Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Semua serba nyaris


__ADS_3

Tidak hanya itu Teguh langsung saja membuka pintu kamar Nathali dan membawanya masuk tanpa melepaskan ciumannya itu, padahal Nathali sampai gelagapan dan menepuk nepuk pundak Teguh karena dia tidak diberi waktu bernapas sama sekali.


Teguh menutup pintu kamar Nathali dan langsung saja melepaskan ciumannya sambil mendorong tubuh Nathali ke ranjang dengan sangat kasar, dia langsung menarik begitu saja kemeja yang dipakai Nathali dengan kasar hingga kancing kemejanya terlepas dan berhamburan ke lantai.


Sontak Nathali menutupi tubuh bagian atasnya dengan kedua tangannya, Teguh langsung saja membuka kedua tangan Nathali yang berusaha menutupi bagian tubuh atasnya dan saat ini terlihatlah buah dada Nathali yang masih mengenakan bra warna hitam.


Nathali tersadar bahwa yang terjadi saat ini sudah tidak benar, dia langsung saja memberontak dan berusaha melepaskan diri namun siapa sangka ternyata Teguh tidak selemah dulu, Nathali cukup kesulitan memberontak namun akhirnya dia berhasil mendorong Teguh yang terus saja menciumi lehernya.


Dengan segera dia mengambil selimut yang ada di sampingnya untuk menutupi bagian tubuhnya.


”Kau sudah gila, sebaiknya kau pergi sekarang juga. Aku akan menganggap ini tidak pernah terjadi, tolong keluar.” seru Nathali.


Teguh bukannya mendengarkan ucapan Nathali itu namun dia justru duduk di tepi ranjang smbil menyangga kepalanya dengan kedua tangannya. Seolah kepalanya sangat berat dan akan jatuh.


Nathali menjadi bingung karena tiba tiba reaksi Teguh menjadi tenang namun dia belum keluar dari kamar sehingga Nathali sama sekali belum mempercayainya.


Tiba tiba Teguh duduk dengan sikap tegap dan menghadap Nathali.


”Maafkan aku, apa yang sudah aku lakukan tadi memang tidak benar.”


Suara Teguh tampak pelan dan terlihat sangat merasa bersalah, dia juga tidak bergerak dari posisinya. Namun Nathali tetap tidak menjawab.


”Aku marah padamu hingga aku melakukan hal seperti itu, tiba tiba kau membuat dinding besar setelah kemarin kau bilang maaf. Padahal aku ingin mendengar alasanmu dulu.”


Teguh terdengar sangat frustasi sehingga membuat Nathali merasa iba, dia juga sudah sedikit percaya bahwa saat ini Teguh sedang berfikir dengan benar.


”Aku tidak punya alasan apapun untuk ku katakan. Sebaiknya sekarang kamu pergi, anggap saja kita tidak pernah kenal dan hal ini tidak pernah terjadi.”


”Kenapa kamu tidak mau membuat alasan apapun? padahal aku akan mempercayai semua perkataan mu.”


”Itu hanya masalalu, masa depanmu adalah Tania. Dia wanita yang baik. Jangan sakiti dia.”

__ADS_1


Teguh hanya diam, dia memang tahu bahwa Tania wanita yang baik. Belakangan ini juga Teguh merasa sudah menyukai sepenuhnya tetapi saat Nathali muncul lagi dihadapannya, hatinya menjadi goyah. Bahkan Teguh sampai berbuat hal seperti barusan.


”Maafkan aku atas yang tadi, tapi tidak sepenuhnya yang aku lakukan tadi karena aku marah. Aku permisi.”


Teguh berlalu begitu saja setelah mengatakan itu, sedangkan Nathali hanya bisa tertidur di ranjangnya sambil terus memegang selimut untuk menutupi bagian tubuh atasnya. Dia juga merasa perih di bagian bibir, saat dia bercermin melalui kamera handponenya ternyata bibirnya bengkak dan berdarah.


Jika aku terus tinggal disini mungkin aku tidak akan bisa mengendalikan diriku. Aku tidak ingin membuat masalah di keluarga ini, tapi aku juga tidak bisa meninggalkan nona begitu saja.


...----------------...


