagai daerah berdemo di depan kantor cabang CH Group yang tersebar.
Tentu saja kantor pusat pun tak luput dari protes para warga, karena hal itulah Sari menerima surat panggilan pemeriksaan dari kepolisian.
Semua orang yang mengenal Sari menjadi panik termasuk kakaknya yang langsung berlari menemui Sari di kantornya.
”De, kamu tidak apa apa?” tanya Teguh sambil membuka pintu ruangan Sari, Teguh tampak cemas dengan keadaan adiknya namun dia malah mendapati Sari bersama Arya dan Nathali tampak santai membicarakan sesuatu.
Mereka bertiga langsung terdiam saat Teguh nyelonong masuk, mereka hanya terkejut sampai tidak bisa berkata kata.
”Kakak kenapa baru datang malah panik begitu sih, bikin kaget kami aja.” seru Sari diikuti oleh anggukan kepala Arya dan Nathali.
”Kakak cemas, bagaimana ini? semua orang mengecam kamu de.”
__ADS_1
”Dasar bajingan itu, aku akan benar benar membunuhnya.” tambah Teguh.
Sari malah tertawa melihat kakaknya yang geram pada orang yang memfitnah adiknya itu, namun dia juga beruntung memiliki kakak yang sangat menyayanginya sampai sampai dia datang dengan baju yang basah oleh keringat. Pasti kakaknya langsung berlari kesini dan meninggalkan pekerjaan saat mendengar berita ini, Sari menjadi terharu.
”Kenapa kau tertawa? kau santai sekali padahal ada bahaya mengancam.” omel Teguh.
”Kakak tahu kan aku tipe seperti apa? aku tidak pernah kalah kak, jadi kakak tenang aja.”
”Tapi ini sesuatu yang berbeda, semua orang mengecammu.”
”Kak, aku itu paling suka membiarkan musuhku terbang tinggi karena merasa menang karena saat aku menjatuhkannya maka dia akan hancur dan tidak akan bangkit lagi.”
Teguh memilih mempercayai perkataan adiknya, hanya saja dia ingin tahu apa rencana adiknya itu sehingga dia ikut membicarakan rencana yang disusun Sari.
Setelah membicarakan semua rencana yang sangat matang itu, maka Teguh pun tenang. Dia jadi merasa malu karena adiknya justru lebih dewasa daripada dirinya saat menghadapi masalah.
Sari meminta mereka mengerjakan tugasnya masing masing dan besok rencana mereka akan dimulai saat Sari datang ke kantor polisi di temani oleh Daniel untuk memenuhi panggilan polisi.
Mereka semua pergi dan tersisa Sari sendiri, dia berniat untuk mengecek dokumen laporan para bawahannya.
Entah apa yang ingin dibicarakan bajingan itu, Sari sangat malas mendengar bualannya sehingga dia tidak mengangkat telepon itu.
Namun meski tidak diangkat berkali kalipun tetap saja teleponnya tidak berhenti berbunyi, itulah mengapa akhirnya Sari terpaksa mengangkatnya.
[ Hai cantik. ]
Sari hanya diam karena seperti yang sudah dia tebak ternyata memang benar yang menelpon adalah Doni.
[ Bagaimana tawaran ku? kau tahu kan saat ini yang bisa membantumu hanya aku? ]
” Sudah bicaranya? kalau hanya mengatakan omong kosong sebaiknya saya tutup karena saya sibuk.”
[ Wait,, kau masih tidak tahu situasi saat ini? kau bisa hancur ke dasar kalau aku membeberkan semuanya.]
__ADS_1
”Lakukan sesukamu.”
Sari menutup teleponnya karena sudah merasa jijik mendengar suara Doni, biarkan saja Doni melakukan apapun yang dia mau dengan begitu kehancurannya pun akan semakin dekat.
...----------------...
Doni membanting handponenya, dia merasa kesal karena Sari tidak perduli sama sekali meski Doni sudah mencoba mengancamnya, padahal Doni sama sekali hanya berniat mengancam agar Sari bisa takluk di kakinya namun yang terjadi malah Sari tidak perduli.
”Baiklah, kalau ini yang kau mau Sari. Aku akan membeberkan video itu, mungkin jika kau hancur maka kau akan mendatangiku.” gumam Sari.
Doni langsung saja membeberkan video yang dia punya di medsos dan hal itu saat ini justru menimbulkan pro dan kontra, awalnya semua orang menyalahkan Sari bahkan tidak ada yang membelanya namun setelah video itu diunggah justru beberapa orang melihat bahwa Sari belum tentu bersalah.
Di video itu sama sekali tidak menunjukan Sari ataupun asistennya menembak ke arah wanita yang berlumuran darah, yang ada justru wajah Sari dan asistennya tampak terkejut. Jika pihak Sari yang menembak tidak mungkin reaksi mereka terkejut. Sayangnya video itu tidak terdengar jelas percakapan antara Sari dan orang yang memangku wanita yang sekarat itu sehingga warganet hanya bisa berspekulasi.
Doni yang melihat reaksi warganet tidak seperti harapannya menjadi sangat kesal, padahal niatnya adalah membuat Sari semakin terpojok namun bisa bisanya malah ada warga yang justru menganggap Sari tidak bersalah.
Karena sangat kesal akhirnya dia menghancurkan laptop yang ada dihadapannya, tidak hanya laptop namun beberapa barang yang terjangkau oleh tangannya pun tak luput dari kemarahannya.
Tentu saja hal itu membuat Sandi ayahnya datang karena terkejut dengan suara barang barang pecah dari kamar anaknya. Sandi langsung saja membuka pintu kamar anaknya dan dia sudah melihat barang di kamar itu berantakan bahkan Doni masih terlihat memegang guci yang nyaris saja dia hancurkan.
Doni berhenti setelah melihat ayahnya datang dan bertanya kenapa Doni mengamuk. Ayahnya itu memang tidak mengetahui fakta penyebar video itu adalah Doni.
Akhirnya Doni menceritakan mengenai dirinya yang mencoba mengancam Sari namun saat ini situasi tidak terlalu mendukungnya, dia khawatir Sari akan terbebas dari masalah ini dan keinginannya untuk menaklukan Sari semakin sulit.
Mendengar itu semua ayahnya langsung menampar pipi Doni dengan keras, dia tidak menyangka putranya sebodoh ini. Doni bahkan nyaris jatuh karena tamparan itu.
”Dasar bodoh, kenapa kau mencari masalah dengannya? anak sialan.” teriak Sandi.
”Awalnya aku diuntungkan pa, tapi tenang aja aku pasti akan memperbaiki ini. Masih banyak yang mempercayai ku di medsos.”
”Hentikan semua ini, dan lebih baik kau pergi keluar negeri secepatnya. Kau tahu kenapa pak Zayn berakhir di penjara?”
”Jangan bilang?”
__ADS_1
Ayahnya menganggukan kepalanya sedangkan Doni langsung tersungkur lemas dan jatuh terduduk di lantai yang sudah penuh pecahan guci.
...****************...