Sari tertidur dengan tenang sambil memegang tangan Arya. Arya tidak tidur sama sekali, dia duduk di tepi ranjang sambil melihat wajah Sari yang tertidur.


Tiba tiba saja Teguh masuk dengan penampilan yang berantakan dan juga bibir yang bengkak.


Teguh yang melihat Arya sedang memandangi adiknya yang tidur langsung saja mengomel.


”Apa apaan ini? kau mau macam macam pada adikku ya? kenapa kau disini saat adikku sudah tidur.” omel Teguh dengan suara pelan karena tidak ingin membangunkan adiknya.


”Kak Teguh tenang saja, aku tidak akan pernah melakukan hal tidak senonoh seperti itu pada adikmu. Justru aku yang ingin bertanya kenapa kakak datang ke sini?”tambah Arya.


”Tentu saja menemui adikku.”


”Dengan penampilan begitu?”


Teguh langsung melihat dirinya sendiri setelah Arya melihatnya dengan tampang curiga.


Teguh melihat pakaiannya berantakan, rambutnya pun berantakan serta dia merasa perih di bagian bibir. Saat bercermin ternyata bibirnya bengkak.


”Aku akan kembali lagi nanti. Tapi awas ya jangan macam macam saat aku tidak ada.”


Teguh berlalu tanpa mendengarkan jawaban Arya, sedangkan Arya hanya menggelengkan kepalanya karena merasa lucu dengan tingkah kak Teguh. Bisa bisanya dia habis berbuat 'itu' dan langsung saja kesini tanpa merapihkan pakaiannya.

__ADS_1


Arya berpikir Teguh habis bermesraan dengan Tania, mungkin Tania saat ini sedang berada di kamar Teguh. Tapi bisa bisanya Teguh langsung kemari dengan penampilan begitu, apa segitu khawatirnya aku akan melakukan hal aneh pada adiknya? dasar pria itu, sejauh ini aku cukup bisa menahan diriku meski aku sangat menginginkan adiknya.


Tidak lama kemudian Sari terbangun, dia membuka matanya dan melihat Arya masih berada di sisinya.


Arya yang melihat Sari terbangun langsung mengusap kepalanya, dia meminta Sari kembali istirahat dan jangan khawatir karena dirinya akan tetap disisinya.


Namun Sari tidak mau dan malah tersenyum sambil menggeser badannya.


”Tidurlah disampingku, kamu pasti lelah menungguku dengan posisi seperti itu.”


Arya menggelengkan kepalanya, dia menolak tidur di samping Sari karena dia takut tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.


”Kenapa?”


”Tolong jangan menggodaku, kau tahu bagaimana aku menahan diriku selama ini. Jadi tolong biarkan seperti ini saja.”


Sari tersenyum mendengar jawaban Arya, dia begitu bahagia karena memiliki pria yang baik dan begitu menjaganya seperti itu.


Tapi bagaimana lagi, Sari sangat ingin menggoda Arya saat ini. Dia bahkan lupa bahwa sebelumnya dia nyaris pingsan setelah mengingat trauma nya dan semua itu karena melihat ekspresi Arya yang menggemaskan seperti sekarang ini.


Tanpa aba aba Sari langsung saja menarik tangan Arya sehingga posisi Arya saat ini ada di atas tubuh Sari, untunglah Arya menopang tubuhnya dengan sebelah tangannya sehingga Sari tidak tertindih badannya yang notabene lebih besar darinya.


Arya menatap wajah Sari yang berada tepat dibawah wajahnya itu, Arya begitu terpesona dengan kecantikan Sari. Dia benar benar kehilangan akalnya hingga dia mendekatkan wajahnya ke wajah Sari.


Apalagi Sari memejamkan matanya seolah sudah siap menerima apapun yang akan dilakukan Arya, hal itu sungguh membangkitkan gairah Arya. Padahal Arya sudah menahannya mati matian sampai sekarang, namun bisa bisanya dia goyah hanya karena Sari memejamkan wajahnya.


Arya pun semakin mendekatkan wajahnya, bibirnya sudah siap melahap bibir Sari yang sudah sedikit terbuka itu.


Namun ketika nyaris saja dirinya melahap habis bibir mungil Sari tiba tiba saja..


...****************...

__ADS_1


__ADS_2